<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Guru Indonesia Berbagi Pengalaman Selama di Korea Selatan</title><description>Ada17 guru yang belajar di KNUE, terdiri atas 7 guru matematika SMP dan 10 guru matematika SMA dari 13 provinsi di Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/13/1/2042878/guru-indonesia-berbagi-pengalaman-selama-di-korea-selatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/04/13/1/2042878/guru-indonesia-berbagi-pengalaman-selama-di-korea-selatan"/><item><title> Guru Indonesia Berbagi Pengalaman Selama di Korea Selatan</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/13/1/2042878/guru-indonesia-berbagi-pengalaman-selama-di-korea-selatan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/04/13/1/2042878/guru-indonesia-berbagi-pengalaman-selama-di-korea-selatan</guid><pubDate>Sabtu 13 April 2019 00:07 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/13/1/2042878/guru-indonesia-berbagi-pengalaman-selama-di-korea-selatan-jyUtIBCke2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Kemendikbud</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/13/1/2042878/guru-indonesia-berbagi-pengalaman-selama-di-korea-selatan-jyUtIBCke2.jpg</image><title>Foto: Kemendikbud</title></images><description>GURU adalah sebuah profesi yang tidak bisa disepelekan. Mendidik dengan sepenuh hati, dengan harapan agar guru bisa membuat sang anak didik menjadi lebih baik dan lebih pintar. Oleh karena itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), terus meningkatkan kualitas pendidikan nasional, dengan cara meningkatkan kompetensi guru.
Salah satunya adalah memberangkatkan 1.000 guru untuk belajar ke luar negeri. Negara-negara yang dijadikan tempat belajar di antaranya:Korea Selatan, Jepang,Jerman,Perancis, Singapura, Tiongkok,Hong Kong, Malaysia, dan Australia. Mereka adalah guru-guru, kepala sekolah,dan pengawas, yang berasal dari sekolah-sekolah pilihan diberbagai provinsi.
&amp;nbsp;
Pelatihan Guru di Korea National University of Education (KNUE)
Salah satu negara yang dijadikan tempat untuk belajar para guru dari Indonesia adalah Korea Selatan. Di Korea Selatan, para guru belajar di Korea National University of Education (KNUE). KNUE yang terletak di kota  Cheongju, merupakan perguruan tinggi kependidikan terbaik di Korea Selatan.
Ada17 guru yang belajar di KNUE, terdiri atas 7 guru matematika SMP dan 10 guru matematika SMA dari 13 provinsi di Indonesia. Mereka didampingi oleh 3 orang Widyaiswara dari PPPPTK Matematika. Di KNUE para guru akan belajar tentang pembelajaran matematika berbasis Higher Order Thinking Skills(HOTS), dari tanggal 4 sampai 22 Maret 2019.
Di KNUE para guru dan widyaiswara disambut langsung oleh Profesor Lew Hee-chan, yang merupakan Presiden Korea National University of Education (KNUE). Profesor Lew mengungkapkan rasa bangganya, karena dapat bekerjasama secara resmi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, lewat PPPPTK Matematika Yogyakarta. Pada kesempatan tersebut Profesor Lew memberi informasi bahwa KNUE merupakan satu-satunya lembaga pencetak guru yang komprehensif di Korea Selatan
Profesor Lew juga memberi penekananan bahwa saat ini banyak tantangan baru yang menuntut dunia pendidikan melakukan perubahan,utamanyadisebabkan oleh adanya revolusi industri 4.0.  Oleh karena itu, para guru perlu mengajarkan kepada siswa-siswanya untuk dapat menghubungkan berbagai kurikulum dan menunjukkan kompleksitas hubungan ini, karena akan mengubah cara hidup dan cara berpikir manusia.
Di akhir sambutannya, Profesor Lew menekankan juga agar kita memiliki kompetensi untuk menguasai virtual systemini, yang meliputi kemampuan statistik untuk analisis data dan pengambilan keputusan dalam kehidupan sehari-hari, serta kemampuan berkomunikasi antara manusia dengan mesin.
Pengalaman Guru Belajar di KNUE
Salah satu guru yang ikut belajar di KNUE adalah Dwi Haryanti, guru matematika di SMA Negeri 1 Pakem Sleman DIY. Dwi pun membagikan pengalamannya selama belajar di KNUE.
&amp;ldquo;Keluar bandara Incheon, rombongan guru langsung disambut udara dingin suhu 5&amp;deg;C.Banyak guru yang sempat bingung saat mau ke toilet bandara, karena WC nya elektrik semua dan tidak ada tulisannya,&amp;rdquo;kata Dwi.
Di perjalanan menuju asrama (dormitory) Ham in dang, dia mampir di rest area untuk sarapan dengan menu sup tahu, merupakan satu-satunya menu tanpa daging. Seporsi sup tahu harganya 8.500 won, yang kalau dirupiahkan sekitar 100 ribu lebih sedikit.
&amp;ldquo;Di rest area ini, makanan disajikan dalam satu nampan dengan pelengkap kimchi, taoge, kacang hitam dan labu. Sehat sekali menu yang disajikan di sana. Minuman yang tersediahanya air putih yang harus diambil sendiri di mesin, dalam bentuk panas, hangat dan dingin,&amp;rdquo; bebernya.
Untuk air panas disediakan gelas tahan panas, sedang air dingin diminum dengan menggunakan kertas berbentuk corong. Perjalanan dilanjut menggunakan bus menuju asrama mahasiswa di KNUE.
&amp;ldquo;Kampus KNUE terlihat bagus sekali, dengan jarak cukup jauh sekitar 1 km dari asrama Ham in dang,&amp;rdquo; ujar Dwi mengakhiri ceritanya.
&amp;nbsp;#AkuCerdasBerbudaya</description><content:encoded>GURU adalah sebuah profesi yang tidak bisa disepelekan. Mendidik dengan sepenuh hati, dengan harapan agar guru bisa membuat sang anak didik menjadi lebih baik dan lebih pintar. Oleh karena itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), terus meningkatkan kualitas pendidikan nasional, dengan cara meningkatkan kompetensi guru.
Salah satunya adalah memberangkatkan 1.000 guru untuk belajar ke luar negeri. Negara-negara yang dijadikan tempat belajar di antaranya:Korea Selatan, Jepang,Jerman,Perancis, Singapura, Tiongkok,Hong Kong, Malaysia, dan Australia. Mereka adalah guru-guru, kepala sekolah,dan pengawas, yang berasal dari sekolah-sekolah pilihan diberbagai provinsi.
&amp;nbsp;
Pelatihan Guru di Korea National University of Education (KNUE)
Salah satu negara yang dijadikan tempat untuk belajar para guru dari Indonesia adalah Korea Selatan. Di Korea Selatan, para guru belajar di Korea National University of Education (KNUE). KNUE yang terletak di kota  Cheongju, merupakan perguruan tinggi kependidikan terbaik di Korea Selatan.
Ada17 guru yang belajar di KNUE, terdiri atas 7 guru matematika SMP dan 10 guru matematika SMA dari 13 provinsi di Indonesia. Mereka didampingi oleh 3 orang Widyaiswara dari PPPPTK Matematika. Di KNUE para guru akan belajar tentang pembelajaran matematika berbasis Higher Order Thinking Skills(HOTS), dari tanggal 4 sampai 22 Maret 2019.
Di KNUE para guru dan widyaiswara disambut langsung oleh Profesor Lew Hee-chan, yang merupakan Presiden Korea National University of Education (KNUE). Profesor Lew mengungkapkan rasa bangganya, karena dapat bekerjasama secara resmi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, lewat PPPPTK Matematika Yogyakarta. Pada kesempatan tersebut Profesor Lew memberi informasi bahwa KNUE merupakan satu-satunya lembaga pencetak guru yang komprehensif di Korea Selatan
Profesor Lew juga memberi penekananan bahwa saat ini banyak tantangan baru yang menuntut dunia pendidikan melakukan perubahan,utamanyadisebabkan oleh adanya revolusi industri 4.0.  Oleh karena itu, para guru perlu mengajarkan kepada siswa-siswanya untuk dapat menghubungkan berbagai kurikulum dan menunjukkan kompleksitas hubungan ini, karena akan mengubah cara hidup dan cara berpikir manusia.
Di akhir sambutannya, Profesor Lew menekankan juga agar kita memiliki kompetensi untuk menguasai virtual systemini, yang meliputi kemampuan statistik untuk analisis data dan pengambilan keputusan dalam kehidupan sehari-hari, serta kemampuan berkomunikasi antara manusia dengan mesin.
Pengalaman Guru Belajar di KNUE
Salah satu guru yang ikut belajar di KNUE adalah Dwi Haryanti, guru matematika di SMA Negeri 1 Pakem Sleman DIY. Dwi pun membagikan pengalamannya selama belajar di KNUE.
&amp;ldquo;Keluar bandara Incheon, rombongan guru langsung disambut udara dingin suhu 5&amp;deg;C.Banyak guru yang sempat bingung saat mau ke toilet bandara, karena WC nya elektrik semua dan tidak ada tulisannya,&amp;rdquo;kata Dwi.
Di perjalanan menuju asrama (dormitory) Ham in dang, dia mampir di rest area untuk sarapan dengan menu sup tahu, merupakan satu-satunya menu tanpa daging. Seporsi sup tahu harganya 8.500 won, yang kalau dirupiahkan sekitar 100 ribu lebih sedikit.
&amp;ldquo;Di rest area ini, makanan disajikan dalam satu nampan dengan pelengkap kimchi, taoge, kacang hitam dan labu. Sehat sekali menu yang disajikan di sana. Minuman yang tersediahanya air putih yang harus diambil sendiri di mesin, dalam bentuk panas, hangat dan dingin,&amp;rdquo; bebernya.
Untuk air panas disediakan gelas tahan panas, sedang air dingin diminum dengan menggunakan kertas berbentuk corong. Perjalanan dilanjut menggunakan bus menuju asrama mahasiswa di KNUE.
&amp;ldquo;Kampus KNUE terlihat bagus sekali, dengan jarak cukup jauh sekitar 1 km dari asrama Ham in dang,&amp;rdquo; ujar Dwi mengakhiri ceritanya.
&amp;nbsp;#AkuCerdasBerbudaya</content:encoded></item></channel></rss>
