<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TKN Jokowi: Tax Policy Menyentuh Upaya Perwujudan Kedaulatan Ekonomi Indonesia</title><description>Sekretaris TKN Jokowi-Ma&amp;rsquo;ruf Amin, Hasto Kristiyanto mengomentari adu argumen soal rasio pajak dalam debat kelima Pilpres 2019.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/13/605/2043228/tkn-jokowi-tax-policy-menyentuh-upaya-perwujudan-kedaulatan-ekonomi-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/04/13/605/2043228/tkn-jokowi-tax-policy-menyentuh-upaya-perwujudan-kedaulatan-ekonomi-indonesia"/><item><title>TKN Jokowi: Tax Policy Menyentuh Upaya Perwujudan Kedaulatan Ekonomi Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/13/605/2043228/tkn-jokowi-tax-policy-menyentuh-upaya-perwujudan-kedaulatan-ekonomi-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/04/13/605/2043228/tkn-jokowi-tax-policy-menyentuh-upaya-perwujudan-kedaulatan-ekonomi-indonesia</guid><pubDate>Sabtu 13 April 2019 22:11 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/13/605/2043228/tkn-jokowi-tax-policy-menyentuh-upaya-perwujudan-kedaulatan-ekonomi-indonesia-U56otgq7yZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hasto Kristiyanto (Subhan/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/13/605/2043228/tkn-jokowi-tax-policy-menyentuh-upaya-perwujudan-kedaulatan-ekonomi-indonesia-U56otgq7yZ.jpg</image><title>Hasto Kristiyanto (Subhan/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Sekretaris TKN Jokowi-Ma&amp;rsquo;ruf Amin, Hasto Kristiyanto mengomentari adu argumen soal rasio pajak atau tax ratio yang diperdebatkan kedua pasangan capres-cawapres dalam debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019) malam.

Menurut Hasto, ketika perdebatan politik ekonomi menyangkut instrumen perpajakan, publik semula mengira Prabowo-Sandi tampil berbeda. Namun faktanya, hanya tax ratio yang menjadi kritik utama.

&quot;Tax Ratio hanyalah instrumen. Hulunya terletak pada pemahaman terhadap filsafat pokok ekonomi itu. Pak Jokowi memahami bahwa politik ekonomi mengabdi pada tujuan bernegara. Pajak menyangkut hajat hidup orang banyak. Karena itulah fokusnya bukan hanya pada tax ratio, namun pada sistem, komitmen, dan leadership,&amp;rdquo; katanya.

&amp;ldquo;Pak Jokowi telah melakukan hal tersebut dengan tax amnesty; memperluas wajib pajak dan intensifikasi melalui sistem IT yang terpercaya, memudahkan dan mengedepankan transparansi perpajakan,&quot; sambut Sekjen PDI Perjuangan itu.
&amp;nbsp;
Keberhasilan tax policy Jokowi, menurut Hasto, terlihat dari peningkatan daya terima perpajakan, sehingga keseimbangan primer dalam APBN tidak lagi negatif.

&quot;Kedaulatan ekonomi justru dijalankan melalui kebijakan pajak yang prudent; mencegah shock economy, dan secara gradual tumbuh secara sistemik dan semakin besar. Apalagi dari aspek makro, nilai tukar yang stabil, inflasi rendah, dan kemudahan bisnis makin membaik seiring dengan perombakan menyeluruh terhadap hambatan investasi,&quot; ujarnya.

Menurutnya semakin terlihat bahwa Indonesia memerlukan pemimpin negarawan yang paham terhadap sistem nilai, dan sekaligus memahami detail terhadap arah dan jalan kebijakan ekonomi untuk kemakmuran bangsa.

&amp;ldquo;Debat pun akhirnya membuka orientasi pemimpin. Pemimpin lama menggambarkan pesimisme, dan pemimpin visioner memahami masa depan namun berpijak pada kenyataan.&quot;

&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wNC8xMy8xLzExOTI2NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Sekretaris TKN Jokowi-Ma&amp;rsquo;ruf Amin, Hasto Kristiyanto mengomentari adu argumen soal rasio pajak atau tax ratio yang diperdebatkan kedua pasangan capres-cawapres dalam debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019) malam.

Menurut Hasto, ketika perdebatan politik ekonomi menyangkut instrumen perpajakan, publik semula mengira Prabowo-Sandi tampil berbeda. Namun faktanya, hanya tax ratio yang menjadi kritik utama.

&quot;Tax Ratio hanyalah instrumen. Hulunya terletak pada pemahaman terhadap filsafat pokok ekonomi itu. Pak Jokowi memahami bahwa politik ekonomi mengabdi pada tujuan bernegara. Pajak menyangkut hajat hidup orang banyak. Karena itulah fokusnya bukan hanya pada tax ratio, namun pada sistem, komitmen, dan leadership,&amp;rdquo; katanya.

&amp;ldquo;Pak Jokowi telah melakukan hal tersebut dengan tax amnesty; memperluas wajib pajak dan intensifikasi melalui sistem IT yang terpercaya, memudahkan dan mengedepankan transparansi perpajakan,&quot; sambut Sekjen PDI Perjuangan itu.
&amp;nbsp;
Keberhasilan tax policy Jokowi, menurut Hasto, terlihat dari peningkatan daya terima perpajakan, sehingga keseimbangan primer dalam APBN tidak lagi negatif.

&quot;Kedaulatan ekonomi justru dijalankan melalui kebijakan pajak yang prudent; mencegah shock economy, dan secara gradual tumbuh secara sistemik dan semakin besar. Apalagi dari aspek makro, nilai tukar yang stabil, inflasi rendah, dan kemudahan bisnis makin membaik seiring dengan perombakan menyeluruh terhadap hambatan investasi,&quot; ujarnya.

Menurutnya semakin terlihat bahwa Indonesia memerlukan pemimpin negarawan yang paham terhadap sistem nilai, dan sekaligus memahami detail terhadap arah dan jalan kebijakan ekonomi untuk kemakmuran bangsa.

&amp;ldquo;Debat pun akhirnya membuka orientasi pemimpin. Pemimpin lama menggambarkan pesimisme, dan pemimpin visioner memahami masa depan namun berpijak pada kenyataan.&quot;

&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wNC8xMy8xLzExOTI2NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
