<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bila Caleg Terlibat Skandal, Kepercayaan Pemilih Bisa Pudar</title><description>Kepercayaan pemilih disebut bisa pudar bila sang caleg terlibat kasus atau skandal tertentu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/15/606/2043919/bila-caleg-terlibat-skandal-kepercayaan-pemilih-bisa-pudar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/04/15/606/2043919/bila-caleg-terlibat-skandal-kepercayaan-pemilih-bisa-pudar"/><item><title>Bila Caleg Terlibat Skandal, Kepercayaan Pemilih Bisa Pudar</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/15/606/2043919/bila-caleg-terlibat-skandal-kepercayaan-pemilih-bisa-pudar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/04/15/606/2043919/bila-caleg-terlibat-skandal-kepercayaan-pemilih-bisa-pudar</guid><pubDate>Senin 15 April 2019 21:04 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/15/606/2043919/bila-caleg-terlibat-skandal-kepercayaan-pemilih-bisa-pudar-z9hfqtTeuQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/15/606/2043919/bila-caleg-terlibat-skandal-kepercayaan-pemilih-bisa-pudar-z9hfqtTeuQ.jpg</image><title>Ilustrasi (Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Rekam jejak calon anggota legislatif (caleg) dinilai mempengaruhi pemilih untuk menentukan pilihannya pada Pemilu 2019. Kepercayaan pemilih disebut bisa pudar bila sang caleg terlibat kasus atau skandal tertentu.
&quot;Kasus-kasus aib tersebut punya potensi mempengaruhi psikologi pemilih. Ada trust yang jadi terganggu dan rusak,&quot; ujar Psikolog Ratih Ibrahim melalui keterangan pers yang diterima, Senin (15/4/2019).
Namun, Ratih berpendapat sang caleg tetap bisa meraih kepercayaan jika pemilih menutup mata pada kasus yang melibatkan caleg tersebut. &quot;Kecuali pemilihnya memang buta atau membutakan diri terhadap kasus tersebut,&quot; ujarnya.



Sementara itu, Psikolog Sosial Universitas Gadjah Mada (UGM) Koentjoro berpendapat kepribadian seorang caleg akan mempengaruhi psikologi pemilih rasional dalam pilihan politiknya di pesta demokrasi.
&quot;Kalau pemilih rasional, ya, akan terpengaruh. Tapi kalau kepatuhan sudah terbentuk pemilih akan membela dan merasionalkan kenapa perilaku caleg itu dapat terjadi,&quot; ujar Koentjoro.

Baca Juga : KPU Sebut Persiapan Pencoblosan Pemilu 2019 Sudah 99%

Menurut dia, gaya hidup bisa mempengaruhi kepribadian caleg. Dalam kasus korupsi misalnya, ia berkata, biasanya tindakan korupsi dilakukan caleg yang tidak memiliki dana atau tidak cukup percaya diri dalam bertarung di pemilu. &quot;Karena itu kemudian korupsi, apalagi ada desakan terus menerus dari timsesnya,&quot; tutur Koentjoro.

Baca Juga : NCID: Pernyataan Ketua KPU Bahayakan Demokrasi Indonesia


</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Rekam jejak calon anggota legislatif (caleg) dinilai mempengaruhi pemilih untuk menentukan pilihannya pada Pemilu 2019. Kepercayaan pemilih disebut bisa pudar bila sang caleg terlibat kasus atau skandal tertentu.
&quot;Kasus-kasus aib tersebut punya potensi mempengaruhi psikologi pemilih. Ada trust yang jadi terganggu dan rusak,&quot; ujar Psikolog Ratih Ibrahim melalui keterangan pers yang diterima, Senin (15/4/2019).
Namun, Ratih berpendapat sang caleg tetap bisa meraih kepercayaan jika pemilih menutup mata pada kasus yang melibatkan caleg tersebut. &quot;Kecuali pemilihnya memang buta atau membutakan diri terhadap kasus tersebut,&quot; ujarnya.



Sementara itu, Psikolog Sosial Universitas Gadjah Mada (UGM) Koentjoro berpendapat kepribadian seorang caleg akan mempengaruhi psikologi pemilih rasional dalam pilihan politiknya di pesta demokrasi.
&quot;Kalau pemilih rasional, ya, akan terpengaruh. Tapi kalau kepatuhan sudah terbentuk pemilih akan membela dan merasionalkan kenapa perilaku caleg itu dapat terjadi,&quot; ujar Koentjoro.

Baca Juga : KPU Sebut Persiapan Pencoblosan Pemilu 2019 Sudah 99%

Menurut dia, gaya hidup bisa mempengaruhi kepribadian caleg. Dalam kasus korupsi misalnya, ia berkata, biasanya tindakan korupsi dilakukan caleg yang tidak memiliki dana atau tidak cukup percaya diri dalam bertarung di pemilu. &quot;Karena itu kemudian korupsi, apalagi ada desakan terus menerus dari timsesnya,&quot; tutur Koentjoro.

Baca Juga : NCID: Pernyataan Ketua KPU Bahayakan Demokrasi Indonesia


</content:encoded></item></channel></rss>
