<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Ibu Dedeh Tetap Bertugas di TPS meski Tangan Diinfus</title><description>Ibu Dedeh tetap menjalankan tugas sebagai KPPS di Garut meskipun tangannya diinfus karena sedang sakit.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/19/606/2045465/kisah-ibu-dedeh-tetap-bertugas-di-tps-meski-tangan-diinfus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/04/19/606/2045465/kisah-ibu-dedeh-tetap-bertugas-di-tps-meski-tangan-diinfus"/><item><title>Kisah Ibu Dedeh Tetap Bertugas di TPS meski Tangan Diinfus</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/19/606/2045465/kisah-ibu-dedeh-tetap-bertugas-di-tps-meski-tangan-diinfus</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/04/19/606/2045465/kisah-ibu-dedeh-tetap-bertugas-di-tps-meski-tangan-diinfus</guid><pubDate>Jum'at 19 April 2019 08:33 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/19/606/2045465/kisah-ibu-dedeh-tetap-bertugas-di-tps-meski-tangan-diinfus-k6oncDGpkY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ibu Dedeh tetap bertugas sebagai KPPS Desa Cikedokan, Garut, meski tangan diinfus. (Foto: Dok KPU Garut)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/19/606/2045465/kisah-ibu-dedeh-tetap-bertugas-di-tps-meski-tangan-diinfus-k6oncDGpkY.jpg</image><title>Ibu Dedeh tetap bertugas sebagai KPPS Desa Cikedokan, Garut, meski tangan diinfus. (Foto: Dok KPU Garut)</title></images><description>GARUT &amp;ndash; Seorang petugas dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Desa Cikedokan, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, tetap bekerja melaksanakan tugasnya menyelenggarakan Pemilihan Umum 2019 meskipun dalam kondisi tangan harus diinfus karena sakit.
&quot;Ada petugas KPPS yang diinfus tapi masih tetap bekerja, PPK dan PPS masih belum pada tidur,&quot; kata Komisioner Divisi Sumber Daya Manusia dan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut, Nuni Nurbayani, di Garut, Kamis 18 April 2019, sebagaimana dikutip dari Antaranews.
Ia menuturkan, penyelenggara pemilu, mulai tingkat kabupaten hingga petugas di tempat pemungutan suara (TPS) di Garut, semuanya berupaya bekerja secara maksimal, bahkan ada yang sampai begadang setiap malam.
(Baca juga:   Melihat Antusiasme Pemilih Pertama pada Pemilu 2019)
 

Padatnya agenda pekerjaan yang harus diselesaikan, kata Nuni, membuat kesehatan beberapa petugas terganggu, bahkan terpaksa harus diinfus karena kelelahan, seperti yang dialami seorang perempuan petugas KPPS di Desa Cikedokan.
&quot;Bu Dedeh dengan jarum infus masih di tangan tetap semangat melaksanakan tugas,&quot; kata Nuni.
Ia mengatakan, Dedeh merupakan salah satu petugas yang harus diinfus. Di tempat lain, salah satunya di Kecamatan Pangatikan, juga ada petugas KPPS yang dibawa ke Rumah Sakit Nurhayati untuk mendapatkan penanganan medis.
Bahkan, lanjut dia, ada petugas KPPS yang harus mendapatkan perawatan medis di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) karena kelelahan.
&quot;Kelelahan di Garut banyak yang begini (diinfus). Ada yang di puskesmas,&quot; kata Nuni.
(Baca juga:   Jika Ada Kecurangan Pemilu Harus Diselesaikan secara Hukum, Bukan People Power)
 

Selain sakit, kata dia, ada juga petugas KPPS yang mengalami kecelakaan jatuh dari sepeda motor saat meninjau TPS. Meski sakit, petugas tersebut tetap menjalankan tugasnya.
&quot;Ketua PPS Margawati jatuh dari motor saat monitoring ke TPS, tapi tetap bekerja,&quot; ungkapnya.
Ia mengatakan, komisioner KPU Kabupaten Garut sudah mengimbau kepada seluruh petugas untuk menjaga kondisi kesehatan dan beristirahat.
&quot;Sudah. Semua PPK diimbau secara umum,&quot; ucap Nuni.
Dia menambahkan, saat ini petugas KPPS sudah disibukkan dengan penghitungan perolehan suara untuk pemilihan legislatif pusat, provinsi, kabupaten, DPD, pemilihan presiden dan wakil presiden.
Selanjutnya KPU Garut melakukan penghitungan perolehan suara di tingkat kabupaten melalui Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) untuk secepatnya dapat diketahui hasil pemilu secara akurat.</description><content:encoded>GARUT &amp;ndash; Seorang petugas dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Desa Cikedokan, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, tetap bekerja melaksanakan tugasnya menyelenggarakan Pemilihan Umum 2019 meskipun dalam kondisi tangan harus diinfus karena sakit.
&quot;Ada petugas KPPS yang diinfus tapi masih tetap bekerja, PPK dan PPS masih belum pada tidur,&quot; kata Komisioner Divisi Sumber Daya Manusia dan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut, Nuni Nurbayani, di Garut, Kamis 18 April 2019, sebagaimana dikutip dari Antaranews.
Ia menuturkan, penyelenggara pemilu, mulai tingkat kabupaten hingga petugas di tempat pemungutan suara (TPS) di Garut, semuanya berupaya bekerja secara maksimal, bahkan ada yang sampai begadang setiap malam.
(Baca juga:   Melihat Antusiasme Pemilih Pertama pada Pemilu 2019)
 

Padatnya agenda pekerjaan yang harus diselesaikan, kata Nuni, membuat kesehatan beberapa petugas terganggu, bahkan terpaksa harus diinfus karena kelelahan, seperti yang dialami seorang perempuan petugas KPPS di Desa Cikedokan.
&quot;Bu Dedeh dengan jarum infus masih di tangan tetap semangat melaksanakan tugas,&quot; kata Nuni.
Ia mengatakan, Dedeh merupakan salah satu petugas yang harus diinfus. Di tempat lain, salah satunya di Kecamatan Pangatikan, juga ada petugas KPPS yang dibawa ke Rumah Sakit Nurhayati untuk mendapatkan penanganan medis.
Bahkan, lanjut dia, ada petugas KPPS yang harus mendapatkan perawatan medis di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) karena kelelahan.
&quot;Kelelahan di Garut banyak yang begini (diinfus). Ada yang di puskesmas,&quot; kata Nuni.
(Baca juga:   Jika Ada Kecurangan Pemilu Harus Diselesaikan secara Hukum, Bukan People Power)
 

Selain sakit, kata dia, ada juga petugas KPPS yang mengalami kecelakaan jatuh dari sepeda motor saat meninjau TPS. Meski sakit, petugas tersebut tetap menjalankan tugasnya.
&quot;Ketua PPS Margawati jatuh dari motor saat monitoring ke TPS, tapi tetap bekerja,&quot; ungkapnya.
Ia mengatakan, komisioner KPU Kabupaten Garut sudah mengimbau kepada seluruh petugas untuk menjaga kondisi kesehatan dan beristirahat.
&quot;Sudah. Semua PPK diimbau secara umum,&quot; ucap Nuni.
Dia menambahkan, saat ini petugas KPPS sudah disibukkan dengan penghitungan perolehan suara untuk pemilihan legislatif pusat, provinsi, kabupaten, DPD, pemilihan presiden dan wakil presiden.
Selanjutnya KPU Garut melakukan penghitungan perolehan suara di tingkat kabupaten melalui Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) untuk secepatnya dapat diketahui hasil pemilu secara akurat.</content:encoded></item></channel></rss>
