<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Median: Hasil Quick Count Pilpres Perkuat Temuan Survei Sebelumnya</title><description>Hasil hitung cepat atau quick count pemilihan presiden (pilpres) 2019 Media Survei Nasional (Median) masih berjalan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/22/605/2046681/median-hasil-quick-count-pilpres-perkuat-temuan-survei-sebelumnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/04/22/605/2046681/median-hasil-quick-count-pilpres-perkuat-temuan-survei-sebelumnya"/><item><title>Median: Hasil Quick Count Pilpres Perkuat Temuan Survei Sebelumnya</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/22/605/2046681/median-hasil-quick-count-pilpres-perkuat-temuan-survei-sebelumnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/04/22/605/2046681/median-hasil-quick-count-pilpres-perkuat-temuan-survei-sebelumnya</guid><pubDate>Senin 22 April 2019 20:23 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/22/605/2046681/median-hasil-quick-count-pilpres-perkuat-temuan-survei-sebelumnya-amgkbUQes7.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/22/605/2046681/median-hasil-quick-count-pilpres-perkuat-temuan-survei-sebelumnya-amgkbUQes7.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Hasil hitung cepat atau quick count pemilihan presiden (pilpres) 2019 Media Survei Nasional (Median) masih berjalan. Hasilnya menunjukkan selisih suara Joko Widodo (Jokowi)- Ma'ruf Amin dengan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 8-10 persen.

Menurut Direktur Eksekutif Median Rico Marbun, wajar bila kemudian muncul keraguan publik.  Mengingat, banyak lembaga merilis hasil survei sebelum pilpres dan hasilnya jauh berbeda dengan hasil quick count.

&quot;Wajar publik jadi ragu, karena terlalu banyak lembaga survei yang merilis hasil survei persis sebelum pilpres yang memprediksi keunggulan Jokowi-Amin terlalu besar,&quot; katanya dalam keterangan tertulis, Senin (22/4/2019).

Pada survei-survei yang dilakukan sebelum pilpres, selisih keunggulan Jokowi-Ma'ruf Amin mencapai 19 hingga 20 persen. Kata Rico, pola ini berulang seperti saat pilkada Jateng (Jawa Tengah) dan Jawa Barat (Jabar), hasil quick count berbeda dengan hasil survei.



&quot;Jadi, saat publik disuguhi quick count yang selisihnya hanya 8-10%, maka publik jadi skeptis. Oleh karena itu, publik tidak bisa disalahkan begitu saja,&quot; ujarnya.

Rico menegaskan, Median adalah lembaga yang konsisten dalam setiap surveinya, dengan memprediksi selisih keunggulan Jokowi-Ma'ruf atas Prabowo-Sandiaga 8-9 persen. Hasil lembaganya itu sesuai dengan rata-rata hasil quick count yang dirilis semua lembaga survei saat ini.

&quot;Semua lembaga survei rata-rata merilis keunggulan Jokowi- Amin di angka 8-9 persen dalam quick count, sesuai survei-survei median sebelumnya,&quot; katanya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Hasil hitung cepat atau quick count pemilihan presiden (pilpres) 2019 Media Survei Nasional (Median) masih berjalan. Hasilnya menunjukkan selisih suara Joko Widodo (Jokowi)- Ma'ruf Amin dengan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 8-10 persen.

Menurut Direktur Eksekutif Median Rico Marbun, wajar bila kemudian muncul keraguan publik.  Mengingat, banyak lembaga merilis hasil survei sebelum pilpres dan hasilnya jauh berbeda dengan hasil quick count.

&quot;Wajar publik jadi ragu, karena terlalu banyak lembaga survei yang merilis hasil survei persis sebelum pilpres yang memprediksi keunggulan Jokowi-Amin terlalu besar,&quot; katanya dalam keterangan tertulis, Senin (22/4/2019).

Pada survei-survei yang dilakukan sebelum pilpres, selisih keunggulan Jokowi-Ma'ruf Amin mencapai 19 hingga 20 persen. Kata Rico, pola ini berulang seperti saat pilkada Jateng (Jawa Tengah) dan Jawa Barat (Jabar), hasil quick count berbeda dengan hasil survei.



&quot;Jadi, saat publik disuguhi quick count yang selisihnya hanya 8-10%, maka publik jadi skeptis. Oleh karena itu, publik tidak bisa disalahkan begitu saja,&quot; ujarnya.

Rico menegaskan, Median adalah lembaga yang konsisten dalam setiap surveinya, dengan memprediksi selisih keunggulan Jokowi-Ma'ruf atas Prabowo-Sandiaga 8-9 persen. Hasil lembaganya itu sesuai dengan rata-rata hasil quick count yang dirilis semua lembaga survei saat ini.

&quot;Semua lembaga survei rata-rata merilis keunggulan Jokowi- Amin di angka 8-9 persen dalam quick count, sesuai survei-survei median sebelumnya,&quot; katanya.

</content:encoded></item></channel></rss>
