<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polri Imbau Tidak Ada Mobilisasi Massa dan Konvoi Kemenangan Pemilu</title><description>Polri mengimbau semua pihak tidak memobilisasi massa dan melakukan konvoi kemenangan Pemilu 2019.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/23/605/2046801/polri-imbau-tidak-ada-mobilisasi-massa-dan-konvoi-kemenangan-pemilu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/04/23/605/2046801/polri-imbau-tidak-ada-mobilisasi-massa-dan-konvoi-kemenangan-pemilu"/><item><title>Polri Imbau Tidak Ada Mobilisasi Massa dan Konvoi Kemenangan Pemilu</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/23/605/2046801/polri-imbau-tidak-ada-mobilisasi-massa-dan-konvoi-kemenangan-pemilu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/04/23/605/2046801/polri-imbau-tidak-ada-mobilisasi-massa-dan-konvoi-kemenangan-pemilu</guid><pubDate>Selasa 23 April 2019 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/23/605/2046801/polri-imbau-tidak-ada-mobilisasi-massa-dan-konvoi-kemenangan-pemilu-GRy7cwcMwA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (Foto: Heru Haryono/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/23/605/2046801/polri-imbau-tidak-ada-mobilisasi-massa-dan-konvoi-kemenangan-pemilu-GRy7cwcMwA.jpg</image><title>Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (Foto: Heru Haryono/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Markas Besar (Mabes) Polri mengimbau semua pihak tidak memobilisasi massa ataupun konvoi kemenangan pasca-Pemilu 2019. Hal itu dilakukan demi menjaga kondusivitas kemanan nasional.
&quot;Menghimbau untuk tidak memobilisasi massa dan konvoi-konvoi merayakan kemenangan secara awal,&quot; kata Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada Okezone, Selasa (23/4/2019).
(Baca juga:   BIN: Masyarakat Sudah Dewasa, Bisa Jaga Keamanan Nasional Pasca-Pemilu)
 
Masyarakat, lanjut Dedi, diminta bersabar dan tetap mendukung proses demokrasi secara damai. Mereka uga diminta bersama-sama menjaga kondusivitas keamanan nasional.

&quot;Tetap menjaga persatuan kesatuan, saling menghormati, dan tetap menunggu hasil penghitungan resmi dari KPU pada tanggal 22 Mei,&quot; jelas dia.
(Baca juga:   JK Dorong Percepatan Pertemuan Jokowi-Prabowo untuk Wujudkan Rekonsiliasi Nasional)
 
Kendati begitu, Polri tetap menyiagakan personel di tempat-tempat krusial pasca-pilpres. Dedi menyebut jumlah pasukan yang disiagakan sebanyak dua pertiga dari jumlah awal pengerahan.
&amp;ldquo;Dari 271.880 personel saat ini yang laksanakan pam 2/3 dari jumlah tersebut mas,&amp;rdquo; pungkas dia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Markas Besar (Mabes) Polri mengimbau semua pihak tidak memobilisasi massa ataupun konvoi kemenangan pasca-Pemilu 2019. Hal itu dilakukan demi menjaga kondusivitas kemanan nasional.
&quot;Menghimbau untuk tidak memobilisasi massa dan konvoi-konvoi merayakan kemenangan secara awal,&quot; kata Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada Okezone, Selasa (23/4/2019).
(Baca juga:   BIN: Masyarakat Sudah Dewasa, Bisa Jaga Keamanan Nasional Pasca-Pemilu)
 
Masyarakat, lanjut Dedi, diminta bersabar dan tetap mendukung proses demokrasi secara damai. Mereka uga diminta bersama-sama menjaga kondusivitas keamanan nasional.

&quot;Tetap menjaga persatuan kesatuan, saling menghormati, dan tetap menunggu hasil penghitungan resmi dari KPU pada tanggal 22 Mei,&quot; jelas dia.
(Baca juga:   JK Dorong Percepatan Pertemuan Jokowi-Prabowo untuk Wujudkan Rekonsiliasi Nasional)
 
Kendati begitu, Polri tetap menyiagakan personel di tempat-tempat krusial pasca-pilpres. Dedi menyebut jumlah pasukan yang disiagakan sebanyak dua pertiga dari jumlah awal pengerahan.
&amp;ldquo;Dari 271.880 personel saat ini yang laksanakan pam 2/3 dari jumlah tersebut mas,&amp;rdquo; pungkas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
