<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peneliti LIPI Dorong Agar Pemilu Serentak Dievaluasi</title><description>Peneliti LIPI dorong agar pelaksanaan dan sistem pemilu serentak 2019 dievaluasi secara menyeluruh.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/23/605/2047065/peneliti-lipi-dorong-agar-pemilu-serentak-dievaluasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/04/23/605/2047065/peneliti-lipi-dorong-agar-pemilu-serentak-dievaluasi"/><item><title>Peneliti LIPI Dorong Agar Pemilu Serentak Dievaluasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/23/605/2047065/peneliti-lipi-dorong-agar-pemilu-serentak-dievaluasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/04/23/605/2047065/peneliti-lipi-dorong-agar-pemilu-serentak-dievaluasi</guid><pubDate>Selasa 23 April 2019 16:54 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/23/605/2047065/peneliti-lipi-dorong-agar-pemilu-serentak-dievaluasi-xf8cFai5IG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi TPS (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/23/605/2047065/peneliti-lipi-dorong-agar-pemilu-serentak-dievaluasi-xf8cFai5IG.jpg</image><title>Ilustrasi TPS (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro mendorong agar pelaksanaan dan sistem pemilu serentak 2019 dievaluasi secara menyeluruh.
Menurut dia, sistem tersebut dinilai tidak efektif terlebih telah menelan banyak korban petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang diduga karena kelelahan.
&quot;Uji coba simulasi Pemilu serentak ini  juga kurang cukup, perlu dievaluasi secara menyeluruh. Tidak bisa diserentakkan apalagi dengan sistem multipartai,&quot; kata Siti kepada Okezone, Selasa (23/4/2019).
Siti menyarankan agar pelaksanaan Pilpres dan Pileg ke depan kembali dipisah. Yakni, dengan mendahulukan Pilpres guna memberikan keseimbangan dan saling kontrol.

Baca Juga: Petugas KPPS Meninggal Bertambah Jadi 91 Orang, 374 Jatuh Sakit
Ia menilai, penerapan sistem Pemilu serentak mengakibatkan kontestasi Pileg menjadi tak menonjol. Sehingga, para pemilih cendrung hanya memikirkan pilihannya untuk Pilpres.
&quot;Untuk Indonesia dengan sistem presidensial, pilpres bisa didahulukan baru pileg, &quot; ujarnya.
Ia menambahkan, padahal para caleg juga butuh memasarkan diri mereka kepada masyarakat. Selain itu, niat efisiensi sebagai tujuan awal dari Pemilu serentak 2019 juga tidak terwujud diakibatkan masih banyaknya pemungutan suara ulang di beberapa daerah.
&quot;Partai politik juga cedrung tidak bahagia dengan sistem Pemilu serentak,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro mendorong agar pelaksanaan dan sistem pemilu serentak 2019 dievaluasi secara menyeluruh.
Menurut dia, sistem tersebut dinilai tidak efektif terlebih telah menelan banyak korban petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang diduga karena kelelahan.
&quot;Uji coba simulasi Pemilu serentak ini  juga kurang cukup, perlu dievaluasi secara menyeluruh. Tidak bisa diserentakkan apalagi dengan sistem multipartai,&quot; kata Siti kepada Okezone, Selasa (23/4/2019).
Siti menyarankan agar pelaksanaan Pilpres dan Pileg ke depan kembali dipisah. Yakni, dengan mendahulukan Pilpres guna memberikan keseimbangan dan saling kontrol.

Baca Juga: Petugas KPPS Meninggal Bertambah Jadi 91 Orang, 374 Jatuh Sakit
Ia menilai, penerapan sistem Pemilu serentak mengakibatkan kontestasi Pileg menjadi tak menonjol. Sehingga, para pemilih cendrung hanya memikirkan pilihannya untuk Pilpres.
&quot;Untuk Indonesia dengan sistem presidensial, pilpres bisa didahulukan baru pileg, &quot; ujarnya.
Ia menambahkan, padahal para caleg juga butuh memasarkan diri mereka kepada masyarakat. Selain itu, niat efisiensi sebagai tujuan awal dari Pemilu serentak 2019 juga tidak terwujud diakibatkan masih banyaknya pemungutan suara ulang di beberapa daerah.
&quot;Partai politik juga cedrung tidak bahagia dengan sistem Pemilu serentak,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
