<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPN Sebut LSM Pemilu Tutup Mata, Pengamat: Jangan Tuding Mereka Macam-Macam</title><description>Emrus meminta agar BPN tak menuding LSM pemantau pemilu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/25/605/2047768/bpn-sebut-lsm-pemilu-tutup-mata-pengamat-jangan-tuding-mereka-macam-macam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/04/25/605/2047768/bpn-sebut-lsm-pemilu-tutup-mata-pengamat-jangan-tuding-mereka-macam-macam"/><item><title>BPN Sebut LSM Pemilu Tutup Mata, Pengamat: Jangan Tuding Mereka Macam-Macam</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/25/605/2047768/bpn-sebut-lsm-pemilu-tutup-mata-pengamat-jangan-tuding-mereka-macam-macam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/04/25/605/2047768/bpn-sebut-lsm-pemilu-tutup-mata-pengamat-jangan-tuding-mereka-macam-macam</guid><pubDate>Kamis 25 April 2019 08:11 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/25/605/2047768/bpn-sebut-lsm-pemilu-tutup-mata-pengamat-jangan-tuding-mereka-macam-macam-hONWgrgOsi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Proses pencoblosan di Pemilu 2019.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/25/605/2047768/bpn-sebut-lsm-pemilu-tutup-mata-pengamat-jangan-tuding-mereka-macam-macam-hONWgrgOsi.jpg</image><title>Proses pencoblosan di Pemilu 2019.</title></images><description>JAKARTA - Direktur Eksekutif Lembaga Emrus Corner, Emrus Sihombing, meminta semua pihak untuk menghargai kerja LSM pemantau pemilu yang sudah bekerja keras mengawasi jalannya pemilu.
&quot;Mereka itu sudah bekerja keras, sama lelahnya dengan petugas KPPS dan para saksi yang ada di TPS-TPS. Jangan dituding macam-macam,&quot; kata Emrus, Kamis (25/4/2019).
Ia tak sependapat jika ada pihak yang menyebut LSM-LSM pemantau pemilu saat ini banyak yang tutup mata atas kecurangan yang terjadi dalam pemilu.
&quot;Hati-hati menggunakan istilah kecurangan. Tuduhan kecurangan itu harus dibarengi dengan alat bukti awal, baru boleh bicara soal kecurangan,&quot; tegas akademisi pascasarjana di Universitas Pelita Harapan itu.

Foto: Reuters
Ia mengingatkan, keberadaan LSM pemantau pemilu itu telah membuat pengawasan pelaksanaan pemilu menjadi berlapis-lapis.
(Baca juga: Ratusan Orang &quot;Kepung&quot; Bawaslu, Sebut Pemilu 2019 Penuh Kecurangan)
&quot;Jika ada data dan fakta kecurangan, LSM pasti akan melihatnya. Tapi kalau tidak ada data dan fakta, apa yang mau dilihat? Jadi LSM bukan tutup mata,&quot; ujarnya.&amp;nbsp;
Sebelumnya, Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut beberapa LSM tak peduli atas kecurangan yang terjadi dalam pemilu.
&quot;Kami melihat kelompok masyarakat sipil, LSM, nyaris tutup mata dengan fakta-fakta kecurangan,&quot; ucap Dahnil, Selasa (23/4).
Menanggapi itu, Emrus mengatakan perlunya data dan fakta awal yang bisa dijadikan bukti awal dugaan kecurangan itu.
&quot;Jika LSM-LSM tidak menemukan kecurangan, apa harus dipaksakan ada kecurangan? Di mana tutup matanya? Apalagi LSM-LSM juga sudah memberi evaluasi terhadap jalannya pemilu kepada KPU,&quot; ucap Emrus.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Eksekutif Lembaga Emrus Corner, Emrus Sihombing, meminta semua pihak untuk menghargai kerja LSM pemantau pemilu yang sudah bekerja keras mengawasi jalannya pemilu.
&quot;Mereka itu sudah bekerja keras, sama lelahnya dengan petugas KPPS dan para saksi yang ada di TPS-TPS. Jangan dituding macam-macam,&quot; kata Emrus, Kamis (25/4/2019).
Ia tak sependapat jika ada pihak yang menyebut LSM-LSM pemantau pemilu saat ini banyak yang tutup mata atas kecurangan yang terjadi dalam pemilu.
&quot;Hati-hati menggunakan istilah kecurangan. Tuduhan kecurangan itu harus dibarengi dengan alat bukti awal, baru boleh bicara soal kecurangan,&quot; tegas akademisi pascasarjana di Universitas Pelita Harapan itu.

Foto: Reuters
Ia mengingatkan, keberadaan LSM pemantau pemilu itu telah membuat pengawasan pelaksanaan pemilu menjadi berlapis-lapis.
(Baca juga: Ratusan Orang &quot;Kepung&quot; Bawaslu, Sebut Pemilu 2019 Penuh Kecurangan)
&quot;Jika ada data dan fakta kecurangan, LSM pasti akan melihatnya. Tapi kalau tidak ada data dan fakta, apa yang mau dilihat? Jadi LSM bukan tutup mata,&quot; ujarnya.&amp;nbsp;
Sebelumnya, Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut beberapa LSM tak peduli atas kecurangan yang terjadi dalam pemilu.
&quot;Kami melihat kelompok masyarakat sipil, LSM, nyaris tutup mata dengan fakta-fakta kecurangan,&quot; ucap Dahnil, Selasa (23/4).
Menanggapi itu, Emrus mengatakan perlunya data dan fakta awal yang bisa dijadikan bukti awal dugaan kecurangan itu.
&quot;Jika LSM-LSM tidak menemukan kecurangan, apa harus dipaksakan ada kecurangan? Di mana tutup matanya? Apalagi LSM-LSM juga sudah memberi evaluasi terhadap jalannya pemilu kepada KPU,&quot; ucap Emrus.</content:encoded></item></channel></rss>
