<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TKN Undang BPN Prabowo Lihat Pusat Rekapitulasi Suara Jokowi-Ma'ruf</title><description>Menurut Hasto, setelah perwakilan dari BPN hadir, maka giliran berikutnya TKN yang datang ke pusat hitung BPN.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/25/605/2047941/tkn-undang-bpn-prabowo-lihat-pusat-rekapitulasi-suara-jokowi-ma-ruf</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/04/25/605/2047941/tkn-undang-bpn-prabowo-lihat-pusat-rekapitulasi-suara-jokowi-ma-ruf"/><item><title>TKN Undang BPN Prabowo Lihat Pusat Rekapitulasi Suara Jokowi-Ma'ruf</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/25/605/2047941/tkn-undang-bpn-prabowo-lihat-pusat-rekapitulasi-suara-jokowi-ma-ruf</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/04/25/605/2047941/tkn-undang-bpn-prabowo-lihat-pusat-rekapitulasi-suara-jokowi-ma-ruf</guid><pubDate>Kamis 25 April 2019 15:05 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/25/605/2047941/tkn-undang-bpn-prabowo-lihat-pusat-rekapitulasi-suara-jokowi-ma-ruf-uUDP66wVt2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/25/605/2047941/tkn-undang-bpn-prabowo-lihat-pusat-rekapitulasi-suara-jokowi-ma-ruf-uUDP66wVt2.jpg</image><title>Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin melalui Pusat Rekapitulasi Suara Jokowi-Amin (Jamin) Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) PDI Perjuangan mengundang perwakilan BPN Prabowo-Sandi untuk melihat sistem rekapitulasi yang dilakukan berdasarkan dokumen autentik C1.
&quot;Kami undang lima personel, yakni dua dari BPN dan tiga dari pengamat politik, serta disaksikan oleh media dan perwakilan mahasiswa,&quot; kata Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto melalui pernyataan tertulisnya, di Jakarta seperti dikutip Antaranews, Kamis (25/4/2019).
Menurut Hasto, setelah perwakilan dari BPN hadir, maka giliran berikutnya TKN yang datang ke pusat hitung BPN. &quot;Biar rakyat tahu, mana yang klaim dengan bukti, dan pihak mana yang memprovokasi,&quot; katanya.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Jubir BPN Bilang 13 Juta Orang Gila Nyoblos, KPU: Bukan Orang Gila &amp;amp; Angkanya Juga Hoaks!)&amp;nbsp;
Pada kesempatan tersebut, Hasto menyatakan, PDI Perjuangan mengimbau capres 02 Prabowo Subianto untuk menghentikan klaim kemenangan secara sepihak tanpa pernah menunjukkan bukti rekapitulasi hasil penghitungan suara riil Pemilu 2019.
&quot;Prabowo mengklaim kemenangan sepihak, tapi tidak pernah menunjukkan hasil rekapitulasi penghitungan suara riil Pemilu 2019, berdasarkan data C1,&quot; katanya.

Menurut Hasto, PDI Perjuangan mendapat informasi bahwa BPN Prabowo-Sandiaga sedang melobi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), untuk mendapatkan dokumen C1.
&quot;BPN juga tidak kompak dengan menyebutkan tempat di mana rekapitulasi suara dilakukan. Karena itu, wajar jika publik menuduh klaim kemenangan yang dilakukan Prabowo hanya tindakan provokasi tanpa bukti,&quot; katanya.
(Baca Juga:&amp;nbsp;BPN Prabowo-Sandi Gelar Rapat Pleno Sikapi Indikasi Pelanggaran Pemilu)&amp;nbsp;
Menurut Hasto, PDI Perjuangan mengingatkan bahwa nilai kejujuran adalah indikator moral yang sederhana dalam politik. &quot;Dengan sikap BPN yang tidak mau transparan dalam rekapitulasi suara, tidak bersedia diaudit, dan klaim sepihak kemenangan tanpa bukti, menjadi indikasi kebohongan dalam politik,&quot; katanya.
Hasto menegaskan, proses kampanye yang panjang selama delapan bulan, dan hasil hitung cepat yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan sudah dilakukan, maka kemenangan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin, sudah semakin pasti. &quot;Tinggal menunggu hasil penghitungan suara secara manual dan keputusan KPU,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin melalui Pusat Rekapitulasi Suara Jokowi-Amin (Jamin) Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) PDI Perjuangan mengundang perwakilan BPN Prabowo-Sandi untuk melihat sistem rekapitulasi yang dilakukan berdasarkan dokumen autentik C1.
&quot;Kami undang lima personel, yakni dua dari BPN dan tiga dari pengamat politik, serta disaksikan oleh media dan perwakilan mahasiswa,&quot; kata Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto melalui pernyataan tertulisnya, di Jakarta seperti dikutip Antaranews, Kamis (25/4/2019).
Menurut Hasto, setelah perwakilan dari BPN hadir, maka giliran berikutnya TKN yang datang ke pusat hitung BPN. &quot;Biar rakyat tahu, mana yang klaim dengan bukti, dan pihak mana yang memprovokasi,&quot; katanya.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Jubir BPN Bilang 13 Juta Orang Gila Nyoblos, KPU: Bukan Orang Gila &amp;amp; Angkanya Juga Hoaks!)&amp;nbsp;
Pada kesempatan tersebut, Hasto menyatakan, PDI Perjuangan mengimbau capres 02 Prabowo Subianto untuk menghentikan klaim kemenangan secara sepihak tanpa pernah menunjukkan bukti rekapitulasi hasil penghitungan suara riil Pemilu 2019.
&quot;Prabowo mengklaim kemenangan sepihak, tapi tidak pernah menunjukkan hasil rekapitulasi penghitungan suara riil Pemilu 2019, berdasarkan data C1,&quot; katanya.

Menurut Hasto, PDI Perjuangan mendapat informasi bahwa BPN Prabowo-Sandiaga sedang melobi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), untuk mendapatkan dokumen C1.
&quot;BPN juga tidak kompak dengan menyebutkan tempat di mana rekapitulasi suara dilakukan. Karena itu, wajar jika publik menuduh klaim kemenangan yang dilakukan Prabowo hanya tindakan provokasi tanpa bukti,&quot; katanya.
(Baca Juga:&amp;nbsp;BPN Prabowo-Sandi Gelar Rapat Pleno Sikapi Indikasi Pelanggaran Pemilu)&amp;nbsp;
Menurut Hasto, PDI Perjuangan mengingatkan bahwa nilai kejujuran adalah indikator moral yang sederhana dalam politik. &quot;Dengan sikap BPN yang tidak mau transparan dalam rekapitulasi suara, tidak bersedia diaudit, dan klaim sepihak kemenangan tanpa bukti, menjadi indikasi kebohongan dalam politik,&quot; katanya.
Hasto menegaskan, proses kampanye yang panjang selama delapan bulan, dan hasil hitung cepat yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan sudah dilakukan, maka kemenangan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin, sudah semakin pasti. &quot;Tinggal menunggu hasil penghitungan suara secara manual dan keputusan KPU,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
