<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal TPF Kecurangan Pemilu, Sandiaga: Harus Independen Bukan dari Paslon</title><description>Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno mendukung penuh wacana soal pembentukan TPF kecurangan Pemilu 2019.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/25/605/2048025/soal-tpf-kecurangan-pemilu-sandiaga-harus-independen-bukan-dari-paslon</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/04/25/605/2048025/soal-tpf-kecurangan-pemilu-sandiaga-harus-independen-bukan-dari-paslon"/><item><title>Soal TPF Kecurangan Pemilu, Sandiaga: Harus Independen Bukan dari Paslon</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/25/605/2048025/soal-tpf-kecurangan-pemilu-sandiaga-harus-independen-bukan-dari-paslon</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/04/25/605/2048025/soal-tpf-kecurangan-pemilu-sandiaga-harus-independen-bukan-dari-paslon</guid><pubDate>Kamis 25 April 2019 17:51 WIB</pubDate><dc:creator>Hambali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/25/605/2048025/soal-tpf-kecurangan-pemilu-sandiaga-harus-independen-bukan-dari-paslon-aFQw7dU1Ft.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cawapres Nomor Urut 02 Sandiaga Salahudin Uno saat Ditemui di Cirendeu, Ciputat, Tangerang Selatan (foto: Hambali/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/25/605/2048025/soal-tpf-kecurangan-pemilu-sandiaga-harus-independen-bukan-dari-paslon-aFQw7dU1Ft.jpg</image><title>Cawapres Nomor Urut 02 Sandiaga Salahudin Uno saat Ditemui di Cirendeu, Ciputat, Tangerang Selatan (foto: Hambali/Okezone)</title></images><description>TANGERANG SELATAN - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno mendukung penuh wacana soal pembentukan Tim Pencari Fakta (TPF) kecurangan Pemilu 2019. Asalkan, tim itu berisikan murni masyarakat dan bukan mewakili Pasangan calon (Paslon) kubu 01 maupun 02.

Menurut Sandi, keberadaan TPF harus betul-betul dari masyarakat yang menginginkan keadilan dalam penyelenggaraan Pemilu. Sehingga diharapkan, temuan dan hasilnya objektif dan tidak dipolitisasi.

Baca Juga:&amp;nbsp;Ada Usul Bentuk TPF Kecurangan Pemilu, TKN: Kami Tetap Percaya KPU&amp;nbsp;
&quot;Jangan dari inisiasi masing-masing pasangan calon (paslon). Harus betul-betul dari masyarakat. Sehingga teman-teman dari sini kan tadi bertanya, kalau ke tim yang independen itu Insya Allah saya mendukung. Kita memiliki prasangka baik, bahwa tim independen tersebut akan membantu kinerja dari Bawaslu, kinerja dari penyelenggara Pemilu,&quot; terang Sandi di Cirendeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Kamis (25/4/2019).

Menurut Sandi, akan menjadi bias dan subjektif jika tim pencari fakta beranggotakan dari kubu yang tengah bertarung dalam Pemilu. Padahal sejatinya tim tersebut akan membantu kinerja dari Bawaslu, karena nanti bukan hanya penyelenggara Pemilu yang menindaklanjuti tapi juga ada tim yang dipercayai sebagai bagian dari civil society.

&quot;Sekarang kan makin banyak anggota masyarakat yang mengungkapkan temuan-temuan itu. Alangkah baiknya kalau mereka yang mengorganisasikan secara independen tim tersebut, sehingga keyakinan kita semakin tebal,&quot; sambungnya.
&amp;nbsp;
Dikatakan Sandi, segala upaya harus dilakukan demi menjaga ikhtiar dalam mengawal Pemilu yang jujur dan adil. Dia menyebutkan, beberapa anomali-anomali di lapangan nantinya bisa disampaikan melalui 3 jalur, yaitu kepada Badan Pemenangan Pemilu (BPN) 02, Bawaslu, dan rencana dibentuknya Tim Pencari Fakta Independen.

&quot;Kita ingin bahwa, tentunya Pemilu ini memiliki satu keyakinan dari masyarakat beyond any reasonable, bahwa Pemilu ini jujur dan adil,&quot; ujar dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kemendagri Sebut E-Voting Bisa Atasi Kerumitan Pemilu 2019</description><content:encoded>TANGERANG SELATAN - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno mendukung penuh wacana soal pembentukan Tim Pencari Fakta (TPF) kecurangan Pemilu 2019. Asalkan, tim itu berisikan murni masyarakat dan bukan mewakili Pasangan calon (Paslon) kubu 01 maupun 02.

Menurut Sandi, keberadaan TPF harus betul-betul dari masyarakat yang menginginkan keadilan dalam penyelenggaraan Pemilu. Sehingga diharapkan, temuan dan hasilnya objektif dan tidak dipolitisasi.

Baca Juga:&amp;nbsp;Ada Usul Bentuk TPF Kecurangan Pemilu, TKN: Kami Tetap Percaya KPU&amp;nbsp;
&quot;Jangan dari inisiasi masing-masing pasangan calon (paslon). Harus betul-betul dari masyarakat. Sehingga teman-teman dari sini kan tadi bertanya, kalau ke tim yang independen itu Insya Allah saya mendukung. Kita memiliki prasangka baik, bahwa tim independen tersebut akan membantu kinerja dari Bawaslu, kinerja dari penyelenggara Pemilu,&quot; terang Sandi di Cirendeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Kamis (25/4/2019).

Menurut Sandi, akan menjadi bias dan subjektif jika tim pencari fakta beranggotakan dari kubu yang tengah bertarung dalam Pemilu. Padahal sejatinya tim tersebut akan membantu kinerja dari Bawaslu, karena nanti bukan hanya penyelenggara Pemilu yang menindaklanjuti tapi juga ada tim yang dipercayai sebagai bagian dari civil society.

&quot;Sekarang kan makin banyak anggota masyarakat yang mengungkapkan temuan-temuan itu. Alangkah baiknya kalau mereka yang mengorganisasikan secara independen tim tersebut, sehingga keyakinan kita semakin tebal,&quot; sambungnya.
&amp;nbsp;
Dikatakan Sandi, segala upaya harus dilakukan demi menjaga ikhtiar dalam mengawal Pemilu yang jujur dan adil. Dia menyebutkan, beberapa anomali-anomali di lapangan nantinya bisa disampaikan melalui 3 jalur, yaitu kepada Badan Pemenangan Pemilu (BPN) 02, Bawaslu, dan rencana dibentuknya Tim Pencari Fakta Independen.

&quot;Kita ingin bahwa, tentunya Pemilu ini memiliki satu keyakinan dari masyarakat beyond any reasonable, bahwa Pemilu ini jujur dan adil,&quot; ujar dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kemendagri Sebut E-Voting Bisa Atasi Kerumitan Pemilu 2019</content:encoded></item></channel></rss>
