<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPK Tangkap 6 Orang dalam OTT Bupati Talaud Sri Wahyumi </title><description>Bupati Talaud Sri Wahyumi dan lima orang lainnya terjaring OTT KPK di Jakarta dan Sulawesi Utara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/30/337/2049791/kpk-tangkap-6-orang-dalam-ott-bupati-talaud-sri-wahyumi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/04/30/337/2049791/kpk-tangkap-6-orang-dalam-ott-bupati-talaud-sri-wahyumi"/><item><title>KPK Tangkap 6 Orang dalam OTT Bupati Talaud Sri Wahyumi </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/04/30/337/2049791/kpk-tangkap-6-orang-dalam-ott-bupati-talaud-sri-wahyumi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/04/30/337/2049791/kpk-tangkap-6-orang-dalam-ott-bupati-talaud-sri-wahyumi</guid><pubDate>Selasa 30 April 2019 13:31 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/30/337/2049791/kpk-tangkap-6-orang-dalam-ott-bupati-talaud-sri-wahyuni-qJF3TQYr9C.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Ketua KPK Laode M Syarif (Aprilio/ANTARA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/30/337/2049791/kpk-tangkap-6-orang-dalam-ott-bupati-talaud-sri-wahyuni-qJF3TQYr9C.jpg</image><title>Wakil Ketua KPK Laode M Syarif (Aprilio/ANTARA)</title></images><description>JAKARTA - Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan enam orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilancarkand ari Senin 29 April kemarin hingga siang tadi. Satu di antaranya yang terciduk adalah Bupati Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sri Wahyumi Maria Manalip.
Wakil Ketua KPK Laode M Syarief menjelaskan, keenam orang itu terjaring dalam operasi senyap KPK di Jakarta dan Sulawesi Utara.
&quot;Kegiatan ini bagian dari rangkaian OTT sejak menjelang tengah malam Senin 29 April 2019 di Jakarta. Tim mengamankan empat orang pihak swasta di Jakarta dan saat ini sudah berada di Kantor KPK untuk menjalani pemeriksaan,&quot; kata Syarief saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (30/4/2019).
Bupati Talaud Sri Wahyuni bersama tim KPK (Istimewa)
Sementara itu, di wilayah Sulut, tim lembaga antirasuah melakukan penangkapan terhadap dua orang lainnya yang terkait dengan hal ini. Salah satunya diduga Bupati Talaud Sri Wahyumi.
&quot;KPK mengamankan 2 orang dari daerah tersebut termasuk unsur Kepala Daerah,&quot; ucap Syarief.
Menurut Syarief, operasi senyap tersebut dilakukan lantaran adanya transaksi yang berkaitan pada praktik korupsi terkait dengan pengadaan dan sejumlah proyek di Talaud.
&quot;Mereka sedang dalam perjalanan ke kantor KPK di Jakarta,&quot; tutur Syarief.</description><content:encoded>JAKARTA - Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan enam orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilancarkand ari Senin 29 April kemarin hingga siang tadi. Satu di antaranya yang terciduk adalah Bupati Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sri Wahyumi Maria Manalip.
Wakil Ketua KPK Laode M Syarief menjelaskan, keenam orang itu terjaring dalam operasi senyap KPK di Jakarta dan Sulawesi Utara.
&quot;Kegiatan ini bagian dari rangkaian OTT sejak menjelang tengah malam Senin 29 April 2019 di Jakarta. Tim mengamankan empat orang pihak swasta di Jakarta dan saat ini sudah berada di Kantor KPK untuk menjalani pemeriksaan,&quot; kata Syarief saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (30/4/2019).
Bupati Talaud Sri Wahyuni bersama tim KPK (Istimewa)
Sementara itu, di wilayah Sulut, tim lembaga antirasuah melakukan penangkapan terhadap dua orang lainnya yang terkait dengan hal ini. Salah satunya diduga Bupati Talaud Sri Wahyumi.
&quot;KPK mengamankan 2 orang dari daerah tersebut termasuk unsur Kepala Daerah,&quot; ucap Syarief.
Menurut Syarief, operasi senyap tersebut dilakukan lantaran adanya transaksi yang berkaitan pada praktik korupsi terkait dengan pengadaan dan sejumlah proyek di Talaud.
&quot;Mereka sedang dalam perjalanan ke kantor KPK di Jakarta,&quot; tutur Syarief.</content:encoded></item></channel></rss>
