<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Botaki Pelaku Kericuhan May Day di Bandung</title><description>Kelompok masyarakat yang melakukan aksi ricuh saat May Day di Bandung dikumpulkan di halaman Mapolrestabes Bandung</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/01/525/2050326/polisi-botaki-pelaku-kericuhan-may-day-di-bandung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/05/01/525/2050326/polisi-botaki-pelaku-kericuhan-may-day-di-bandung"/><item><title>Polisi Botaki Pelaku Kericuhan May Day di Bandung</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/01/525/2050326/polisi-botaki-pelaku-kericuhan-may-day-di-bandung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/05/01/525/2050326/polisi-botaki-pelaku-kericuhan-may-day-di-bandung</guid><pubDate>Rabu 01 Mei 2019 18:56 WIB</pubDate><dc:creator>CDB Yudistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/01/525/2050326/polisi-botaki-pelaku-kericuhan-may-day-di-bandung-lanPDUuRMK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelaku Kericuhan May Day di Bandung Dibotaki Polisi (Foto: CDB Yudistira/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/01/525/2050326/polisi-botaki-pelaku-kericuhan-may-day-di-bandung-lanPDUuRMK.jpg</image><title>Pelaku Kericuhan May Day di Bandung Dibotaki Polisi (Foto: CDB Yudistira/Okezone)</title></images><description>BANDUNG - Kelompok masyarakat yang melakukan aksi ricuh saat May Day di Bandung dikumpulkan di halaman Mapolrestabes Bandung, Rabu (1/5/2019).
Polisi mendata orang-orang tersebut. Terlihat rambut mereka pun diplotosi. Rata-rata mereka berusia 15 tahun hingga 25 tahun. Selain laki-laki, kurang dari 10 orang perempuan turut diamankan.
Mereka juga membawa kertas tebal yang sudah dipotong&amp;lrm;-potong dengan tulisan memprovokasi polisi.
Satu diantaranya diketahui bernama Ian (18) warga Kota Bandung. Ia mengetahui aksi ini diikutinya setelah mendapat informasi di media sosial.
&quot;Tadinya mau long march dari Taman Cikapayang ke Gedung Sate,&quot; kata dia.
Baca Juga: Jurnalis Dianiaya Polisi saat Liput Aksi May Day di Bandung

Seperti diketahui, aksi May Day di Bandung, sempat terjadi kericuhan antar polisi dan kelompok pendemo. Namun kericuhan berhasil diredam polisi.
&quot;Mereka ini bukan buruh, latar belakang mereka ada yang pelajar, mahasiswa dan pengangguran,&quot; ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema, sebelumnya.
Irman mengatakan, polisi sengaja membatasi kelompok tersebut yang diduga akan menyusup kepada rombongan buruh yang tengah demonstrasi di Gedung Sate.
&quot;Ada kelompok beridentik berpakaian hitam-hitam. Mereka bukan buruh yah, tapi kelompok ini menyusup untuk timbulkan gesekan,&quot; katanya.</description><content:encoded>BANDUNG - Kelompok masyarakat yang melakukan aksi ricuh saat May Day di Bandung dikumpulkan di halaman Mapolrestabes Bandung, Rabu (1/5/2019).
Polisi mendata orang-orang tersebut. Terlihat rambut mereka pun diplotosi. Rata-rata mereka berusia 15 tahun hingga 25 tahun. Selain laki-laki, kurang dari 10 orang perempuan turut diamankan.
Mereka juga membawa kertas tebal yang sudah dipotong&amp;lrm;-potong dengan tulisan memprovokasi polisi.
Satu diantaranya diketahui bernama Ian (18) warga Kota Bandung. Ia mengetahui aksi ini diikutinya setelah mendapat informasi di media sosial.
&quot;Tadinya mau long march dari Taman Cikapayang ke Gedung Sate,&quot; kata dia.
Baca Juga: Jurnalis Dianiaya Polisi saat Liput Aksi May Day di Bandung

Seperti diketahui, aksi May Day di Bandung, sempat terjadi kericuhan antar polisi dan kelompok pendemo. Namun kericuhan berhasil diredam polisi.
&quot;Mereka ini bukan buruh, latar belakang mereka ada yang pelajar, mahasiswa dan pengangguran,&quot; ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema, sebelumnya.
Irman mengatakan, polisi sengaja membatasi kelompok tersebut yang diduga akan menyusup kepada rombongan buruh yang tengah demonstrasi di Gedung Sate.
&quot;Ada kelompok beridentik berpakaian hitam-hitam. Mereka bukan buruh yah, tapi kelompok ini menyusup untuk timbulkan gesekan,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
