<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sistem Pelaporan Dana Kampanye Dinilai Kuno, Sandi Curiga Hal Serupa pada Penghitungan Suara</title><description>Ini seperti yang saya lakukan 25 tahun lalu pas saya masih kuliah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/02/605/2050728/sistem-pelaporan-dana-kampanye-dinilai-kuno-sandi-curiga-hal-serupa-pada-penghitungan-suara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/05/02/605/2050728/sistem-pelaporan-dana-kampanye-dinilai-kuno-sandi-curiga-hal-serupa-pada-penghitungan-suara"/><item><title>Sistem Pelaporan Dana Kampanye Dinilai Kuno, Sandi Curiga Hal Serupa pada Penghitungan Suara</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/02/605/2050728/sistem-pelaporan-dana-kampanye-dinilai-kuno-sandi-curiga-hal-serupa-pada-penghitungan-suara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/05/02/605/2050728/sistem-pelaporan-dana-kampanye-dinilai-kuno-sandi-curiga-hal-serupa-pada-penghitungan-suara</guid><pubDate>Kamis 02 Mei 2019 18:30 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/02/605/2050728/sistem-pelaporan-dana-kampanye-dinilai-kuno-sandi-curiga-hal-serupa-pada-penghitungan-suara-IUA7f5EjJQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sandi lapor dana kampanye Pilpres 2019 ke KPU (Foto: Achmad/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/02/605/2050728/sistem-pelaporan-dana-kampanye-dinilai-kuno-sandi-curiga-hal-serupa-pada-penghitungan-suara-IUA7f5EjJQ.jpg</image><title>Sandi lapor dana kampanye Pilpres 2019 ke KPU (Foto: Achmad/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno menilai sistem pelaporan dana kampanye Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI kuno. Diketahui, Sandiaga melaporkan sendiri Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) Pilpres 2019 yang menalan biaya sebesar Rp213,2 miliar ke KPU.
&quot;Sudah mengalami tujuh kali masa update perubahan Microsof Exel versi 13.0, 17.0, versi 18.0, 19.01, 19. 02, 10.0 dan 10.1. Karena sistemnya tak berjalan yang sudah diupgrade sebanyak tujuh kali,&quot; katanya kepada wartawan, Kamis (2/5/2019).
Karena sistemnya tidak memadai, Sandi mengatakan harus menyusun laporan secara manual. Hal ini mengingatkan dirinya menginput data semasa dirinya kuliah.

(Baca Juga: Momen AHY Naik Mobil B 2024 saat Bertemu Jokowi di Istana Merdeka)
&quot;Tiga hari terakhir akhirnya kami menyusun secara manual, dengan sistem spradsheet excel. Seperti yang saya lakukan 25 tahun lalu pas saya masih kuliah,&quot; ujarnya.
Dilihat dari sistem penerimaan dana kampanye uang sudah kuno, Sandi pun beranggapan bukan tidak mungkin sistem yang lain ketinggalaan zaman juga.
&quot;Kami tak bisa membayangkan sistem lain seperti penghitungan data real count. Itu yang kami sampaikan, kita mengalami kendala di pelaporan dana kampanye. Kita renungi, perbaiki dan pastikan pemilu ini jujur dan adil seperti keinginan masyarakat,&quot; tuturnya.


</description><content:encoded>JAKARTA - Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno menilai sistem pelaporan dana kampanye Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI kuno. Diketahui, Sandiaga melaporkan sendiri Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) Pilpres 2019 yang menalan biaya sebesar Rp213,2 miliar ke KPU.
&quot;Sudah mengalami tujuh kali masa update perubahan Microsof Exel versi 13.0, 17.0, versi 18.0, 19.01, 19. 02, 10.0 dan 10.1. Karena sistemnya tak berjalan yang sudah diupgrade sebanyak tujuh kali,&quot; katanya kepada wartawan, Kamis (2/5/2019).
Karena sistemnya tidak memadai, Sandi mengatakan harus menyusun laporan secara manual. Hal ini mengingatkan dirinya menginput data semasa dirinya kuliah.

(Baca Juga: Momen AHY Naik Mobil B 2024 saat Bertemu Jokowi di Istana Merdeka)
&quot;Tiga hari terakhir akhirnya kami menyusun secara manual, dengan sistem spradsheet excel. Seperti yang saya lakukan 25 tahun lalu pas saya masih kuliah,&quot; ujarnya.
Dilihat dari sistem penerimaan dana kampanye uang sudah kuno, Sandi pun beranggapan bukan tidak mungkin sistem yang lain ketinggalaan zaman juga.
&quot;Kami tak bisa membayangkan sistem lain seperti penghitungan data real count. Itu yang kami sampaikan, kita mengalami kendala di pelaporan dana kampanye. Kita renungi, perbaiki dan pastikan pemilu ini jujur dan adil seperti keinginan masyarakat,&quot; tuturnya.


</content:encoded></item></channel></rss>
