<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dana Kampanye TKN Rp606 Miliar, Tak Ada Sumbangan dari Jokowi-Ma'ruf</title><description>Berikut jumlah dana kampanye yang diterima TKN Jokowi-Ma'ruf.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/02/605/2050759/dana-kampanye-tkn-rp606-miliar-tak-ada-sumbangan-dari-jokowi-ma-ruf</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/05/02/605/2050759/dana-kampanye-tkn-rp606-miliar-tak-ada-sumbangan-dari-jokowi-ma-ruf"/><item><title>Dana Kampanye TKN Rp606 Miliar, Tak Ada Sumbangan dari Jokowi-Ma'ruf</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/02/605/2050759/dana-kampanye-tkn-rp606-miliar-tak-ada-sumbangan-dari-jokowi-ma-ruf</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/05/02/605/2050759/dana-kampanye-tkn-rp606-miliar-tak-ada-sumbangan-dari-jokowi-ma-ruf</guid><pubDate>Kamis 02 Mei 2019 19:16 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/02/605/2050759/dana-kampanye-tkn-rp606-miliar-tak-ada-sumbangan-dari-jokowi-ma-ruf-zXhHwQ1OyC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Fahreza/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/02/605/2050759/dana-kampanye-tkn-rp606-miliar-tak-ada-sumbangan-dari-jokowi-ma-ruf-zXhHwQ1OyC.jpg</image><title>(Foto: Fahreza/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyerahkan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Dalam laporannya itu, TKN memperoleh penerimaan dana Rp606 miliar lebih.
&quot;Total penerimaan adalah 606.784.634.772 (606 miliar lebih). Lalu pengeluarannya 601.355.468.300 (601 miliar lebih),&quot; kata Bendahara TKN, Sakti Wahyu Trenggono di Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2019).

Trenggono menuturkan, penerimaan dalam bentuk barang sebesar Rp3.782.699.170. Adapun pengeluaran terbanyak TKN diperuntukkan untuk biaya operasional, yakni sebesar Rp597. 923. 538.119.
(Baca juga: Dana Kampanye BPN Rp213,2 Miliar, Paling Besar dari Sandiaga)
&quot;Penerimaan itu terdiri dari penerimaan dari parpol, jadi beberapa parpol menyumbang pada kita sebesar Rp79 miliar sekian sekian, tepatnya Rp79.735.699.000,&quot; ujar dia.
Trenggono menambahkan, ada pula sumbangan dari 17 kelompok sebesar Rp251 miliar, sumbangan dari 252 orang Rp21,8 miliar, dan sumbangan dari 40 perusahaan sebesar Rp253,9 miliar.
&quot;(Sumbangan dari) paslon tidak ada. Yang paling besar dari perusahaan, pengusaha,&quot; ungkap Trenggono.
</description><content:encoded>JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyerahkan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Dalam laporannya itu, TKN memperoleh penerimaan dana Rp606 miliar lebih.
&quot;Total penerimaan adalah 606.784.634.772 (606 miliar lebih). Lalu pengeluarannya 601.355.468.300 (601 miliar lebih),&quot; kata Bendahara TKN, Sakti Wahyu Trenggono di Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2019).

Trenggono menuturkan, penerimaan dalam bentuk barang sebesar Rp3.782.699.170. Adapun pengeluaran terbanyak TKN diperuntukkan untuk biaya operasional, yakni sebesar Rp597. 923. 538.119.
(Baca juga: Dana Kampanye BPN Rp213,2 Miliar, Paling Besar dari Sandiaga)
&quot;Penerimaan itu terdiri dari penerimaan dari parpol, jadi beberapa parpol menyumbang pada kita sebesar Rp79 miliar sekian sekian, tepatnya Rp79.735.699.000,&quot; ujar dia.
Trenggono menambahkan, ada pula sumbangan dari 17 kelompok sebesar Rp251 miliar, sumbangan dari 252 orang Rp21,8 miliar, dan sumbangan dari 40 perusahaan sebesar Rp253,9 miliar.
&quot;(Sumbangan dari) paslon tidak ada. Yang paling besar dari perusahaan, pengusaha,&quot; ungkap Trenggono.
</content:encoded></item></channel></rss>
