<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ijtima Ulama Minta KPU Diskualifikasi Jokowi, Pramono: Itu Berlebihan</title><description>Apapun itu, kita harus pada posisi yang jelas, clear. Tak perlu lagi diinterprestasikan di luar itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/03/605/2051060/ijtima-ulama-minta-kpu-diskualifikasi-jokowi-pramono-itu-berlebihan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/05/03/605/2051060/ijtima-ulama-minta-kpu-diskualifikasi-jokowi-pramono-itu-berlebihan"/><item><title>Ijtima Ulama Minta KPU Diskualifikasi Jokowi, Pramono: Itu Berlebihan</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/03/605/2051060/ijtima-ulama-minta-kpu-diskualifikasi-jokowi-pramono-itu-berlebihan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/05/03/605/2051060/ijtima-ulama-minta-kpu-diskualifikasi-jokowi-pramono-itu-berlebihan</guid><pubDate>Jum'at 03 Mei 2019 14:16 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/03/605/2051060/ijtima-ulama-minta-kpu-diskualifikasi-jokowi-pramono-itu-berlebihan-EJgFY4la3e.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pramono Anung</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/03/605/2051060/ijtima-ulama-minta-kpu-diskualifikasi-jokowi-pramono-itu-berlebihan-EJgFY4la3e.jpg</image><title>Pramono Anung</title></images><description>JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan Pramono Anung menilai hasil ijtima ulama III yang merekomendasikan agar KPU mendiskualifikasi capres dan cawapres Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin merupakan hal yang berlebihan.

&quot;Ya itu terlalu berlebihan,&quot; kata Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (3/5/2019).

Menurut Pramono, instrumen dalam pesta demokrasi Pemilu serentak 2019 sudah jelas karena adanya UU yang mengatur bahwa KPU merupakan satu-satunya penyelenggara Pemilu yang sah.


(Baca Juga: TKN: Suara Jokowi di Real Count Lebih Tinggi Dibanding Quick Count)

Sehingga, rekomendasi ijtima ulama bukan merupakan instrumen yang diatur oleh UU dalam kontestasi pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

&quot;Apapun itu, kita harus pada posisi yang jelas, clear. Tak perlu lagi diinterprestasikan di luar itu,&quot; jelasnya.

Seskab di Kabinet Kerja Jokowi-JK itu menerangkan bahwa pengalaman demokrasi Indonesia memang selalu mempunya dinamika dan ketegangan usai Pilpres. Kendati demikian, ia menyakini bahwa usai kontestasi maka seluruh pihak akan menerima apapun keputusan dari KPU.

&quot;Siapapun pasti akan mengikuti. Jadi sekarang ini ya bunga-bunga demokrasi, yang terjadi bunga-bunga demokrasi. Kita nikmatilah. Apapun bunga itu kan pasti beraneka ragam,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan Pramono Anung menilai hasil ijtima ulama III yang merekomendasikan agar KPU mendiskualifikasi capres dan cawapres Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin merupakan hal yang berlebihan.

&quot;Ya itu terlalu berlebihan,&quot; kata Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (3/5/2019).

Menurut Pramono, instrumen dalam pesta demokrasi Pemilu serentak 2019 sudah jelas karena adanya UU yang mengatur bahwa KPU merupakan satu-satunya penyelenggara Pemilu yang sah.


(Baca Juga: TKN: Suara Jokowi di Real Count Lebih Tinggi Dibanding Quick Count)

Sehingga, rekomendasi ijtima ulama bukan merupakan instrumen yang diatur oleh UU dalam kontestasi pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

&quot;Apapun itu, kita harus pada posisi yang jelas, clear. Tak perlu lagi diinterprestasikan di luar itu,&quot; jelasnya.

Seskab di Kabinet Kerja Jokowi-JK itu menerangkan bahwa pengalaman demokrasi Indonesia memang selalu mempunya dinamika dan ketegangan usai Pilpres. Kendati demikian, ia menyakini bahwa usai kontestasi maka seluruh pihak akan menerima apapun keputusan dari KPU.

&quot;Siapapun pasti akan mengikuti. Jadi sekarang ini ya bunga-bunga demokrasi, yang terjadi bunga-bunga demokrasi. Kita nikmatilah. Apapun bunga itu kan pasti beraneka ragam,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
