<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Komisioner KPU Serahkan Santunan ke Keluarga dari Petugas KPPS yang Gugur</title><description>Kita sudah hadir di dua rumah di Tangsel. Ini bentuk belansungkawa kita dalam bentuk santunan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/03/606/2051094/komisioner-kpu-serahkan-santunan-ke-keluarga-dari-petugas-kpps-yang-gugur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/05/03/606/2051094/komisioner-kpu-serahkan-santunan-ke-keluarga-dari-petugas-kpps-yang-gugur"/><item><title>Komisioner KPU Serahkan Santunan ke Keluarga dari Petugas KPPS yang Gugur</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/03/606/2051094/komisioner-kpu-serahkan-santunan-ke-keluarga-dari-petugas-kpps-yang-gugur</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/05/03/606/2051094/komisioner-kpu-serahkan-santunan-ke-keluarga-dari-petugas-kpps-yang-gugur</guid><pubDate>Jum'at 03 Mei 2019 15:00 WIB</pubDate><dc:creator>Hambali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/03/606/2051094/komisioner-kpu-serahkan-santunan-ke-keluarga-dari-petugas-kpps-yang-gugur-rNp8XquSD8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Komisioner KPU serahkan santunan pada keluarga dari anggota KPPS yang gugur saat jalankan tugas (Foto: Hambali/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/03/606/2051094/komisioner-kpu-serahkan-santunan-ke-keluarga-dari-petugas-kpps-yang-gugur-rNp8XquSD8.jpg</image><title>Komisioner KPU serahkan santunan pada keluarga dari anggota KPPS yang gugur saat jalankan tugas (Foto: Hambali/Okezone)</title></images><description>TANGERANG SELATAN - Komisioner Pemilihan Umum (KPU) RI menyambangi kediaman 2 petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia saat menjalankan tugasnya di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (13/5/2019).
Dua petugas itu adalah Almarhum Mangsud, anggota KPPS Pakujaya yang tinggal di Kampung Buaran, Jalan Swadaya, RT05 RW02, Pakujaya, Serpong Utara. Lalu dilanjutkan ke kediaman Almarhum Hanafi, Ketua KPPS 50 Jurang Mangu Timur, di Pondok Betung, Gang Al Falah RT06 RW05, Jurang Mangu Timur, Pondok Aren.
Komisioner KPU RI, Evi Novida Ginting Manik, menuturkan, hari ini pihaknya serentak mengunjungi 4 kediaman KPPS yang meninggal dunia akibat kelelahan usai menjalani tugasnya. Dua di antaranya bertugas di Tangsel, sedang 2 lainnya di Jakarta.
&quot;Kita sudah hadir di dua rumah di Tangsel. Ini bentuk belansungkawa kita dalam bentuk santunan. Kemudian untuk lebih lanjut, kepada yang lainnya akan kita lakukan hal yang sama, tetapi tidak langsung, kita berikan kepada KPU Provinsi untuk melakukannya,&quot; katanya usai memberi santunan.
Ilustrasi karangan bunga untuk anggota KPPS yang gugur
(Baca Juga: KPU DKI Targetkan 8 Mei Rekapitulasi Surat Suara Pemilu Rampung)
Menurut Evi, jumlah santunan bagi korban meninggal adalah Rp36 juta, lalu yang sakit sebesar Rp8 hingga 30 jutaan tergantung kondisi sakit yang diderita. Dalam teknis penyalurannya, lanjut dia, harus mengacu pada Petunjuk Teknis (Juknis) sehingga dapat dipertanggungjawabkan.
&quot;Kita sudah menyelesaikan Juknis, nanti tentu ada prasarat untuk dipenuhi dalam pemberian santunan ini. Kita harap teman-teman di daerah, Provinsi atau Kota mmbantu kita untuk memenuhinya, sehingga penyalurannya lebih cepat,&quot; imbuhnya.
Sementara, wajah duka masih terpancar dari wajah Tri Widanarti (49), istri Almarhum Hanafi. Selain kehilangan sang suami, perempuan paruh baya itu harus memikirkan nasib pendidikan kelak putri semata wayangnya, Sherly Ananda Rahmawati (16).
&quot;Saya masih suka menangis kalau diajak ngobrol. Putri saya masih pada sekolah,&quot; ucapnya.
Diceritakan Widanarti, semasa hidup Almarhum suaminya pernah menanyakan jenjang pendidikan yang akan ditempuh selanjutnya jika putrinya telah menyelesaikan studi di SMK Media Informatika. Ketika itu, Sherly menjawab akan meneruskan ke bangku kuliah sesuai jurusannya di SMK.
&quot;Dulu pernah menanyakan ke putri saya, mau lanjut kemana? terus dijawab mau kuliah. Jadi itu yang selalu saya ingat, maka nya uang santunan ini akan saya gunakan untuk menunaikan keinginan itu,&quot; tukasnya. (aky)</description><content:encoded>TANGERANG SELATAN - Komisioner Pemilihan Umum (KPU) RI menyambangi kediaman 2 petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia saat menjalankan tugasnya di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (13/5/2019).
Dua petugas itu adalah Almarhum Mangsud, anggota KPPS Pakujaya yang tinggal di Kampung Buaran, Jalan Swadaya, RT05 RW02, Pakujaya, Serpong Utara. Lalu dilanjutkan ke kediaman Almarhum Hanafi, Ketua KPPS 50 Jurang Mangu Timur, di Pondok Betung, Gang Al Falah RT06 RW05, Jurang Mangu Timur, Pondok Aren.
Komisioner KPU RI, Evi Novida Ginting Manik, menuturkan, hari ini pihaknya serentak mengunjungi 4 kediaman KPPS yang meninggal dunia akibat kelelahan usai menjalani tugasnya. Dua di antaranya bertugas di Tangsel, sedang 2 lainnya di Jakarta.
&quot;Kita sudah hadir di dua rumah di Tangsel. Ini bentuk belansungkawa kita dalam bentuk santunan. Kemudian untuk lebih lanjut, kepada yang lainnya akan kita lakukan hal yang sama, tetapi tidak langsung, kita berikan kepada KPU Provinsi untuk melakukannya,&quot; katanya usai memberi santunan.
Ilustrasi karangan bunga untuk anggota KPPS yang gugur
(Baca Juga: KPU DKI Targetkan 8 Mei Rekapitulasi Surat Suara Pemilu Rampung)
Menurut Evi, jumlah santunan bagi korban meninggal adalah Rp36 juta, lalu yang sakit sebesar Rp8 hingga 30 jutaan tergantung kondisi sakit yang diderita. Dalam teknis penyalurannya, lanjut dia, harus mengacu pada Petunjuk Teknis (Juknis) sehingga dapat dipertanggungjawabkan.
&quot;Kita sudah menyelesaikan Juknis, nanti tentu ada prasarat untuk dipenuhi dalam pemberian santunan ini. Kita harap teman-teman di daerah, Provinsi atau Kota mmbantu kita untuk memenuhinya, sehingga penyalurannya lebih cepat,&quot; imbuhnya.
Sementara, wajah duka masih terpancar dari wajah Tri Widanarti (49), istri Almarhum Hanafi. Selain kehilangan sang suami, perempuan paruh baya itu harus memikirkan nasib pendidikan kelak putri semata wayangnya, Sherly Ananda Rahmawati (16).
&quot;Saya masih suka menangis kalau diajak ngobrol. Putri saya masih pada sekolah,&quot; ucapnya.
Diceritakan Widanarti, semasa hidup Almarhum suaminya pernah menanyakan jenjang pendidikan yang akan ditempuh selanjutnya jika putrinya telah menyelesaikan studi di SMK Media Informatika. Ketika itu, Sherly menjawab akan meneruskan ke bangku kuliah sesuai jurusannya di SMK.
&quot;Dulu pernah menanyakan ke putri saya, mau lanjut kemana? terus dijawab mau kuliah. Jadi itu yang selalu saya ingat, maka nya uang santunan ini akan saya gunakan untuk menunaikan keinginan itu,&quot; tukasnya. (aky)</content:encoded></item></channel></rss>
