<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peziarah Ramai Kunjungi TPU Jeruk Purut, Pedagang Kembang Banjir Rezeki</title><description>Salah seorang pedagang kembang, Lela, mengaku dapat meraup Rp1,5 juta dalam sehari saat TPU Jeruk Purut ramai dikunjungi peziarah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/05/338/2051756/peziarah-ramai-kunjungi-tpu-jeruk-purut-pedagang-kembang-banjir-rezeki</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/05/05/338/2051756/peziarah-ramai-kunjungi-tpu-jeruk-purut-pedagang-kembang-banjir-rezeki"/><item><title>Peziarah Ramai Kunjungi TPU Jeruk Purut, Pedagang Kembang Banjir Rezeki</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/05/338/2051756/peziarah-ramai-kunjungi-tpu-jeruk-purut-pedagang-kembang-banjir-rezeki</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/05/05/338/2051756/peziarah-ramai-kunjungi-tpu-jeruk-purut-pedagang-kembang-banjir-rezeki</guid><pubDate>Minggu 05 Mei 2019 15:12 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/05/338/2051756/peziarah-ramai-kunjungi-tpu-jeruk-purut-pedagang-kembang-banjir-rezeki-6WAyfu8eP7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pedagang kembang di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan. (Foto : Muhamad Rizky/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/05/338/2051756/peziarah-ramai-kunjungi-tpu-jeruk-purut-pedagang-kembang-banjir-rezeki-6WAyfu8eP7.jpg</image><title>Pedagang kembang di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan. (Foto : Muhamad Rizky/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut, Jakarta Selatan, ramai dipadati warga yang hendak berziarah ke makam keluarganya. Tradisi yang kerap dilakukan ini tidak disia-siakan para pedagang bunga dadakan di areal pemakaman.

Salah satunya dilakukan oleh Lela (46) yang ikut berjualan. Ia mengaku tidak berjualan setiap hari, melainkan hanya momen tertentu, seperti jelang bulan suci Ramadan.

&quot;Iya enggak setiap hari jualan saya di sini. Setahun sekali aja karena mau puasa kan,&quot; kata Lela saat ditemui di lokasi, Minggu (5/5/2019).



Satu kantong kembang tabur, kata lela, biasa dijual dengan harga Rp5 ribu. Ia juga menjual air mawar yang per botolnya dihargai Rp5 ribu. Ia mengaku mendapat pemasukan besar saat TPU ramai dikunjungi oleh para peziarah.

&quot;Kalau lagi ramai bisa sampai Rp1,5 juta. Itu paling kalau hari libur kaya Sabtu Minggu kalau hari biasa paling seratus ribu,&quot; ucapnya.



Lela mengatakan, dirinya sudah berjualan bunga tersebut selama 15 tahun. Kebetulan orangtuanya juga bekerja di TPU tersebut. Menurutnya, hasil jualan itu lumayan untuk menambah kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga : Sambut Ramadan, Peziarah Ramai Kunjungi TPU Jeruk Purut

&quot;Ya ini kan kita dapat lumayan buat nambahin uang di rumah,&quot; katanya.

&amp;nbsp;Baca Juga : Sidang Isbat Awal Ramadan 1440 H, Kemenag Pantau Rukyatul Hilal di 102 Titik
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut, Jakarta Selatan, ramai dipadati warga yang hendak berziarah ke makam keluarganya. Tradisi yang kerap dilakukan ini tidak disia-siakan para pedagang bunga dadakan di areal pemakaman.

Salah satunya dilakukan oleh Lela (46) yang ikut berjualan. Ia mengaku tidak berjualan setiap hari, melainkan hanya momen tertentu, seperti jelang bulan suci Ramadan.

&quot;Iya enggak setiap hari jualan saya di sini. Setahun sekali aja karena mau puasa kan,&quot; kata Lela saat ditemui di lokasi, Minggu (5/5/2019).



Satu kantong kembang tabur, kata lela, biasa dijual dengan harga Rp5 ribu. Ia juga menjual air mawar yang per botolnya dihargai Rp5 ribu. Ia mengaku mendapat pemasukan besar saat TPU ramai dikunjungi oleh para peziarah.

&quot;Kalau lagi ramai bisa sampai Rp1,5 juta. Itu paling kalau hari libur kaya Sabtu Minggu kalau hari biasa paling seratus ribu,&quot; ucapnya.



Lela mengatakan, dirinya sudah berjualan bunga tersebut selama 15 tahun. Kebetulan orangtuanya juga bekerja di TPU tersebut. Menurutnya, hasil jualan itu lumayan untuk menambah kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga : Sambut Ramadan, Peziarah Ramai Kunjungi TPU Jeruk Purut

&quot;Ya ini kan kita dapat lumayan buat nambahin uang di rumah,&quot; katanya.

&amp;nbsp;Baca Juga : Sidang Isbat Awal Ramadan 1440 H, Kemenag Pantau Rukyatul Hilal di 102 Titik
</content:encoded></item></channel></rss>
