<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Mantan BIN Heran dengan Hasil Ijtima Ulama III Minta Diskualifikasi Jokowi-Ma'ruf   </title><description>Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (Purn) AM Hendropriyono mengaku merasa heran atas hasil ijtima ulama.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/06/605/2052223/mantan-bin-heran-dengan-hasil-ijtima-ulama-iii-minta-diskualifikasi-jokowi-ma-ruf</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/05/06/605/2052223/mantan-bin-heran-dengan-hasil-ijtima-ulama-iii-minta-diskualifikasi-jokowi-ma-ruf"/><item><title> Mantan BIN Heran dengan Hasil Ijtima Ulama III Minta Diskualifikasi Jokowi-Ma'ruf   </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/06/605/2052223/mantan-bin-heran-dengan-hasil-ijtima-ulama-iii-minta-diskualifikasi-jokowi-ma-ruf</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/05/06/605/2052223/mantan-bin-heran-dengan-hasil-ijtima-ulama-iii-minta-diskualifikasi-jokowi-ma-ruf</guid><pubDate>Senin 06 Mei 2019 17:34 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/06/605/2052223/mantan-bin-heran-dengan-hasil-ijtima-ulama-iii-minta-diskualifikasi-jokowi-ma-ruf-cnnY0Gn9lG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto Istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/06/605/2052223/mantan-bin-heran-dengan-hasil-ijtima-ulama-iii-minta-diskualifikasi-jokowi-ma-ruf-cnnY0Gn9lG.jpg</image><title>Foto Istimewa</title></images><description>
JAKARTA - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (Purn) AM Hendropriyono mengaku merasa heran atas hasil ijtima ulama yang digelar Persaudaraan Alumni (PA 212) yang mengingankan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk diskualifikasi.

Menurut Hendro, Ijtima ulama hanya fokus pada masalah hukum atau dikenal syariat, dan tidak pernah berbicara soal politis.

&quot;Fiqih lah. Tapi tak politik. Kalau politik itu gak pernah, saya gini-gini juga dari kalangan muslim, bukan muslim abangan&quot; katanya kepada wartawan, Senin ( 6/5/2019).

Namun, jika hasil ijtima ulama yang menginginkan Jokowi didiskualifikasi lantaran diduga melakukan kecuarangan dijadikan acuan hal ini dianggap keliru.

&quot;Kalau misalnya ada, ini pelajaran baru yang aneh,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Dengan adanya Ijtima Ulama ini juga, dirinya khawatir akan memicu adanya politik jalanan dan mengajak provokasi.

&quot;Jika memang curang harus dibuktikan agar bisa lihat. Jangan asal tuduh. Nanti rakyat yang menderita. Jangan mau rakyat dibodoh-bodohi. Harua dicerdaskan,&quot; tutupnya.

Untuk diketahui, Ijtima Ulama dilakukan pada tanggal 1 Mei untuk menyikapi pemilu serentak pasca pemungutan suara. dalam ijtima tersebut merekomendasikan untuk mendiskualifikasi Jokowi- Maruf Amin lantaran diduga adanya kecurangan.

</description><content:encoded>
JAKARTA - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (Purn) AM Hendropriyono mengaku merasa heran atas hasil ijtima ulama yang digelar Persaudaraan Alumni (PA 212) yang mengingankan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk diskualifikasi.

Menurut Hendro, Ijtima ulama hanya fokus pada masalah hukum atau dikenal syariat, dan tidak pernah berbicara soal politis.

&quot;Fiqih lah. Tapi tak politik. Kalau politik itu gak pernah, saya gini-gini juga dari kalangan muslim, bukan muslim abangan&quot; katanya kepada wartawan, Senin ( 6/5/2019).

Namun, jika hasil ijtima ulama yang menginginkan Jokowi didiskualifikasi lantaran diduga melakukan kecuarangan dijadikan acuan hal ini dianggap keliru.

&quot;Kalau misalnya ada, ini pelajaran baru yang aneh,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Dengan adanya Ijtima Ulama ini juga, dirinya khawatir akan memicu adanya politik jalanan dan mengajak provokasi.

&quot;Jika memang curang harus dibuktikan agar bisa lihat. Jangan asal tuduh. Nanti rakyat yang menderita. Jangan mau rakyat dibodoh-bodohi. Harua dicerdaskan,&quot; tutupnya.

Untuk diketahui, Ijtima Ulama dilakukan pada tanggal 1 Mei untuk menyikapi pemilu serentak pasca pemungutan suara. dalam ijtima tersebut merekomendasikan untuk mendiskualifikasi Jokowi- Maruf Amin lantaran diduga adanya kecurangan.

</content:encoded></item></channel></rss>
