<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bawa Dokumen Gerakan Papua Merdeka, 6 WNI Diamankan di Batas Negara</title><description>6 WNI diamankan di batas negara karena kedapatan membawa dokumen Gerakan Papua Merdeka.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/08/340/2053005/bawa-dokumen-gerakan-papua-merdeka-6-wni-diamankan-di-batas-negara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/05/08/340/2053005/bawa-dokumen-gerakan-papua-merdeka-6-wni-diamankan-di-batas-negara"/><item><title>Bawa Dokumen Gerakan Papua Merdeka, 6 WNI Diamankan di Batas Negara</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/08/340/2053005/bawa-dokumen-gerakan-papua-merdeka-6-wni-diamankan-di-batas-negara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/05/08/340/2053005/bawa-dokumen-gerakan-papua-merdeka-6-wni-diamankan-di-batas-negara</guid><pubDate>Rabu 08 Mei 2019 13:09 WIB</pubDate><dc:creator>Edy Siswanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/08/340/2053005/bawa-dokumen-gerakan-papua-merdeka-6-wni-diamankan-di-batas-negara-h8hzp9L0lz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/08/340/2053005/bawa-dokumen-gerakan-papua-merdeka-6-wni-diamankan-di-batas-negara-h8hzp9L0lz.jpg</image><title>Foto: Istimewa</title></images><description>JAYAPURA - Enam orang WNI simpatisan Kelompok Sipil Bersenjata Organisasi Tentara Revolusi West Papua (TRWP) diamankan anggota Satgas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia-Papua Nurani (PNG), Yonif 328/Dirgahayu (DGH).
Dansatgas Pamtas Yonif PR 328/DGH, Mayor Inf Erwin Iswari mengatakan, diamankannya enam orang tersebut bermula saat dilakukan pemeriksaan rutin terhadap pengunjung maupun pelintas batas negara.
&amp;ldquo;Jadi itu kemarin, Provost Praka Purnomo yang berjaga melakukan pemeriksaan rutin kepada 6 orang pelintas dari arah PNG, saat dilakukan pemeriksaan di dalam tas ditemukan sejumlah dokumen dan buku agenda serta satu buah HT terkait kegiatan dari TRWP,&amp;rdquo; kata Dansatgas, Rabu (8/5/2019).
Setelah didalami oleh Intel Satgas, diketahui bahwa rombongan 6 orang tersebut terbagi menjadi dua kelompok. &amp;ldquo;Kelompok pertama pimpinan ZW (38) dan pimpinan kelompok kedua dipimpin oleh A (48),&amp;rdquo; ujarnya.
(Baca juga: 2 Anggota TNI Ditembak OPM saat Bongkar Muat Logistik di Nduga Papua)
&amp;ldquo;ZW ini mengaku dulu pernah bergabung dengan KNPB selama dua tahun dari 2008-2010, sedangkan A anggota TRWP merupakan yang dituakan untuk membawa rombongan rapat di Kota Yako PNG,&amp;rdquo; ujarnya.

Barang-barang yang dibawa merupakan dokumen-dokumen dan buku agenda yang berisi kegiatan yang baru saja mereka lakukan di wilayah PNG. &amp;ldquo;Jadi mereka baru saja selesai melaksanakan Upacara serta Kongres di Wilayah PNG pimpinan Matias Wenda dan kemudian kembali lagi ke Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya.
Dansatgas pun memberikan pemahaman kepada 6 orang simpatisan KSB tersebut bahwa perbuatan yang mereka lakukan adalah salah. &amp;ldquo;Sudah kami berikan pemahaman bahwa Indonesia sudah merdeka dan Papua merupakan bagian dari Indonesia, tidak ada dalam Negara berdiri sebuah negara,&amp;rdquo; ucapnya.
Dilanjutkan oleh Dansatgas, jajarannya akan selalu tetap mewaspadai dan melakukan pemeriksaan rutin terhadap pelintas batas. &amp;ldquo;Kami akan perketat pengamanan baik terhadap pelintas dari arah PNG maupun sebaliknya dan melakukan pemeriksaan untuk meminimalisir kejadian-kejadian serupa,&amp;rdquo; ujarnya.
</description><content:encoded>JAYAPURA - Enam orang WNI simpatisan Kelompok Sipil Bersenjata Organisasi Tentara Revolusi West Papua (TRWP) diamankan anggota Satgas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia-Papua Nurani (PNG), Yonif 328/Dirgahayu (DGH).
Dansatgas Pamtas Yonif PR 328/DGH, Mayor Inf Erwin Iswari mengatakan, diamankannya enam orang tersebut bermula saat dilakukan pemeriksaan rutin terhadap pengunjung maupun pelintas batas negara.
&amp;ldquo;Jadi itu kemarin, Provost Praka Purnomo yang berjaga melakukan pemeriksaan rutin kepada 6 orang pelintas dari arah PNG, saat dilakukan pemeriksaan di dalam tas ditemukan sejumlah dokumen dan buku agenda serta satu buah HT terkait kegiatan dari TRWP,&amp;rdquo; kata Dansatgas, Rabu (8/5/2019).
Setelah didalami oleh Intel Satgas, diketahui bahwa rombongan 6 orang tersebut terbagi menjadi dua kelompok. &amp;ldquo;Kelompok pertama pimpinan ZW (38) dan pimpinan kelompok kedua dipimpin oleh A (48),&amp;rdquo; ujarnya.
(Baca juga: 2 Anggota TNI Ditembak OPM saat Bongkar Muat Logistik di Nduga Papua)
&amp;ldquo;ZW ini mengaku dulu pernah bergabung dengan KNPB selama dua tahun dari 2008-2010, sedangkan A anggota TRWP merupakan yang dituakan untuk membawa rombongan rapat di Kota Yako PNG,&amp;rdquo; ujarnya.

Barang-barang yang dibawa merupakan dokumen-dokumen dan buku agenda yang berisi kegiatan yang baru saja mereka lakukan di wilayah PNG. &amp;ldquo;Jadi mereka baru saja selesai melaksanakan Upacara serta Kongres di Wilayah PNG pimpinan Matias Wenda dan kemudian kembali lagi ke Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya.
Dansatgas pun memberikan pemahaman kepada 6 orang simpatisan KSB tersebut bahwa perbuatan yang mereka lakukan adalah salah. &amp;ldquo;Sudah kami berikan pemahaman bahwa Indonesia sudah merdeka dan Papua merupakan bagian dari Indonesia, tidak ada dalam Negara berdiri sebuah negara,&amp;rdquo; ucapnya.
Dilanjutkan oleh Dansatgas, jajarannya akan selalu tetap mewaspadai dan melakukan pemeriksaan rutin terhadap pelintas batas. &amp;ldquo;Kami akan perketat pengamanan baik terhadap pelintas dari arah PNG maupun sebaliknya dan melakukan pemeriksaan untuk meminimalisir kejadian-kejadian serupa,&amp;rdquo; ujarnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
