<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Sopirnya Aniaya Penumpang, Ini Tanggapan PT Blue Bird   </title><description>Perselisihan seorang sopir taksi terhadap penumpang viral di media sosial (medsos).</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/10/338/2053945/sopirnya-aniaya-penumpang-ini-tanggapan-pt-blue-bird</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/05/10/338/2053945/sopirnya-aniaya-penumpang-ini-tanggapan-pt-blue-bird"/><item><title> Sopirnya Aniaya Penumpang, Ini Tanggapan PT Blue Bird   </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/10/338/2053945/sopirnya-aniaya-penumpang-ini-tanggapan-pt-blue-bird</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/05/10/338/2053945/sopirnya-aniaya-penumpang-ini-tanggapan-pt-blue-bird</guid><pubDate>Jum'at 10 Mei 2019 12:53 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/10/338/2053945/sopirnya-aniaya-penumpang-ini-tanggapan-pt-blue-bird-HdCtDZd2Wk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto Ilustrasi shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/10/338/2053945/sopirnya-aniaya-penumpang-ini-tanggapan-pt-blue-bird-HdCtDZd2Wk.jpg</image><title>Foto Ilustrasi shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Perselisihan seorang sopir taksi terhadap penumpang viral di media sosial (medsos). Seorang pelajar wanita berinisial VN (16) dikabarkan menjadi korban pemukulan seorang sopir taksi Blue Bird, pada Rabu 8 Mei 2019.
Kisah tersebut dibagikan oleh sang ibu melalui akun Instagram milik korban yang kemudian menjadi viral. Menanggapi hal itu, Direktur Marketing PT Blue Bird Tbk, Amelia Nasution menanggapi kejadian yang terjadi di kawasan Pondokgede, Bekasi, Jawa Barat.
&quot;Sehubungan dengan insiden yang terjadi antara salah satu pengemudi Blue Bird, saudara Firdaus (pengemudi taksi nomor seri LR 2638), dengan penumpang kami yaitu Bapak Stanley dan Saudari Vanya, dengan ini kami menyampaikan permohonan maaf dan penyesalan yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi,&quot; kata Amelia kepada Okezone, Jumat (10/5/2019).
&amp;nbsp;(Baca juga: Viral Sopir Blue Bird Aniaya Pelajar Wanita di Bekasi Gara-Gara Tak Terima Ditegur)
Melihat ada peristiwa tersebut, kata Amelia, pihaknya langsung menemui korban untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
&quot;Kita terus lakukan pendampingan korban di rumah sakit, jadi dari pihak Blue Bird terus ikut bersama dengan pihak konsumen terkait recovery, sedangkan terkait pelaporan ke pihak kepolisian, kita tunggu keputusan dari pihak berwajib, yang pasti Blue Bird selalu menaati dan menghormati peraturan yang berlaku, dan juga keputusan yang akan diambil nantinya,&quot; sambungnya.
&amp;nbsp;
Sementara itu, untuk penindakan terhadap supir yang melakukan penganiyayan terhadap konsumen, saat ini Blue Bird terus melakukan pengkajian untuk menentukan tindakan terhadap pengemudi yang bersangkutan guna memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.
&quot;Sebagai perusahaan penyedia layanan transportasi yang selalu mengutamakan aspek keselamatan dan kenyamanan para pengguna jasa, Blue Bird menerapkan standar layanan yang harus selalu dipenuhi dan dilaksanakan oleh seluruh unsur perusahaan, termasuk para pengemudi,&quot; tutupnya.
Sementara itu, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Mapolsek Pondokgede, AKP Supriyanto membenarkan adanya laporan terkait pemukulan yang dialami korban oleh seorang sopir taksi.
&quot;Kemarin sudah membuat laporan orangtua korban. Saat ini masih kami lidik,&quot; singkatnya melalui seluler.
&amp;nbsp;

&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Perselisihan seorang sopir taksi terhadap penumpang viral di media sosial (medsos). Seorang pelajar wanita berinisial VN (16) dikabarkan menjadi korban pemukulan seorang sopir taksi Blue Bird, pada Rabu 8 Mei 2019.
Kisah tersebut dibagikan oleh sang ibu melalui akun Instagram milik korban yang kemudian menjadi viral. Menanggapi hal itu, Direktur Marketing PT Blue Bird Tbk, Amelia Nasution menanggapi kejadian yang terjadi di kawasan Pondokgede, Bekasi, Jawa Barat.
&quot;Sehubungan dengan insiden yang terjadi antara salah satu pengemudi Blue Bird, saudara Firdaus (pengemudi taksi nomor seri LR 2638), dengan penumpang kami yaitu Bapak Stanley dan Saudari Vanya, dengan ini kami menyampaikan permohonan maaf dan penyesalan yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi,&quot; kata Amelia kepada Okezone, Jumat (10/5/2019).
&amp;nbsp;(Baca juga: Viral Sopir Blue Bird Aniaya Pelajar Wanita di Bekasi Gara-Gara Tak Terima Ditegur)
Melihat ada peristiwa tersebut, kata Amelia, pihaknya langsung menemui korban untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
&quot;Kita terus lakukan pendampingan korban di rumah sakit, jadi dari pihak Blue Bird terus ikut bersama dengan pihak konsumen terkait recovery, sedangkan terkait pelaporan ke pihak kepolisian, kita tunggu keputusan dari pihak berwajib, yang pasti Blue Bird selalu menaati dan menghormati peraturan yang berlaku, dan juga keputusan yang akan diambil nantinya,&quot; sambungnya.
&amp;nbsp;
Sementara itu, untuk penindakan terhadap supir yang melakukan penganiyayan terhadap konsumen, saat ini Blue Bird terus melakukan pengkajian untuk menentukan tindakan terhadap pengemudi yang bersangkutan guna memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.
&quot;Sebagai perusahaan penyedia layanan transportasi yang selalu mengutamakan aspek keselamatan dan kenyamanan para pengguna jasa, Blue Bird menerapkan standar layanan yang harus selalu dipenuhi dan dilaksanakan oleh seluruh unsur perusahaan, termasuk para pengemudi,&quot; tutupnya.
Sementara itu, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Mapolsek Pondokgede, AKP Supriyanto membenarkan adanya laporan terkait pemukulan yang dialami korban oleh seorang sopir taksi.
&quot;Kemarin sudah membuat laporan orangtua korban. Saat ini masih kami lidik,&quot; singkatnya melalui seluler.
&amp;nbsp;

&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
