<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sekjen Perindo: Generasi Muda Saat Ini Kurang Peka Terhadap Urusan Kebangsaan</title><description>Sekjen Perindo heran dengan sikap generasi muda saat ini yang dinilainya kurang peka terhadap urusan kebangsaan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/11/337/2054382/sekjen-perindo-generasi-muda-saat-ini-kurang-peka-terhadap-urusan-kebangsaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/05/11/337/2054382/sekjen-perindo-generasi-muda-saat-ini-kurang-peka-terhadap-urusan-kebangsaan"/><item><title>Sekjen Perindo: Generasi Muda Saat Ini Kurang Peka Terhadap Urusan Kebangsaan</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/11/337/2054382/sekjen-perindo-generasi-muda-saat-ini-kurang-peka-terhadap-urusan-kebangsaan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/05/11/337/2054382/sekjen-perindo-generasi-muda-saat-ini-kurang-peka-terhadap-urusan-kebangsaan</guid><pubDate>Sabtu 11 Mei 2019 12:13 WIB</pubDate><dc:creator>Sarah Hutagaol</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/11/337/2054382/sekjen-perindo-generasi-muda-saat-ini-kurang-peka-terhadap-urusan-kebangsaan-ymTvhdIlpL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Sarah Hutagaol/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/11/337/2054382/sekjen-perindo-generasi-muda-saat-ini-kurang-peka-terhadap-urusan-kebangsaan-ymTvhdIlpL.jpg</image><title>(Foto: Sarah Hutagaol/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Perindo, Ahmad Rofiq menilai, sensitivitas atau kepekaan pemuda dan mahasiswa saat ini terhadap persoalan sosial politik serta situasi kebangsaan sangat rendah.
Hal tersebut disampaikannya dalam forum diskusi Polemik MNC Trijaya yang bertemakan 'Pemuda, Mana Suaramu?' yang dilakukan di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (11/5/2019).
Saat ini, kata dia, menjadi barang langka melihat generasi muda dan mahasiswa berani turun ke lapangan dengan berbicara kritis serta memperjuangkan ketidakadilan.
&quot;Saya enggak tahu apakah ini sudah terjadi perubahan sebuah culture di kampus, atau memang generasi milenial yang saat ini tidak lagi punya kepekaan sosial politik terhadap situasi kebangsaan,&quot; ujar Rofiq heran.

&quot;Jadi mereka-mereka lebih peduli terhadap diri sendiri, gadget, sudah disibukkan dengan kehidupan yang hedonis, kehidupan yang jauh dari penuh derita, sehingga sensitivitasnya itu sangat rendah,&quot; ungkapnya.
Jika hal ini terus berlanjut, Rofiq khawatir Indonesia akan sulit melakukan lompatan kemajuan secara pesat. &quot;Yang ada adalah bagaimana mengembangkan kepentingan-kepentingan, bisnis dan lain-lain. Ada perubahan yang sangat signifikan, dan tentu itu ini jadi tantangan yang besar, karena bangsa ini akan menjadi sangat kokoh kalau anak muda itu punya peran,&quot; ujar Rofiq.
&quot;Kalau tidak ada peranan anak-anak muda, mahasiswa yang signifikan terhadap kebangsaan ini, saya berkeyakinan Indonesia ke depan tidak akan melakukan satu lompatan besar dalam kemajuan karena anak-anak muda tidak dilibatkan,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Perindo, Ahmad Rofiq menilai, sensitivitas atau kepekaan pemuda dan mahasiswa saat ini terhadap persoalan sosial politik serta situasi kebangsaan sangat rendah.
Hal tersebut disampaikannya dalam forum diskusi Polemik MNC Trijaya yang bertemakan 'Pemuda, Mana Suaramu?' yang dilakukan di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (11/5/2019).
Saat ini, kata dia, menjadi barang langka melihat generasi muda dan mahasiswa berani turun ke lapangan dengan berbicara kritis serta memperjuangkan ketidakadilan.
&quot;Saya enggak tahu apakah ini sudah terjadi perubahan sebuah culture di kampus, atau memang generasi milenial yang saat ini tidak lagi punya kepekaan sosial politik terhadap situasi kebangsaan,&quot; ujar Rofiq heran.

&quot;Jadi mereka-mereka lebih peduli terhadap diri sendiri, gadget, sudah disibukkan dengan kehidupan yang hedonis, kehidupan yang jauh dari penuh derita, sehingga sensitivitasnya itu sangat rendah,&quot; ungkapnya.
Jika hal ini terus berlanjut, Rofiq khawatir Indonesia akan sulit melakukan lompatan kemajuan secara pesat. &quot;Yang ada adalah bagaimana mengembangkan kepentingan-kepentingan, bisnis dan lain-lain. Ada perubahan yang sangat signifikan, dan tentu itu ini jadi tantangan yang besar, karena bangsa ini akan menjadi sangat kokoh kalau anak muda itu punya peran,&quot; ujar Rofiq.
&quot;Kalau tidak ada peranan anak-anak muda, mahasiswa yang signifikan terhadap kebangsaan ini, saya berkeyakinan Indonesia ke depan tidak akan melakukan satu lompatan besar dalam kemajuan karena anak-anak muda tidak dilibatkan,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
