<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ratusan Siswa SD di Sentani Gelar Ujian di Halaman Gereja</title><description>Sebanyak 378 anak Sekolah Dasar (SD) YPK Onomi Flavow Sentani menjalani Ujian Akhir Semester di halaman gedung gereja, pagi ini</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/13/340/2054949/ratusan-siswa-sd-di-sentani-gelar-ujian-di-halaman-gereja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/05/13/340/2054949/ratusan-siswa-sd-di-sentani-gelar-ujian-di-halaman-gereja"/><item><title>Ratusan Siswa SD di Sentani Gelar Ujian di Halaman Gereja</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/13/340/2054949/ratusan-siswa-sd-di-sentani-gelar-ujian-di-halaman-gereja</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/05/13/340/2054949/ratusan-siswa-sd-di-sentani-gelar-ujian-di-halaman-gereja</guid><pubDate>Senin 13 Mei 2019 11:20 WIB</pubDate><dc:creator>Edy Siswanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/13/340/2054949/ratusan-siswa-sd-di-sentani-gelar-ujian-di-halaman-gereja-KugtKRvQG0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anak SD Ujian di Halaman Gereja (Foto: Edy/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/13/340/2054949/ratusan-siswa-sd-di-sentani-gelar-ujian-di-halaman-gereja-KugtKRvQG0.jpg</image><title>Anak SD Ujian di Halaman Gereja (Foto: Edy/Okezone)</title></images><description>SENTANI - Sebanyak 378 anak Sekolah Dasar  (SD) YPK Onomi Flavow Sentani menjalani Ujian Akhir Semester di halaman gedung gereja, pagi ini. Siswa dan siswi kelas I-V itu tidak bisamenjalani ujian di sekolahan mereka karena sekolahannya dipalang pihak pemilik hak ulayat.
Kepala Sekolah SD YPK Onomi Flavow, Anace Aibikop, mengaku sangat prihatin dengan kondisi anak muridnya itu.
&quot;Kami sangat prihatin, kami menangis dengan kondisi ini. Anak -anak kami harus ujian di luar sekolah. Ada yang di para-para, di atas rumput di tembok, di atas lantai, ini sangat miris. Kami sedih sekali,&quot; ungkap Anace, Senin (14/5/2019).
Menurutnya, persoalan lahan sekolah tersebut memang telah lama terjadi sejak kepemimpinannya di sekolah tersebut. Diketahui sudah 5 (lima) kali terjadi pemalangan oleh pemilik hak ulayat.
&quot;Ini sejak 2014 silam hingga sekarang belum selesai masalah ini. Dan sudah 5 kali dipalang sejak saya menjadi kepala sekolah,&quot; ucapnya.

Baca Juga: Kegigihan Bocah SD Menimba Ilmu dari Kemayoran ke Depok Viral
Dalam kesempatan itu, pihaknya meminta Pemerintah dan terkhusus pihak Yayasan untuk melihat kondisi ini. Diakuinya, sudah beberapa kali telah dilakukan pertemuan antara pihak Yayasan, sekolah dan pemilik ulayat atas persoalan tersebut, namun tuntutan membayar Rp1.5 Miliar tersebut urung diselesaikan hingga kembali terjadi pemalangan.
&quot;Kami minta ini segera diselesaikan. Kasihan anak-anak ini. Kepala Yayasan dan Pemerintah bisa melihat ini. Tolong bantu anak-anak kami memperoleh haknya dengan baik,&quot; ungkapnya sedih.
Untuk menggugah pihak Pemerintah dan Yayasan, esok pagi pihaknya berencana akan menggelar ujian di jalan utama masuk yayasan ini.
&quot;Besok jam 8, kami akan bawa anak-anak untuk ulangan ke jalan. Supaya pemerintah dan utamanya yayasan bisa melihat kondisi yang kami alami,&quot; katanya.
</description><content:encoded>SENTANI - Sebanyak 378 anak Sekolah Dasar  (SD) YPK Onomi Flavow Sentani menjalani Ujian Akhir Semester di halaman gedung gereja, pagi ini. Siswa dan siswi kelas I-V itu tidak bisamenjalani ujian di sekolahan mereka karena sekolahannya dipalang pihak pemilik hak ulayat.
Kepala Sekolah SD YPK Onomi Flavow, Anace Aibikop, mengaku sangat prihatin dengan kondisi anak muridnya itu.
&quot;Kami sangat prihatin, kami menangis dengan kondisi ini. Anak -anak kami harus ujian di luar sekolah. Ada yang di para-para, di atas rumput di tembok, di atas lantai, ini sangat miris. Kami sedih sekali,&quot; ungkap Anace, Senin (14/5/2019).
Menurutnya, persoalan lahan sekolah tersebut memang telah lama terjadi sejak kepemimpinannya di sekolah tersebut. Diketahui sudah 5 (lima) kali terjadi pemalangan oleh pemilik hak ulayat.
&quot;Ini sejak 2014 silam hingga sekarang belum selesai masalah ini. Dan sudah 5 kali dipalang sejak saya menjadi kepala sekolah,&quot; ucapnya.

Baca Juga: Kegigihan Bocah SD Menimba Ilmu dari Kemayoran ke Depok Viral
Dalam kesempatan itu, pihaknya meminta Pemerintah dan terkhusus pihak Yayasan untuk melihat kondisi ini. Diakuinya, sudah beberapa kali telah dilakukan pertemuan antara pihak Yayasan, sekolah dan pemilik ulayat atas persoalan tersebut, namun tuntutan membayar Rp1.5 Miliar tersebut urung diselesaikan hingga kembali terjadi pemalangan.
&quot;Kami minta ini segera diselesaikan. Kasihan anak-anak ini. Kepala Yayasan dan Pemerintah bisa melihat ini. Tolong bantu anak-anak kami memperoleh haknya dengan baik,&quot; ungkapnya sedih.
Untuk menggugah pihak Pemerintah dan Yayasan, esok pagi pihaknya berencana akan menggelar ujian di jalan utama masuk yayasan ini.
&quot;Besok jam 8, kami akan bawa anak-anak untuk ulangan ke jalan. Supaya pemerintah dan utamanya yayasan bisa melihat kondisi yang kami alami,&quot; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
