<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Demokrat Buka Peluang Hengkang dari BPN pada 22 Mei</title><description>Partai Demokrat membuka peluang keluar dari Koalisi Indonesia Adil dan Makmur yang mendukung Prabowo-Sandi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/13/605/2054844/demokrat-buka-peluang-hengkang-dari-bpn-pada-22-mei</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/05/13/605/2054844/demokrat-buka-peluang-hengkang-dari-bpn-pada-22-mei"/><item><title>Demokrat Buka Peluang Hengkang dari BPN pada 22 Mei</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/13/605/2054844/demokrat-buka-peluang-hengkang-dari-bpn-pada-22-mei</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/05/13/605/2054844/demokrat-buka-peluang-hengkang-dari-bpn-pada-22-mei</guid><pubDate>Senin 13 Mei 2019 08:31 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/13/605/2054844/demokrat-buka-peluang-hengkang-dari-bpn-pada-22-mei-f2Shp4zDXV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Waketum Partai Demokrat Syarief Hasan. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/13/605/2054844/demokrat-buka-peluang-hengkang-dari-bpn-pada-22-mei-f2Shp4zDXV.jpg</image><title>Waketum Partai Demokrat Syarief Hasan. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Partai Demokrat membuka peluang akan hengkang dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno setelah adanya hasil resmi rekapitulasi suara Pemilu Serentak 2019 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei.
&quot;Ya setelah itu lain lagi cerita (sikap Demokrat),&quot; kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan kepada Okezone, Minggu 12 Mei 2019.
(Baca juga:   Prabowo-Sandi Menang Telak di Kalimantan Selatan)
 
Syarief mengatakan, dalam pembahasan awal dengan Koalisi Indonesia Adil-Makmur, Demokrat hanya menyepakati mengusung pasangan dari Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.
&quot;Kalau kami sudah jelas, kami tunggu sampai kontraknya begitu sampai tanggal 22 Mei,&quot; tutur Syarief.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyouno sebelumnya menyebut Partai Demokrat seperti hewan undur-undur dan meminta keluar dari Koalisi Indonesia Adil-Makmur.
(Baca juga:   Pasca-Pilpres, Kubu Jokowi dan Prabowo Harus Segera Rekonsiliasi)
 
Mengenai pernyataan itu, Syarief mengaku tak mempermasalahkannya. Menurut dia, tataran elite Demokrat dengan partai lainnya sampai saat ini masih berjalan baik.
&quot;Ya yang penting sekjen antar sekjen sudah ketemu,&quot; tutup Syarief.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Partai Demokrat membuka peluang akan hengkang dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno setelah adanya hasil resmi rekapitulasi suara Pemilu Serentak 2019 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei.
&quot;Ya setelah itu lain lagi cerita (sikap Demokrat),&quot; kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan kepada Okezone, Minggu 12 Mei 2019.
(Baca juga:   Prabowo-Sandi Menang Telak di Kalimantan Selatan)
 
Syarief mengatakan, dalam pembahasan awal dengan Koalisi Indonesia Adil-Makmur, Demokrat hanya menyepakati mengusung pasangan dari Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.
&quot;Kalau kami sudah jelas, kami tunggu sampai kontraknya begitu sampai tanggal 22 Mei,&quot; tutur Syarief.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyouno sebelumnya menyebut Partai Demokrat seperti hewan undur-undur dan meminta keluar dari Koalisi Indonesia Adil-Makmur.
(Baca juga:   Pasca-Pilpres, Kubu Jokowi dan Prabowo Harus Segera Rekonsiliasi)
 
Mengenai pernyataan itu, Syarief mengaku tak mempermasalahkannya. Menurut dia, tataran elite Demokrat dengan partai lainnya sampai saat ini masih berjalan baik.
&quot;Ya yang penting sekjen antar sekjen sudah ketemu,&quot; tutup Syarief.</content:encoded></item></channel></rss>
