<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TKN: Jokowi-Ma'ruf Amin Panutan Politik Indonesia</title><description>Seluruh kecurigaan dan tudingan terhadap kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif dalam pemilu perlu dibuktikan lebih lanjut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/13/605/2055199/tkn-jokowi-ma-ruf-amin-panutan-politik-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/05/13/605/2055199/tkn-jokowi-ma-ruf-amin-panutan-politik-indonesia"/><item><title>TKN: Jokowi-Ma'ruf Amin Panutan Politik Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/13/605/2055199/tkn-jokowi-ma-ruf-amin-panutan-politik-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/05/13/605/2055199/tkn-jokowi-ma-ruf-amin-panutan-politik-indonesia</guid><pubDate>Senin 13 Mei 2019 19:22 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/13/605/2055199/tkn-jokowi-ma-ruf-amin-panutan-politik-indonesia-BxTUaEmYw5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi-Ma'ruf Amin (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/13/605/2055199/tkn-jokowi-ma-ruf-amin-panutan-politik-indonesia-BxTUaEmYw5.jpg</image><title>Jokowi-Ma'ruf Amin (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin menilai, Jokowi-Ma'ruf Amin memiliki kedewasaan berpolitik yang pantas menjadi panutan generasi muda Indonesia Maju. Meski kerap diterpa fitnah dan hoax berjilid-jilid, keduanya mampu menunjukkan kelasnya dalam kontestasi Pilpres 2019.
&quot;Saat kubu sebelah klaim menang 62%, Pak Jokowi-Ma'ruf Amin santai menanggapinya. Sebaliknya, Prabowo malah panas dan tidak akui hasil pemilu saat kalah di Situng KPU. Tidak menunjukkan kedewasaan,&quot; kata Direktur Komunikasi Politik TKN Usman Kansong, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin (13/5/2019).
Usman Kansong menambahkan, saat perolehan suara menembus batas psikologis 80 juta pun, Jokowi-Ma'ruf Amin tetap tenang dan konsisten mengimbau semua pendukungnya, termasuk TKN, untuk menanti hasil resmi KPU. Kedewasaan Jokowi-Amin merupakan aset berharga bangsa yang berdemokrasi.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Real Count KPU 80 Persen, Jokowi-Ma'ruf Masih Unggul Tebal)

Seluruh kecurigaan dan tudingan terhadap kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif dalam pemilu perlu dibuktikan lebih lanjut. Pihak-pihak yang merasakan adanya kecurangan tersebut harus melaporkannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
&quot;Jadi bukan melakukan aksi demo, people power jangan mendorong rakyat melawan konstitusi. Ini jelas salah arah. Menang dan kalah dalam pemilu hal yang lumrah di negara demokrasi,&quot; pungkas Usman Kansong.
Jokowi-Ma'ruf Amin Unggul 15 Juta Suara&amp;nbsp;
Sejauh ini, duet kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf Amin merupakan paslon pilihan rakyat dengan perolehan suara 69 juta suara, atau unggul lebih dari 15 juta suara dibandingkan Prabowo-Sandi 53,56 juta. Dengan suara masuk mencapai 80% atau 651 ribu dari 813 ribu TPS.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Ikatan Dokter Indonesia Sebut Petugas KPPS yang Meninggal Bukan karena Kelelahan)
Wakil Direktur Sasksi TKN Lukman Edy yakin, Jokowi-Ma'ruf Amin akan memenangi Pilpres 2019. Pasalnya, hasil real count TKN dan mayoritas quick count lembaga survei selaras dengan KPU. Dengan tingkat margin of error yang tidak terlalu lebar.
&quot;Hasil hitungan kami konsisten sama quick count dan KPU. Karena kami punya saksi yang rekam hasil hitung mulai dari TPS hingga provinsi. Jadi datanya bisa dipertanggunjawabkan,&quot; ujar Lukman Edy.
</description><content:encoded>JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin menilai, Jokowi-Ma'ruf Amin memiliki kedewasaan berpolitik yang pantas menjadi panutan generasi muda Indonesia Maju. Meski kerap diterpa fitnah dan hoax berjilid-jilid, keduanya mampu menunjukkan kelasnya dalam kontestasi Pilpres 2019.
&quot;Saat kubu sebelah klaim menang 62%, Pak Jokowi-Ma'ruf Amin santai menanggapinya. Sebaliknya, Prabowo malah panas dan tidak akui hasil pemilu saat kalah di Situng KPU. Tidak menunjukkan kedewasaan,&quot; kata Direktur Komunikasi Politik TKN Usman Kansong, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin (13/5/2019).
Usman Kansong menambahkan, saat perolehan suara menembus batas psikologis 80 juta pun, Jokowi-Ma'ruf Amin tetap tenang dan konsisten mengimbau semua pendukungnya, termasuk TKN, untuk menanti hasil resmi KPU. Kedewasaan Jokowi-Amin merupakan aset berharga bangsa yang berdemokrasi.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Real Count KPU 80 Persen, Jokowi-Ma'ruf Masih Unggul Tebal)

Seluruh kecurigaan dan tudingan terhadap kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif dalam pemilu perlu dibuktikan lebih lanjut. Pihak-pihak yang merasakan adanya kecurangan tersebut harus melaporkannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
&quot;Jadi bukan melakukan aksi demo, people power jangan mendorong rakyat melawan konstitusi. Ini jelas salah arah. Menang dan kalah dalam pemilu hal yang lumrah di negara demokrasi,&quot; pungkas Usman Kansong.
Jokowi-Ma'ruf Amin Unggul 15 Juta Suara&amp;nbsp;
Sejauh ini, duet kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf Amin merupakan paslon pilihan rakyat dengan perolehan suara 69 juta suara, atau unggul lebih dari 15 juta suara dibandingkan Prabowo-Sandi 53,56 juta. Dengan suara masuk mencapai 80% atau 651 ribu dari 813 ribu TPS.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Ikatan Dokter Indonesia Sebut Petugas KPPS yang Meninggal Bukan karena Kelelahan)
Wakil Direktur Sasksi TKN Lukman Edy yakin, Jokowi-Ma'ruf Amin akan memenangi Pilpres 2019. Pasalnya, hasil real count TKN dan mayoritas quick count lembaga survei selaras dengan KPU. Dengan tingkat margin of error yang tidak terlalu lebar.
&quot;Hasil hitungan kami konsisten sama quick count dan KPU. Karena kami punya saksi yang rekam hasil hitung mulai dari TPS hingga provinsi. Jadi datanya bisa dipertanggunjawabkan,&quot; ujar Lukman Edy.
</content:encoded></item></channel></rss>
