<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Ratusan Petugas KPPS Meninggal, Kemenkes Gandeng Tim Independen Gelar Autopsi Verbal   </title><description>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggandeng tim independen guna menggelar otopsi verbal, atau melakukan investigasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/14/605/2055513/ratusan-petugas-kpps-meninggal-kemenkes-gandeng-tim-independen-gelar-autopsi-verbal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/05/14/605/2055513/ratusan-petugas-kpps-meninggal-kemenkes-gandeng-tim-independen-gelar-autopsi-verbal"/><item><title> Ratusan Petugas KPPS Meninggal, Kemenkes Gandeng Tim Independen Gelar Autopsi Verbal   </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/14/605/2055513/ratusan-petugas-kpps-meninggal-kemenkes-gandeng-tim-independen-gelar-autopsi-verbal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/05/14/605/2055513/ratusan-petugas-kpps-meninggal-kemenkes-gandeng-tim-independen-gelar-autopsi-verbal</guid><pubDate>Selasa 14 Mei 2019 14:28 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/14/605/2055513/ratusan-petugas-kpps-meninggal-kemenkes-gandeng-tim-independen-gelar-autopsi-verbal-MKspTTTceu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/14/605/2055513/ratusan-petugas-kpps-meninggal-kemenkes-gandeng-tim-independen-gelar-autopsi-verbal-MKspTTTceu.jpg</image><title>Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek (foto: Okezone)</title></images><description>

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggandeng tim independen guna menggelar otopsi verbal, atau melakukan investigasi atas kematian ratusan petugas KPPS di Pemilu serentak 2019.

&quot;Dari Fakultas Kedokteran UI bersama dengan asosiasi ilmu pendidikan kedokteran. Akan dilakukan sebuah penelitian, yang meninggal dunia di luar rumah sakit, akan dilakukan autopsi verbal,&quot; kata Menkes Nila F. Moeloek di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Nila menegaskan, bahwa autopsi verbal bukan merupakan autopsi forensik. Artinya, penyebab kematian ditanyakan ke keluarga atau orang-orang yang ada di sekitarnya.

&quot;Dengan begitu kita bisa mendapatkan. Diagnosis autopsi verbal ini ketepatannya 80 persen tepat,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Menurut dia, penelitian tim independen yang menggelar otopsi verbal sebenarnya ingin melihat bagaimana penyebab kematian &quot;pahlawan demokrasi&quot; secara ilimiah.

&quot;Jadi, ini betul-betul bisa mengikuti suatu metodologi ilmiah, kita akan bisa membandingkan case control. Artinya kasus yang meninggal kita bandingkan dengan yang sama sesamanya kira-kira beban umur dan sebagainya, kita bisa melihat apa yang menjadi penyebab meninggalnya dia itu. Apakah betul adanya penyakit dengan tidak adanya penyakit,&quot; imbuhnya.

Nila memaparkan bahwa autopsi verbal bisa mengetahui seberapa besar faktor risiko pekerjaan dan beban kerja dari petugas KPPS.

&quot;Bisa disebabkan oleh lamanya  (pekerjaan) lingkungan yang nanti ke depannya bisa kita jadikan perbaikan bagaimana yang sebaiknya kita lakukan untuk petugas Pemilu,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggandeng tim independen guna menggelar otopsi verbal, atau melakukan investigasi atas kematian ratusan petugas KPPS di Pemilu serentak 2019.

&quot;Dari Fakultas Kedokteran UI bersama dengan asosiasi ilmu pendidikan kedokteran. Akan dilakukan sebuah penelitian, yang meninggal dunia di luar rumah sakit, akan dilakukan autopsi verbal,&quot; kata Menkes Nila F. Moeloek di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Nila menegaskan, bahwa autopsi verbal bukan merupakan autopsi forensik. Artinya, penyebab kematian ditanyakan ke keluarga atau orang-orang yang ada di sekitarnya.

&quot;Dengan begitu kita bisa mendapatkan. Diagnosis autopsi verbal ini ketepatannya 80 persen tepat,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Menurut dia, penelitian tim independen yang menggelar otopsi verbal sebenarnya ingin melihat bagaimana penyebab kematian &quot;pahlawan demokrasi&quot; secara ilimiah.

&quot;Jadi, ini betul-betul bisa mengikuti suatu metodologi ilmiah, kita akan bisa membandingkan case control. Artinya kasus yang meninggal kita bandingkan dengan yang sama sesamanya kira-kira beban umur dan sebagainya, kita bisa melihat apa yang menjadi penyebab meninggalnya dia itu. Apakah betul adanya penyakit dengan tidak adanya penyakit,&quot; imbuhnya.

Nila memaparkan bahwa autopsi verbal bisa mengetahui seberapa besar faktor risiko pekerjaan dan beban kerja dari petugas KPPS.

&quot;Bisa disebabkan oleh lamanya  (pekerjaan) lingkungan yang nanti ke depannya bisa kita jadikan perbaikan bagaimana yang sebaiknya kita lakukan untuk petugas Pemilu,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
