<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketua DPR: Terlalu Prematur Ungkap Kecurangan Pemilu 2019</title><description>Bambang Soesatyo menilai terlalu prematur apabila BPN Prabowo-Sandi mengungkapkan adanya berbagai dugaan  kecurangan Pemilu 2019.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/14/605/2055549/ketua-dpr-terlalu-prematur-ungkap-kecurangan-pemilu-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/05/14/605/2055549/ketua-dpr-terlalu-prematur-ungkap-kecurangan-pemilu-2019"/><item><title>Ketua DPR: Terlalu Prematur Ungkap Kecurangan Pemilu 2019</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/14/605/2055549/ketua-dpr-terlalu-prematur-ungkap-kecurangan-pemilu-2019</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/05/14/605/2055549/ketua-dpr-terlalu-prematur-ungkap-kecurangan-pemilu-2019</guid><pubDate>Selasa 14 Mei 2019 15:10 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/14/605/2055549/ketua-dpr-terlalu-prematur-ungkap-kecurangan-pemilu-2019-xI3UStRBYw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bambang Soesatyo (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/14/605/2055549/ketua-dpr-terlalu-prematur-ungkap-kecurangan-pemilu-2019-xI3UStRBYw.jpg</image><title>Bambang Soesatyo (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menilai terlalu prematur apabila Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mengungkapkan adanya berbagai dugaan kecurangan Pemilu 2019 karena pengumuman hasil Pemilu belum dilakukan KPU.

&quot;Jadi bagaimana mengetahui kalau hasilnya curang, jangan-jangan hasilnya benar,&quot; kata Bambang mengutip laman Antaranews, Jakarta, Selasa (14/5/2019).
&amp;nbsp;Baca juga: Rekapitulasi Nasional KPU: Prabowo-Sandi Menang di Jambi Raih 1,2 Juta Suara
Namun dia menghargai apabila rencana pengungkapan dugaan itu dilakukan sebagai upaya menyampaikan kepada publik terkait adanya dugaan kejanggalan.
&amp;nbsp;
Bambang mengatakan, negara sudah menyiapkan sarana untuk menyelesaikan adanya permasalahan Pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK).
&amp;nbsp;Baca juga: Ratusan Petugas KPPS Meninggal, Kemenkes Gandeng Tim Independen Gelar Autopsi Verbal 
&quot;Di sisi lain, saya melihat ada kemajuan bahwa tidak harus diselesaikan di jalanan artinya BPN telah mengambil langkah yang tepat untuk menyampaikan kepada MK, tidak perlu 'people power',&quot; ujarnya.

Menurut Bamsoet masyarakat sudah cerdas dalam menilai adanya rencana pengumuman dugaan kecurangan Pemilu tersebut.

Sebelumnya, anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ahmad Riza Patria mengatakan pihaknya akan memaparkan temuan dugaan kecurangan Pemilu 2019 secara komprehensif, sebagai bentuk transparansi kepada publik.
&amp;nbsp;Baca juga: Rekapitulasi Nasional KPU: Jokowi-Ma'ruf Dikalahkan Prabowo-Sandi di Maluku Utara
&quot;Ini bukti bahwa kami memang menyampaikan secara apa adanya, komprehensif, holistik, dan terbuka. Nanti silahkan ada yang bertanya, berdialog karena semua akan dipaparkan secara lugas, transparan dan terbuka,&quot; kata Riza Patria di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.

Dia mengatakan Ketua BPN Prabowo-Sandi, Djoko Santoso telah mengundang berbagai pihak termasuk Duta Besar negara sahabat, KPU, Bawaslu, media massa dan tokoh masyarakat untuk hadir dalam acara tersebut di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (14/5).

Menurut dia, pemaparan dugaan kecurangan Pemilu tersebut merupakan cara yang baik dan bijak agar semua masyarakat bisa menilai dan mengetahui ada data-data yang ditemukan BPN terkait berbagai dugaan kecurangan yang ada.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menilai terlalu prematur apabila Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mengungkapkan adanya berbagai dugaan kecurangan Pemilu 2019 karena pengumuman hasil Pemilu belum dilakukan KPU.

&quot;Jadi bagaimana mengetahui kalau hasilnya curang, jangan-jangan hasilnya benar,&quot; kata Bambang mengutip laman Antaranews, Jakarta, Selasa (14/5/2019).
&amp;nbsp;Baca juga: Rekapitulasi Nasional KPU: Prabowo-Sandi Menang di Jambi Raih 1,2 Juta Suara
Namun dia menghargai apabila rencana pengungkapan dugaan itu dilakukan sebagai upaya menyampaikan kepada publik terkait adanya dugaan kejanggalan.
&amp;nbsp;
Bambang mengatakan, negara sudah menyiapkan sarana untuk menyelesaikan adanya permasalahan Pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK).
&amp;nbsp;Baca juga: Ratusan Petugas KPPS Meninggal, Kemenkes Gandeng Tim Independen Gelar Autopsi Verbal 
&quot;Di sisi lain, saya melihat ada kemajuan bahwa tidak harus diselesaikan di jalanan artinya BPN telah mengambil langkah yang tepat untuk menyampaikan kepada MK, tidak perlu 'people power',&quot; ujarnya.

Menurut Bamsoet masyarakat sudah cerdas dalam menilai adanya rencana pengumuman dugaan kecurangan Pemilu tersebut.

Sebelumnya, anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ahmad Riza Patria mengatakan pihaknya akan memaparkan temuan dugaan kecurangan Pemilu 2019 secara komprehensif, sebagai bentuk transparansi kepada publik.
&amp;nbsp;Baca juga: Rekapitulasi Nasional KPU: Jokowi-Ma'ruf Dikalahkan Prabowo-Sandi di Maluku Utara
&quot;Ini bukti bahwa kami memang menyampaikan secara apa adanya, komprehensif, holistik, dan terbuka. Nanti silahkan ada yang bertanya, berdialog karena semua akan dipaparkan secara lugas, transparan dan terbuka,&quot; kata Riza Patria di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.

Dia mengatakan Ketua BPN Prabowo-Sandi, Djoko Santoso telah mengundang berbagai pihak termasuk Duta Besar negara sahabat, KPU, Bawaslu, media massa dan tokoh masyarakat untuk hadir dalam acara tersebut di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (14/5).

Menurut dia, pemaparan dugaan kecurangan Pemilu tersebut merupakan cara yang baik dan bijak agar semua masyarakat bisa menilai dan mengetahui ada data-data yang ditemukan BPN terkait berbagai dugaan kecurangan yang ada.</content:encoded></item></channel></rss>
