<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belasan Politikus Oposisi Venezuela Dituduh Makar, Beberapa Berlindung di Kedutaan Asing</title><description>Beberapa politikus oposisi Venezuela dituduh makar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/15/18/2055825/belasan-politikus-oposisi-venezuela-dituduh-makar-beberapa-berlindung-di-kedutaan-asing</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/05/15/18/2055825/belasan-politikus-oposisi-venezuela-dituduh-makar-beberapa-berlindung-di-kedutaan-asing"/><item><title>Belasan Politikus Oposisi Venezuela Dituduh Makar, Beberapa Berlindung di Kedutaan Asing</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/15/18/2055825/belasan-politikus-oposisi-venezuela-dituduh-makar-beberapa-berlindung-di-kedutaan-asing</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/05/15/18/2055825/belasan-politikus-oposisi-venezuela-dituduh-makar-beberapa-berlindung-di-kedutaan-asing</guid><pubDate>Rabu 15 Mei 2019 08:20 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi BBC Indonesia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/15/18/2055825/belasan-politikus-oposisi-venezuela-dituduh-makar-beberapa-berlindung-di-kedutaan-asing-crqZuhDxq5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Seorang perempuan berbicara di depan anggota polisi yang berjaga di dekat gedung parlemen Venezuela. (Foto: AFP/Getty Images)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/15/18/2055825/belasan-politikus-oposisi-venezuela-dituduh-makar-beberapa-berlindung-di-kedutaan-asing-crqZuhDxq5.jpg</image><title>Seorang perempuan berbicara di depan anggota polisi yang berjaga di dekat gedung parlemen Venezuela. (Foto: AFP/Getty Images)</title></images><description>MAHKAMAH Agung Venezuela menuduh sebanyak empat anggota parlemen dari kubu oposisi bertindak makar dan terlibat konspirasi, beberapa hari setelah tuduhan serupa dialamatkan kepada 10 anggota parlemen lainnya.
Keempat anggota parlemen itu mencakup Carlos Paparoni, Miguel Pizarro, Franco Casella, dan Winston Flores.
Mereka semua mendukung tokoh oposisi, Juan Guaido, yang gagal memicu pemberontakan militer terhadap Presiden Nicolas Maduro pada April lalu.
Pizarro dan Flores menyebut tuduhan kepada mereka &quot;tidak sah&quot;.
Tuduhan kepada mereka dilayangkan ketika para anggota parlemen dijadwalkan mendiskusikan keputusan Mahkamah Agung yang melucuti kekebalan hukum beberapa rekan mereka sekaligus penangkapan Edgar Zambrano, wakil ketua parlemen.
Sejumlah personel badan intelijen Sebin, kepolisian, dan militer muncul di gedung parlemen guna mencegah para anggota parlemen menghadiri sesi tersebut.
Kepada para anggota parlemen, aparat keamanan mengklaim tengah menyelidiki ancaman bahan peledak di dalam gedung.
&quot;Ini semua adalah bagian pertunjukan untuk mencegah Majelis Nasional berfungsi,&quot; kata Juan Pablo Guanipa selaku salah satu anggota parlemen kepada kantor berita Reuters.
&quot;Ini adalah kediktatoran yang mengincar pembangkang dan kami berjuang untuk perubahan politik,&quot; tambahnya.
Guaido, yang sempat mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara Venezuela, merilis cuitan di Twitter.
&quot;Mereka berusaha menyandera kewenangan legislatif selagi sang diktator mengurung diri di istana yang bukan tempatnya.&quot;
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot; data-lang=&quot;id&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;es&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;Intentan secuestrar el Poder Legislativo mientras el dictador se atrinchera solo, en un Palacio en el que no debe estar, sospechando de todos a su alrededor. &amp;lt;br&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt;Hoy vuelve a demostrar su miedo a la legitimidad de la &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/AsambleaVE?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;@AsambleaVE&amp;lt;/a&amp;gt;. &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/ANPorVenezuela?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#ANPorVenezuela&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/jCgm3wie81&quot;&amp;gt;pic.twitter.com/jCgm3wie81&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Juan Guaid&amp;oacute; (@jguaido) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/jguaido/status/1128322786630492160?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;14 Mei 2019&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt;
&amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Majelis Nasional dilucuti kewenangannya sejak Partai Sosialis pimpinan Maduro kehilangan kendali di badan legislatif tersebut pada 2016. Maduro kemudian membentuk Majelis Konstituen Nasional yang dikontrol oleh orang-orang yang setia kepadanya.
Berlindung di kedutaan asing
Presiden Maduro menggencarkan penangkapan politikus dari kubu oposisi sejak Juan Guaido gagal memicu pemberontakan militer pada 30 April.
Puncaknya terjadi ketika Edgar Zambrano, wakil ketua parlemen, ditangkap dan kekebalan hukumnya dilucuti.
Sehari kemudian, sebanyak tiga anggota parlemen memilih berlindung di kedutaan asing.

Richard Blanco adalah salah satu politikus oposisi Venezuela yang disebut-sebut berlindung di Kedutaan Argentina. (Foto: Reuters)
Richard Blanco dari Partai Aliansi Rakyat Berani memasuki Kedutaan Argentina pada Kamis (9/5), menurut sumber Kementerian Luar Negeri Argentina dan seorang saksi kepada Reuters.
Kemudian, Americo De Grazia dari Partai Tujuan Radikal mencari perlindungan ke Kedutaan Italia, menurut tiga sumber yang dekat dengannya kepada Reuters.
Adapun seorang anggota parlemen lainnya, Marianella Magallanes, berlindung di Kedutaan Italia pada Rabu (8/5).
Blanco, Zambrano, dan De Grazia adalah bagian dari 10 anggota parlemen yang kekebalan hukumnya dilucuti oleh Mahkamah Agung sekaligus diselidiki atas tuduhan konspirasi, makar, dan pemberontakan.
Sementara itu, kelompok Amnesty International meyakini pemerintah Venezuela melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam aksi penangkapan para pendemo anti-pemerintah pada Januari lalu.
Kelompok itu mendesak Mahkamah Kriminal Internasional dan Dewan HAM PBB menyelidiki tuduhan-tuduhan itu.
&quot;Ada kebijakan represif yang sistematis terhadap oposisi atau mereka yang dianggap oposisi hanya karena mereka memprotes. Untuk itu, pemerintahan Nicolas Maduro harus diminta pertanggungjawaban di hadap sistem keadilan internasional,&quot; cetus Erika Guevara-Rosas, direktur wilayah Amerika dari Amnesty International.</description><content:encoded>MAHKAMAH Agung Venezuela menuduh sebanyak empat anggota parlemen dari kubu oposisi bertindak makar dan terlibat konspirasi, beberapa hari setelah tuduhan serupa dialamatkan kepada 10 anggota parlemen lainnya.
Keempat anggota parlemen itu mencakup Carlos Paparoni, Miguel Pizarro, Franco Casella, dan Winston Flores.
Mereka semua mendukung tokoh oposisi, Juan Guaido, yang gagal memicu pemberontakan militer terhadap Presiden Nicolas Maduro pada April lalu.
Pizarro dan Flores menyebut tuduhan kepada mereka &quot;tidak sah&quot;.
Tuduhan kepada mereka dilayangkan ketika para anggota parlemen dijadwalkan mendiskusikan keputusan Mahkamah Agung yang melucuti kekebalan hukum beberapa rekan mereka sekaligus penangkapan Edgar Zambrano, wakil ketua parlemen.
Sejumlah personel badan intelijen Sebin, kepolisian, dan militer muncul di gedung parlemen guna mencegah para anggota parlemen menghadiri sesi tersebut.
Kepada para anggota parlemen, aparat keamanan mengklaim tengah menyelidiki ancaman bahan peledak di dalam gedung.
&quot;Ini semua adalah bagian pertunjukan untuk mencegah Majelis Nasional berfungsi,&quot; kata Juan Pablo Guanipa selaku salah satu anggota parlemen kepada kantor berita Reuters.
&quot;Ini adalah kediktatoran yang mengincar pembangkang dan kami berjuang untuk perubahan politik,&quot; tambahnya.
Guaido, yang sempat mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara Venezuela, merilis cuitan di Twitter.
&quot;Mereka berusaha menyandera kewenangan legislatif selagi sang diktator mengurung diri di istana yang bukan tempatnya.&quot;
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot; data-lang=&quot;id&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;es&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;Intentan secuestrar el Poder Legislativo mientras el dictador se atrinchera solo, en un Palacio en el que no debe estar, sospechando de todos a su alrededor. &amp;lt;br&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt;Hoy vuelve a demostrar su miedo a la legitimidad de la &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/AsambleaVE?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;@AsambleaVE&amp;lt;/a&amp;gt;. &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/ANPorVenezuela?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#ANPorVenezuela&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/jCgm3wie81&quot;&amp;gt;pic.twitter.com/jCgm3wie81&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Juan Guaid&amp;oacute; (@jguaido) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/jguaido/status/1128322786630492160?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;14 Mei 2019&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt;
&amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Majelis Nasional dilucuti kewenangannya sejak Partai Sosialis pimpinan Maduro kehilangan kendali di badan legislatif tersebut pada 2016. Maduro kemudian membentuk Majelis Konstituen Nasional yang dikontrol oleh orang-orang yang setia kepadanya.
Berlindung di kedutaan asing
Presiden Maduro menggencarkan penangkapan politikus dari kubu oposisi sejak Juan Guaido gagal memicu pemberontakan militer pada 30 April.
Puncaknya terjadi ketika Edgar Zambrano, wakil ketua parlemen, ditangkap dan kekebalan hukumnya dilucuti.
Sehari kemudian, sebanyak tiga anggota parlemen memilih berlindung di kedutaan asing.

Richard Blanco adalah salah satu politikus oposisi Venezuela yang disebut-sebut berlindung di Kedutaan Argentina. (Foto: Reuters)
Richard Blanco dari Partai Aliansi Rakyat Berani memasuki Kedutaan Argentina pada Kamis (9/5), menurut sumber Kementerian Luar Negeri Argentina dan seorang saksi kepada Reuters.
Kemudian, Americo De Grazia dari Partai Tujuan Radikal mencari perlindungan ke Kedutaan Italia, menurut tiga sumber yang dekat dengannya kepada Reuters.
Adapun seorang anggota parlemen lainnya, Marianella Magallanes, berlindung di Kedutaan Italia pada Rabu (8/5).
Blanco, Zambrano, dan De Grazia adalah bagian dari 10 anggota parlemen yang kekebalan hukumnya dilucuti oleh Mahkamah Agung sekaligus diselidiki atas tuduhan konspirasi, makar, dan pemberontakan.
Sementara itu, kelompok Amnesty International meyakini pemerintah Venezuela melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam aksi penangkapan para pendemo anti-pemerintah pada Januari lalu.
Kelompok itu mendesak Mahkamah Kriminal Internasional dan Dewan HAM PBB menyelidiki tuduhan-tuduhan itu.
&quot;Ada kebijakan represif yang sistematis terhadap oposisi atau mereka yang dianggap oposisi hanya karena mereka memprotes. Untuk itu, pemerintahan Nicolas Maduro harus diminta pertanggungjawaban di hadap sistem keadilan internasional,&quot; cetus Erika Guevara-Rosas, direktur wilayah Amerika dari Amnesty International.</content:encoded></item></channel></rss>
