<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Data Terbaru KPU: 486 Petugas KPPS Meninggal &amp; 4.849 Lainnya Sakit</title><description>Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengeluarkan data terbaru mengenai jumlah petugas KPPS meninggal dunia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/16/337/2056632/data-terbaru-kpu-486-petugas-kpps-meninggal-4-849-lainnya-sakit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/05/16/337/2056632/data-terbaru-kpu-486-petugas-kpps-meninggal-4-849-lainnya-sakit"/><item><title>Data Terbaru KPU: 486 Petugas KPPS Meninggal &amp; 4.849 Lainnya Sakit</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/16/337/2056632/data-terbaru-kpu-486-petugas-kpps-meninggal-4-849-lainnya-sakit</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/05/16/337/2056632/data-terbaru-kpu-486-petugas-kpps-meninggal-4-849-lainnya-sakit</guid><pubDate>Kamis 16 Mei 2019 18:55 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/16/337/2056632/data-terbaru-kpu-486-petugas-kpps-meninggal-4-849-lainnya-sakit-84UbP53GJW.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Komisioner KPU, Evi Noviada Ginting (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/16/337/2056632/data-terbaru-kpu-486-petugas-kpps-meninggal-4-849-lainnya-sakit-84UbP53GJW.JPG</image><title>Komisioner KPU, Evi Noviada Ginting (Foto: Instagram)</title></images><description>JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengeluarkan data terbaru mengenai jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu serentak 2019 yang meninggal dunia saat bertugas.
Komisioner KPU, Evi Novida Ginting Manik nengatakan, berdasarkan data yang diterima pihaknya hingga Kamis (16/5/2019) pukul 10.00 WIB sebanyak 486 petugas meninggal dunia.
&amp;ldquo;Hingga 16 Mei 2019 jam 10.00 yang meninggal 486 orang dan yang sakit 4.849 orang,&amp;rdquo; ungkap Evi di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat.
Data dari KPU ini berbeda dengan data yang dimiliki oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Di mana mereka mencatat petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang sakit sudah mencapai 11.239 orang dan korban meninggal 527 jiwa.

Mengenai perbedaan data itu, Evi tak mempersoalkannya. Sebab, dirinya mengakui jika laporan dari petugas-petugas di daerah sedikit mengalami keterlambatan.
&quot;Ya, karena kami kan berdasarkan laporan dari bawah, kalau Kemenkes enggak tahu. Mungkin dari dokter-dokter yang berada secara vertikal dengan Kemenkes di daerah. Nah, masalahnya teman-teman ini kan agak melambat dalam memberitahukan karena kan tugas mereka masih ada yang perlu diselesaikan,&amp;rdquo; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengeluarkan data terbaru mengenai jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu serentak 2019 yang meninggal dunia saat bertugas.
Komisioner KPU, Evi Novida Ginting Manik nengatakan, berdasarkan data yang diterima pihaknya hingga Kamis (16/5/2019) pukul 10.00 WIB sebanyak 486 petugas meninggal dunia.
&amp;ldquo;Hingga 16 Mei 2019 jam 10.00 yang meninggal 486 orang dan yang sakit 4.849 orang,&amp;rdquo; ungkap Evi di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat.
Data dari KPU ini berbeda dengan data yang dimiliki oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Di mana mereka mencatat petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang sakit sudah mencapai 11.239 orang dan korban meninggal 527 jiwa.

Mengenai perbedaan data itu, Evi tak mempersoalkannya. Sebab, dirinya mengakui jika laporan dari petugas-petugas di daerah sedikit mengalami keterlambatan.
&quot;Ya, karena kami kan berdasarkan laporan dari bawah, kalau Kemenkes enggak tahu. Mungkin dari dokter-dokter yang berada secara vertikal dengan Kemenkes di daerah. Nah, masalahnya teman-teman ini kan agak melambat dalam memberitahukan karena kan tugas mereka masih ada yang perlu diselesaikan,&amp;rdquo; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
