<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Antisipasi Maraknya Gepeng saat Ramadan, Dinsos DKI Sebar Personel Ke-279 Titik</title><description>Dinsos DKI menyebar 439 personel ke-279 titik yang biasa dijadikan tempat mangkal para PMKS.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/16/338/2056349/antisipasi-maraknya-gepeng-saat-ramadan-dinsos-dki-sebar-personel-ke-279-titik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/05/16/338/2056349/antisipasi-maraknya-gepeng-saat-ramadan-dinsos-dki-sebar-personel-ke-279-titik"/><item><title>Antisipasi Maraknya Gepeng saat Ramadan, Dinsos DKI Sebar Personel Ke-279 Titik</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/16/338/2056349/antisipasi-maraknya-gepeng-saat-ramadan-dinsos-dki-sebar-personel-ke-279-titik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/05/16/338/2056349/antisipasi-maraknya-gepeng-saat-ramadan-dinsos-dki-sebar-personel-ke-279-titik</guid><pubDate>Kamis 16 Mei 2019 10:18 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/16/338/2056349/antisipasi-maraknya-gepeng-saat-ramadan-dinsos-dki-sebar-personel-ke-279-titik-blEMi4svW1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petugas Dinsos DKI mengamankan PMKS yang tidur di bawa flyover. (Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/16/338/2056349/antisipasi-maraknya-gepeng-saat-ramadan-dinsos-dki-sebar-personel-ke-279-titik-blEMi4svW1.jpg</image><title>Petugas Dinsos DKI mengamankan PMKS yang tidur di bawa flyover. (Istimewa)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Sekumpulan orang penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) kerap bermunculan di jalanan Jakarta ketika memasuki bulan Ramadan. Mereka biasanya nongkrong di pinggir jalan untuk mengharap belas kasih dari seseorang yang dermawan.

Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Irmansyah mengatakan, pihaknya telah menyebar 439 personel ke-279 titik yang biasa dijadikan tempat mangkal para PMKS. Tempat tersebut, misalnya seperti di kawasan Jalan Warung Buncit, Jakarta Selatan dan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

&quot;Kita mempunyai 439 personel yang ditugaskan,&quot; ujarnya kepada wartawan, Kamis (16/5/2019).

Irmansyah menyebut, pihaknya telah menggelar operasi kepada para gembel dan pengemis (gepeng) itu sejak sebelum bulan Ramadan. Hal itu dilakukan agar mereka tak lagi berani masuk ke kawasan Ibu Kota.

&quot;Satu titik penjagaan ditugaskan empat sampai lima petugas,&quot; katanya.

Baca Juga : Meresahkan Warga Pasar Rawamangun, Dinsos Amankan Orang Sakit Jiwa yang Kerap Bawa Sajam

Ia menjelaskan, saat pihaknya melakukan pembinaan ke PMKS, diketahui mayoritas domisili mereka itu berasal dari luar Ibu Kota. Karena di Jakarta sudah dilakukan pengawasan yang ketat, sehingga banyak gepeng menjalankan aksinya di daerah penyangga, seperti Depok dan Bogor.

&quot;Karena di DKI Jakarta sangat ketat terhadap pemantauan dan penjagaan titik rawan, sekarang PMKS jalanan operasinya minggir ke daerah penyangga,&quot; ucapnya.

Baca Juga : Usai Lebaran, Pendatang Baru di Jakarta Jangan Sampai Jadi PMKS




</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Sekumpulan orang penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) kerap bermunculan di jalanan Jakarta ketika memasuki bulan Ramadan. Mereka biasanya nongkrong di pinggir jalan untuk mengharap belas kasih dari seseorang yang dermawan.

Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Irmansyah mengatakan, pihaknya telah menyebar 439 personel ke-279 titik yang biasa dijadikan tempat mangkal para PMKS. Tempat tersebut, misalnya seperti di kawasan Jalan Warung Buncit, Jakarta Selatan dan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

&quot;Kita mempunyai 439 personel yang ditugaskan,&quot; ujarnya kepada wartawan, Kamis (16/5/2019).

Irmansyah menyebut, pihaknya telah menggelar operasi kepada para gembel dan pengemis (gepeng) itu sejak sebelum bulan Ramadan. Hal itu dilakukan agar mereka tak lagi berani masuk ke kawasan Ibu Kota.

&quot;Satu titik penjagaan ditugaskan empat sampai lima petugas,&quot; katanya.

Baca Juga : Meresahkan Warga Pasar Rawamangun, Dinsos Amankan Orang Sakit Jiwa yang Kerap Bawa Sajam

Ia menjelaskan, saat pihaknya melakukan pembinaan ke PMKS, diketahui mayoritas domisili mereka itu berasal dari luar Ibu Kota. Karena di Jakarta sudah dilakukan pengawasan yang ketat, sehingga banyak gepeng menjalankan aksinya di daerah penyangga, seperti Depok dan Bogor.

&quot;Karena di DKI Jakarta sangat ketat terhadap pemantauan dan penjagaan titik rawan, sekarang PMKS jalanan operasinya minggir ke daerah penyangga,&quot; ucapnya.

Baca Juga : Usai Lebaran, Pendatang Baru di Jakarta Jangan Sampai Jadi PMKS




</content:encoded></item></channel></rss>
