<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tedjo Edhy: Gerakan Kedaulatan Rakyat Bukan Makar!</title><description>Menurutnya, gerakan tersebut untuk menuntut ketidakadilan atas kecurangan-kecurangan yang terjadi pada Pemilu 2019.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/17/605/2057068/tedjo-edhy-gerakan-kedaulatan-rakyat-bukan-makar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/05/17/605/2057068/tedjo-edhy-gerakan-kedaulatan-rakyat-bukan-makar"/><item><title>Tedjo Edhy: Gerakan Kedaulatan Rakyat Bukan Makar!</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/17/605/2057068/tedjo-edhy-gerakan-kedaulatan-rakyat-bukan-makar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/05/17/605/2057068/tedjo-edhy-gerakan-kedaulatan-rakyat-bukan-makar</guid><pubDate>Jum'at 17 Mei 2019 17:24 WIB</pubDate><dc:creator>Sarah Hutagaol</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/17/605/2057068/tedjo-edhy-gerakan-kedaulatan-rakyat-bukan-makar-E3ct8SSWRN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno (Foto: Sarah Hutagaol)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/17/605/2057068/tedjo-edhy-gerakan-kedaulatan-rakyat-bukan-makar-E3ct8SSWRN.jpg</image><title>Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno (Foto: Sarah Hutagaol)</title></images><description>JAKARTA - Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno menegaskan gerakan pengganti dari people power yang diinisiasi Amien Rais, yakni Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) bukanlah tindakan makar.

Menurutnya, gerakan tersebut untuk menuntut ketidakadilan atas kecurangan-kecurangan yang terjadi pada Pemilu 2019. Ia pun mensinyalir penghitungan suara sudah diatur sedemikian rupa sehingga petahana bisa memperoleh suara tertinggi.

&quot;Tetapi gerakan rakyat ini bukan makar, ini Gerakan Kedaulatan Rakyat. Ingin menuntut keadilan, kebenaran, dan kejujuran dari penyelenggara pemilu,&quot; ujar Tedjo Edhy di Rumah Perjuangan Rakyat, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2019).
(Baca Juga:&amp;nbsp;Rekapitulasi Nasional, KPU Sebut Tinggal 6 Provinsi Lagi)

Tedjo menyatakan, sejak awal pihaknya sudah melihat gelagat kecurangan. Pertama, adalah dari lembaga survei yang selalu membuat survei pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin selalu di atas. &quot;
&quot;Itu memang sudah diatur demikian,&quot; ujarnya.
(Baca Juga:&amp;nbsp;BPN Tak Percaya MK, Mahfud MD: Mereka Sedang Emosional Saja)&amp;nbsp;
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan tersebut juga sempat menyinggung definisi makar yang dimaksudkan oleh pemerintah dan pihak kepolisian saat ini, dan pada akhirnya menjerat Eggi Sudjana dengan kasus tersebut.
&quot;Dan juga pak Eggi cuma karena mengatakan people power, itu sekarang pindah tidur di Polda Metro. Kita belum tahu ya, definisi makar itu seperti apa sebetulnya,&quot; tutur Tedjo.
&quot;Kalau kita berupaya untuk menggulingkan pemerintah yang sah, itu memang makar. Tetapi ada beberapa sejarah kita seperti dulu tahun 98 itu Pak Harto sah juga, tapi diturunkan,&quot; imbuhnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno menegaskan gerakan pengganti dari people power yang diinisiasi Amien Rais, yakni Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) bukanlah tindakan makar.

Menurutnya, gerakan tersebut untuk menuntut ketidakadilan atas kecurangan-kecurangan yang terjadi pada Pemilu 2019. Ia pun mensinyalir penghitungan suara sudah diatur sedemikian rupa sehingga petahana bisa memperoleh suara tertinggi.

&quot;Tetapi gerakan rakyat ini bukan makar, ini Gerakan Kedaulatan Rakyat. Ingin menuntut keadilan, kebenaran, dan kejujuran dari penyelenggara pemilu,&quot; ujar Tedjo Edhy di Rumah Perjuangan Rakyat, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2019).
(Baca Juga:&amp;nbsp;Rekapitulasi Nasional, KPU Sebut Tinggal 6 Provinsi Lagi)

Tedjo menyatakan, sejak awal pihaknya sudah melihat gelagat kecurangan. Pertama, adalah dari lembaga survei yang selalu membuat survei pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin selalu di atas. &quot;
&quot;Itu memang sudah diatur demikian,&quot; ujarnya.
(Baca Juga:&amp;nbsp;BPN Tak Percaya MK, Mahfud MD: Mereka Sedang Emosional Saja)&amp;nbsp;
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan tersebut juga sempat menyinggung definisi makar yang dimaksudkan oleh pemerintah dan pihak kepolisian saat ini, dan pada akhirnya menjerat Eggi Sudjana dengan kasus tersebut.
&quot;Dan juga pak Eggi cuma karena mengatakan people power, itu sekarang pindah tidur di Polda Metro. Kita belum tahu ya, definisi makar itu seperti apa sebetulnya,&quot; tutur Tedjo.
&quot;Kalau kita berupaya untuk menggulingkan pemerintah yang sah, itu memang makar. Tetapi ada beberapa sejarah kita seperti dulu tahun 98 itu Pak Harto sah juga, tapi diturunkan,&quot; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
