<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gerakan Indonesia Damai Serukan Tolak People Power</title><description>Menurut dia, bangsa Indonesia patut bersyukur telah dapat melaksanakan Pemilu 2019 secara damai, aman, dan jujur dan adil.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/18/605/2057388/gerakan-indonesia-damai-serukan-tolak-people-power</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/05/18/605/2057388/gerakan-indonesia-damai-serukan-tolak-people-power"/><item><title>Gerakan Indonesia Damai Serukan Tolak People Power</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/18/605/2057388/gerakan-indonesia-damai-serukan-tolak-people-power</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/05/18/605/2057388/gerakan-indonesia-damai-serukan-tolak-people-power</guid><pubDate>Sabtu 18 Mei 2019 17:48 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/18/605/2057388/gerakan-indonesia-damai-serukan-tolak-people-power-4W3bC5Didg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gerakan Indonesia Damai (Foto: Fakhrizal Fakhri)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/18/605/2057388/gerakan-indonesia-damai-serukan-tolak-people-power-4W3bC5Didg.jpg</image><title>Gerakan Indonesia Damai (Foto: Fakhrizal Fakhri)</title></images><description>JAKARTA - Gerakan Indonesia Damai yang tergabung dari berbagai aktivis Cipayung mengimbau segenap elemen bangsa agar selalu menjaga kerukunan dan persatuan menjelang pengumuman hasil Pilpres pada 22 Mei 2019.

&quot;Mari kita hiasi bulan Ramadan yang suci ini dengan memperkuat silaturahmi antar anak bangsa, memperbanyak amal kebajikan, dan menyetop narasi-narasi bernuansa kebencian yang dapat memecah persatuan bangsa,&quot; kata Ketua Umum PB HMI Saddam Al Jihad di Tugu Proklamasi, Jakarta, Sabtu (18/5/2019).
(Baca Juga:&amp;nbsp;Polisi Sebut Aksi 22 Mei Ditunggangi Teroris, BPN: Silakan Ditindak)&amp;nbsp;
Menurut dia, bangsa Indonesia patut bersyukur telah dapat melaksanakan Pemilu 2019 secara damai, aman, dan jujur dan adil. Partisipasi pemilih juga sangat tinggi, di atas 80 persen.

Sejauh ini, lanjut dia, dunia internasional memberikan penilaian positif terhadap pelaksanaan Pemilu 2019 di Indonesia yang disebut sebagai pemilu terumit di dunia.

&quot;Itu karena menggabungkan secara serentak pemilu presiden dan pemilu legislatif dari tingkat pusat sampai tingkat daerah. Sukses Pemilu 2019 semakin memperteguh posisi Indonesia sebagai role model negara berpenduduk mayoritas Islam yang berhasil menerapkan demokrasi dengan baik,&quot; ujarnya.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Jokowi-Ma'ruf Amin Menang Tipis dari Prabowo-Sandi di Jakarta)&amp;nbsp;
Saddam juga mengimbau para peserta Pemilu 2019 agar dapat menyikapi hasil pemilu dengan bijak, sesuai komitmen siap menang dan siap kalah yang telah dideklarasikan sebelum pelaksanaan masa kampanye.

&quot;Pemilu adalah jalan demokrasi, jalan damai bagi masyarakat untuk memilih pemimpin berdasarkan hukum dan aturan yang telah ditetapkan. Ujian keberhasilan Pemilu bukan hanya diukur dari prosesnya, tapi juga terletak pada kesediaan para pihak yang mengikuti kontestasi untuk menerima hasil pemilu sebagai perwujudan dari kedaulatan rakyat,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Ia menegaskan bahwa para aktivis Cipayung menolak upaya delegitimasi terhadap KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara Pemilu yang dibentuk sesuai amanat undang-undang. Dengan begitu, para peserta Pemilu 2019 yang merasa dicurangi atau diperlakukan tidak adil, sepatutnya menggugat atau menyelesaikan masalahnya dengan menggunakan mekanisme konstitusional seperti Bawaslu, DKPP, dan Mahkahmah Konstitusi.

&quot;Bukan melakukan people power dengan mengerahkan massa dalam jumlah besar ke jalanan,&quot; tuturnya.

Ia menyayangkan adanya wacana people power dalam bentuk mengerahkan massa ke jalanan untuk menolak hasil Pemilu, apalagi jika ditujukan sebagai bentuk pembangkangan terhadap pemerintahan yang sah.

&quot;Ini adalah langkah inkonstitusional. Kami menolak langkah people power seperti dimaksud karena berpotensi menimbulkan konflik horizontal di tengah masyarakat, dapat memicu terjadinya adu kekuatan massa di jalanan yang jelas sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi dan negara hukum,&quot; tuturnya.

Saddam mengajak semua elemen bangsa menjaga kedamaian pasca Pemilu 2019 dengan menjunjung tinggi norma hukum dan terus memperkuat solidaritas antar anak bangsa.

&quot;Kami percaya bahwa seluruh jajaran TNI-Polri akan selalu solid bersatu menjaga ketertiban umum, memberi rasa aman di tengah masyarakat, mengawal konstitusi, dan menjaga keutuhan NKRI,&quot; ujarnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Gerakan Indonesia Damai yang tergabung dari berbagai aktivis Cipayung mengimbau segenap elemen bangsa agar selalu menjaga kerukunan dan persatuan menjelang pengumuman hasil Pilpres pada 22 Mei 2019.

&quot;Mari kita hiasi bulan Ramadan yang suci ini dengan memperkuat silaturahmi antar anak bangsa, memperbanyak amal kebajikan, dan menyetop narasi-narasi bernuansa kebencian yang dapat memecah persatuan bangsa,&quot; kata Ketua Umum PB HMI Saddam Al Jihad di Tugu Proklamasi, Jakarta, Sabtu (18/5/2019).
(Baca Juga:&amp;nbsp;Polisi Sebut Aksi 22 Mei Ditunggangi Teroris, BPN: Silakan Ditindak)&amp;nbsp;
Menurut dia, bangsa Indonesia patut bersyukur telah dapat melaksanakan Pemilu 2019 secara damai, aman, dan jujur dan adil. Partisipasi pemilih juga sangat tinggi, di atas 80 persen.

Sejauh ini, lanjut dia, dunia internasional memberikan penilaian positif terhadap pelaksanaan Pemilu 2019 di Indonesia yang disebut sebagai pemilu terumit di dunia.

&quot;Itu karena menggabungkan secara serentak pemilu presiden dan pemilu legislatif dari tingkat pusat sampai tingkat daerah. Sukses Pemilu 2019 semakin memperteguh posisi Indonesia sebagai role model negara berpenduduk mayoritas Islam yang berhasil menerapkan demokrasi dengan baik,&quot; ujarnya.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Jokowi-Ma'ruf Amin Menang Tipis dari Prabowo-Sandi di Jakarta)&amp;nbsp;
Saddam juga mengimbau para peserta Pemilu 2019 agar dapat menyikapi hasil pemilu dengan bijak, sesuai komitmen siap menang dan siap kalah yang telah dideklarasikan sebelum pelaksanaan masa kampanye.

&quot;Pemilu adalah jalan demokrasi, jalan damai bagi masyarakat untuk memilih pemimpin berdasarkan hukum dan aturan yang telah ditetapkan. Ujian keberhasilan Pemilu bukan hanya diukur dari prosesnya, tapi juga terletak pada kesediaan para pihak yang mengikuti kontestasi untuk menerima hasil pemilu sebagai perwujudan dari kedaulatan rakyat,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Ia menegaskan bahwa para aktivis Cipayung menolak upaya delegitimasi terhadap KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara Pemilu yang dibentuk sesuai amanat undang-undang. Dengan begitu, para peserta Pemilu 2019 yang merasa dicurangi atau diperlakukan tidak adil, sepatutnya menggugat atau menyelesaikan masalahnya dengan menggunakan mekanisme konstitusional seperti Bawaslu, DKPP, dan Mahkahmah Konstitusi.

&quot;Bukan melakukan people power dengan mengerahkan massa dalam jumlah besar ke jalanan,&quot; tuturnya.

Ia menyayangkan adanya wacana people power dalam bentuk mengerahkan massa ke jalanan untuk menolak hasil Pemilu, apalagi jika ditujukan sebagai bentuk pembangkangan terhadap pemerintahan yang sah.

&quot;Ini adalah langkah inkonstitusional. Kami menolak langkah people power seperti dimaksud karena berpotensi menimbulkan konflik horizontal di tengah masyarakat, dapat memicu terjadinya adu kekuatan massa di jalanan yang jelas sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi dan negara hukum,&quot; tuturnya.

Saddam mengajak semua elemen bangsa menjaga kedamaian pasca Pemilu 2019 dengan menjunjung tinggi norma hukum dan terus memperkuat solidaritas antar anak bangsa.

&quot;Kami percaya bahwa seluruh jajaran TNI-Polri akan selalu solid bersatu menjaga ketertiban umum, memberi rasa aman di tengah masyarakat, mengawal konstitusi, dan menjaga keutuhan NKRI,&quot; ujarnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
