<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ajak Semua Pihak Taati KPU, Ketum Muhammadiyah: Pemilu Jangan Sampai Sebabkan Keretakan </title><description>Ia mengimbau jangan sampai hasil Pemilu menyebabkan keretakan di masyarakat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/19/605/2057515/ajak-semua-pihak-taati-kpu-ketum-muhammadiyah-pemilu-jangan-sampai-sebabkan-keretakan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/05/19/605/2057515/ajak-semua-pihak-taati-kpu-ketum-muhammadiyah-pemilu-jangan-sampai-sebabkan-keretakan"/><item><title>Ajak Semua Pihak Taati KPU, Ketum Muhammadiyah: Pemilu Jangan Sampai Sebabkan Keretakan </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/19/605/2057515/ajak-semua-pihak-taati-kpu-ketum-muhammadiyah-pemilu-jangan-sampai-sebabkan-keretakan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/05/19/605/2057515/ajak-semua-pihak-taati-kpu-ketum-muhammadiyah-pemilu-jangan-sampai-sebabkan-keretakan</guid><pubDate>Minggu 19 Mei 2019 10:43 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/19/605/2057515/ajak-semua-pihak-taati-kpu-ketum-muhammadiyah-pemilu-jangan-sampai-sebabkan-keretakan-YBNA3X93Ji.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. (Foto : Avirista Midaada/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/19/605/2057515/ajak-semua-pihak-taati-kpu-ketum-muhammadiyah-pemilu-jangan-sampai-sebabkan-keretakan-YBNA3X93Ji.jpg</image><title>Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. (Foto : Avirista Midaada/Okezone)</title></images><description>MALANG &amp;ndash; Ketua Umum (Ketum) Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengajak kembali bersatu pasca-Pemilu 2019. Ia juga meminta kepada seluruh pihak untuk menyerahkanh hasil pemilu sebagaimana konstitusi yang ada.
&quot;Sikap resmi Muhammadiyah berlaku di seluruh Tanah Air pada tanggal 18 April (setelah Pemilu) lalu mengajak semua warga negara dan komponen bangsa berpijak di atas hukum dan konstitusi,&quot; ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, saat mengisi Kajian Ramadan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Sabtu sore (18/5/2019).
Haedar Nashir menyebut Pemilu merupakan proses yang normal di Indonesia dan diadakan setiap 5 tahun sekali. Ia pun menegaskan jangan sampai pesta demokrasi itu malah menyebabkan keretakan di masyarakat.
&quot;Pemilu itu normal berulang setiap 5 tahun sekali. Artinya berulang, tetap tetapi membangun bangsa dan negara. Dari pemilu itu jangan sampai membuat retak yang selama ini menjadi kekuatan dan sumbangan umat Islam bagi bangsa ini,&quot; katanya.

Pihaknya juga meminta semua pihak untuk menaati keputusan KPU, termasuk bagi yang menderita kekalahan di Pemilu 2019.
&quot;Harus nerima yang diputuskan KPU. Bagi yang tidak puas, ada kesalahan, bahkan kecurangan bawalah ke ranah hukum agar semuanya transparan. Tentu kita harus kawal juga,&quot; ujarnya.

Baca Juga : Mahfud MD Sebut yang Tak Percaya MK sebagai 'Provokator', Ini Tanggapan BPN
Bahkan Haedar mengingatkan aparat penegak hukum tetap berlaku adil dan menegakkan hukum sebaik mungkin, sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
&quot;Indonesia negara hukum. Berarti menyelesaikan harus lewat hukum. Para penegak hukum juga harus adil dengan penegakan hukum dengan sebaiknya,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Aksi Kedaulatan Rakyat 21-25 Mei Berpusat di Kantor Bawaslu</description><content:encoded>MALANG &amp;ndash; Ketua Umum (Ketum) Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengajak kembali bersatu pasca-Pemilu 2019. Ia juga meminta kepada seluruh pihak untuk menyerahkanh hasil pemilu sebagaimana konstitusi yang ada.
&quot;Sikap resmi Muhammadiyah berlaku di seluruh Tanah Air pada tanggal 18 April (setelah Pemilu) lalu mengajak semua warga negara dan komponen bangsa berpijak di atas hukum dan konstitusi,&quot; ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, saat mengisi Kajian Ramadan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Sabtu sore (18/5/2019).
Haedar Nashir menyebut Pemilu merupakan proses yang normal di Indonesia dan diadakan setiap 5 tahun sekali. Ia pun menegaskan jangan sampai pesta demokrasi itu malah menyebabkan keretakan di masyarakat.
&quot;Pemilu itu normal berulang setiap 5 tahun sekali. Artinya berulang, tetap tetapi membangun bangsa dan negara. Dari pemilu itu jangan sampai membuat retak yang selama ini menjadi kekuatan dan sumbangan umat Islam bagi bangsa ini,&quot; katanya.

Pihaknya juga meminta semua pihak untuk menaati keputusan KPU, termasuk bagi yang menderita kekalahan di Pemilu 2019.
&quot;Harus nerima yang diputuskan KPU. Bagi yang tidak puas, ada kesalahan, bahkan kecurangan bawalah ke ranah hukum agar semuanya transparan. Tentu kita harus kawal juga,&quot; ujarnya.

Baca Juga : Mahfud MD Sebut yang Tak Percaya MK sebagai 'Provokator', Ini Tanggapan BPN
Bahkan Haedar mengingatkan aparat penegak hukum tetap berlaku adil dan menegakkan hukum sebaik mungkin, sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
&quot;Indonesia negara hukum. Berarti menyelesaikan harus lewat hukum. Para penegak hukum juga harus adil dengan penegakan hukum dengan sebaiknya,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Aksi Kedaulatan Rakyat 21-25 Mei Berpusat di Kantor Bawaslu</content:encoded></item></channel></rss>
