<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siaga 22 Mei, TNI-Polri Selaraskan Strategi Pengamanan KPU</title><description>Rencananya ada sekelompok masyarakat yang akan mengerahkan massa atau people power.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/20/337/2057947/siaga-22-mei-tni-polri-selaraskan-strategi-pengamanan-kpu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/05/20/337/2057947/siaga-22-mei-tni-polri-selaraskan-strategi-pengamanan-kpu"/><item><title>Siaga 22 Mei, TNI-Polri Selaraskan Strategi Pengamanan KPU</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/20/337/2057947/siaga-22-mei-tni-polri-selaraskan-strategi-pengamanan-kpu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/05/20/337/2057947/siaga-22-mei-tni-polri-selaraskan-strategi-pengamanan-kpu</guid><pubDate>Senin 20 Mei 2019 14:34 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/20/337/2057947/siaga-22-mei-tni-polri-selaraskan-strategi-pengamanan-kpu-mW4ldet9uO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Karopenmas Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/20/337/2057947/siaga-22-mei-tni-polri-selaraskan-strategi-pengamanan-kpu-mW4ldet9uO.jpg</image><title>Karopenmas Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - TNI-Polri gelar pasukan untuk menyelaraskan strategi pengamanan di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) jelang penetapan hasil rekapitulasi suara pemilu pada 22 Mei 2019. Gelar pasukan dilakukan di Monas, Jakarta, hari ini.
Penetapan hasil rekapitulasi suara di KPU pada 22 Mei memang menjadi perhatian saat ini. Selain akan diumumkan hasil Pemilu, rencananya ada sekelompok masyarakat yang akan mengerahkan massa atau people power.
&quot;Dalam rangka untuk menghadapi 22 Mei, hari ini dilaksanakan gelar pengamanan pasukan di Monas dan rapat koordinasi antara Polri dan TNI dalam rangka menyamakan cara bertindak di lapangan,&quot; kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dikantornya, Jakarta, Senin (20/5/2019).
(Baca Juga:&amp;nbsp;Tak Ikut Aksi 22 Mei, PDIP: Tindakan Inkonstitusional Akan Berhadapan dengan Hukum)

Dedi mengungkapkan, TNI dan Polri akan maksimal dalam menjaga proses demokrasi tersebut. Oleh sebab itu, dua lembaga pertahanan dan keamanan itu akan menerjunkan personel sekira 34 ribu untuk disebar di beberapa titik.
&quot;Kemudian, dengan jumlah pasukan saat ini sudah lebih dari 32 ribu hampir mencapai 34 ribu pasukan TNI-Polri,&quot; ujar Dedi.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Demokrat Pastikan Tidak Akan Ikut Aksi 22 Mei)
Dengan jumlah pasukan sebesar itu, Dedi memastikan bahwa, TNI dan Polri akan memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat Jakarta khususnya dan wilayah Indonesia lainnya.
&quot;Serta beberapa Polda di Jawa tetap mempersiapkan siap siaganya dalam menangani segala macam potensi gangguan,&quot; ujar Dedi. (ari)</description><content:encoded>JAKARTA - TNI-Polri gelar pasukan untuk menyelaraskan strategi pengamanan di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) jelang penetapan hasil rekapitulasi suara pemilu pada 22 Mei 2019. Gelar pasukan dilakukan di Monas, Jakarta, hari ini.
Penetapan hasil rekapitulasi suara di KPU pada 22 Mei memang menjadi perhatian saat ini. Selain akan diumumkan hasil Pemilu, rencananya ada sekelompok masyarakat yang akan mengerahkan massa atau people power.
&quot;Dalam rangka untuk menghadapi 22 Mei, hari ini dilaksanakan gelar pengamanan pasukan di Monas dan rapat koordinasi antara Polri dan TNI dalam rangka menyamakan cara bertindak di lapangan,&quot; kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dikantornya, Jakarta, Senin (20/5/2019).
(Baca Juga:&amp;nbsp;Tak Ikut Aksi 22 Mei, PDIP: Tindakan Inkonstitusional Akan Berhadapan dengan Hukum)

Dedi mengungkapkan, TNI dan Polri akan maksimal dalam menjaga proses demokrasi tersebut. Oleh sebab itu, dua lembaga pertahanan dan keamanan itu akan menerjunkan personel sekira 34 ribu untuk disebar di beberapa titik.
&quot;Kemudian, dengan jumlah pasukan saat ini sudah lebih dari 32 ribu hampir mencapai 34 ribu pasukan TNI-Polri,&quot; ujar Dedi.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Demokrat Pastikan Tidak Akan Ikut Aksi 22 Mei)
Dengan jumlah pasukan sebesar itu, Dedi memastikan bahwa, TNI dan Polri akan memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat Jakarta khususnya dan wilayah Indonesia lainnya.
&quot;Serta beberapa Polda di Jawa tetap mempersiapkan siap siaganya dalam menangani segala macam potensi gangguan,&quot; ujar Dedi. (ari)</content:encoded></item></channel></rss>
