<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisruh di BPN, Demokrat Dinilai sejak Awal Setengah Hati Dukung Prabowo-Sandi</title><description>Sejak awal Demokrat dinilai setengah hati untuk masuk ke dalam koalisi Prabowo-Sandi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/20/605/2057812/kisruh-di-bpn-demokrat-dinilai-sejak-awal-setengah-hati-dukung-prabowo-sandi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/05/20/605/2057812/kisruh-di-bpn-demokrat-dinilai-sejak-awal-setengah-hati-dukung-prabowo-sandi"/><item><title>Kisruh di BPN, Demokrat Dinilai sejak Awal Setengah Hati Dukung Prabowo-Sandi</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/20/605/2057812/kisruh-di-bpn-demokrat-dinilai-sejak-awal-setengah-hati-dukung-prabowo-sandi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/05/20/605/2057812/kisruh-di-bpn-demokrat-dinilai-sejak-awal-setengah-hati-dukung-prabowo-sandi</guid><pubDate>Senin 20 Mei 2019 10:34 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/20/605/2057812/kisruh-di-bpn-demokrat-dinilai-sejak-awal-setengah-hati-dukung-prabowo-sandi-19taEU0F2G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/20/605/2057812/kisruh-di-bpn-demokrat-dinilai-sejak-awal-setengah-hati-dukung-prabowo-sandi-19taEU0F2G.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Elite Demokrat kembali terlibat kisruh dengan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Bahkan, petinggi partai itu memutuskan menghentikan dukungannya kepada pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno.
Hal itu menyusul adanya olokan terhadap istri Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono, yang tengah jatuh sakit. Ani Yudhoyoni saat ini sedang melawan penyakit kanker yang dideritanya di Singapura. Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, pun menyatakan tidak akan mendukung Prabowo-Sandi.
Melihat hal itu Wasekjen Partai Hanura, Tri Dianto menyatakan, kekisruhan Demokrat dengan BPN bukanlah hal yang mengejutkan. Mengingat, kata dia, sejak awal partai berlambang mercy itu sebetulnya setengah hati dalam mendukung pasangan Prabowo-Sandi.
&quot;Itu penegasan saja bahwa Demokrat sejak awal setengah hati masuk koalisi Prabowo,&quot; kata Tri saat dikonfirmasi Okezone, Jakarta, Senin (20/5/2019).



Menurut Tri, dari awal Demokrat terpaksa ikut koalisi BPN karena tidak bisa masuk koalisi Tim Kampanye Nasional Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. Ditambah lagi, BPN menolak Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi calon Wakil Presiden Prabowo.
&quot;Kecewa berat karena AHY tergusur oleh Sandi Uno. Makin kecewa karena hasil pilegnya turun. Karena itu, ya wajar saja kalau cari alasan untuk pindah perahu. Siapa tahu dapat jatah di koalisi Jokowi. Sampai alasannya lebay,&quot; tutur Tri.

Baca Juga : Ferdinand Hutahean: Saya Berhenti Dukung Prabowo-Sandi

Dalam hal ini, Tri menyatakan, sebaiknya Demokrat lebih terbuka dan terus terang apabila tidak nyaman di BPN. Selain itu, kata Tri, lakukan komunikasi politik apabila akhirnya berlabuh di koalisi Jokowi.
&quot;Daripada muter-muter cari seribu alasan, lebih baik langsung aja pakai alasan ingin ikut yang menang. Gitu aja kok repot,&quot; tutur Tri.

Baca Juga : Demokrat Tegaskan Tetap Bersama Prabowo-Sandi Sampai 22 Mei 
 
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Elite Demokrat kembali terlibat kisruh dengan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Bahkan, petinggi partai itu memutuskan menghentikan dukungannya kepada pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno.
Hal itu menyusul adanya olokan terhadap istri Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono, yang tengah jatuh sakit. Ani Yudhoyoni saat ini sedang melawan penyakit kanker yang dideritanya di Singapura. Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, pun menyatakan tidak akan mendukung Prabowo-Sandi.
Melihat hal itu Wasekjen Partai Hanura, Tri Dianto menyatakan, kekisruhan Demokrat dengan BPN bukanlah hal yang mengejutkan. Mengingat, kata dia, sejak awal partai berlambang mercy itu sebetulnya setengah hati dalam mendukung pasangan Prabowo-Sandi.
&quot;Itu penegasan saja bahwa Demokrat sejak awal setengah hati masuk koalisi Prabowo,&quot; kata Tri saat dikonfirmasi Okezone, Jakarta, Senin (20/5/2019).



Menurut Tri, dari awal Demokrat terpaksa ikut koalisi BPN karena tidak bisa masuk koalisi Tim Kampanye Nasional Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. Ditambah lagi, BPN menolak Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi calon Wakil Presiden Prabowo.
&quot;Kecewa berat karena AHY tergusur oleh Sandi Uno. Makin kecewa karena hasil pilegnya turun. Karena itu, ya wajar saja kalau cari alasan untuk pindah perahu. Siapa tahu dapat jatah di koalisi Jokowi. Sampai alasannya lebay,&quot; tutur Tri.

Baca Juga : Ferdinand Hutahean: Saya Berhenti Dukung Prabowo-Sandi

Dalam hal ini, Tri menyatakan, sebaiknya Demokrat lebih terbuka dan terus terang apabila tidak nyaman di BPN. Selain itu, kata Tri, lakukan komunikasi politik apabila akhirnya berlabuh di koalisi Jokowi.
&quot;Daripada muter-muter cari seribu alasan, lebih baik langsung aja pakai alasan ingin ikut yang menang. Gitu aja kok repot,&quot; tutur Tri.

Baca Juga : Demokrat Tegaskan Tetap Bersama Prabowo-Sandi Sampai 22 Mei 
 
</content:encoded></item></channel></rss>
