<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diancam Trump, Menlu: Iran Telah Berdiri Tegak Selama Ribuan Tahun</title><description>Menyarankan republik Islam itu akan dihancurkan jika ia menyerang kepentingan AS.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/21/18/2058336/diancam-trump-menlu-iran-telah-berdiri-tegak-selama-ribuan-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/05/21/18/2058336/diancam-trump-menlu-iran-telah-berdiri-tegak-selama-ribuan-tahun"/><item><title>Diancam Trump, Menlu: Iran Telah Berdiri Tegak Selama Ribuan Tahun</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/21/18/2058336/diancam-trump-menlu-iran-telah-berdiri-tegak-selama-ribuan-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/05/21/18/2058336/diancam-trump-menlu-iran-telah-berdiri-tegak-selama-ribuan-tahun</guid><pubDate>Selasa 21 Mei 2019 11:45 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmat Fahzry</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/21/18/2058336/diancam-trump-menlu-iran-telah-berdiri-tegak-selama-ribuan-tahun-zaSoPGbWXP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menlu Iran Mohammad Javad Zarif. Foto/Reuters</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/21/18/2058336/diancam-trump-menlu-iran-telah-berdiri-tegak-selama-ribuan-tahun-zaSoPGbWXP.jpg</image><title>Menlu Iran Mohammad Javad Zarif. Foto/Reuters</title></images><description>TEHERAN - Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif membalas ancaman Presiden Amerika Serikat yang mengejek genosida dengan mengatakan hal itu tidak akan mengakhiri Iran.
&quot;Iran telah berdiri tegak selama ribuan tahun sementara semua agresor (penyerang) pergi. Terorisme ekonomi dan ejekan genosida tidak akan 'mengakhiri Iran',&quot; tulis Zarif di Twitter.
&quot;Jangan pernah mengancam orang Iran. Coba hormati&amp;mdash;itu berhasil!&quot; dia menambahkan.
Dalam tweet lain, Zarif menuduh Trump mengizinkan pihaknya untuk &quot;membuang diplomasi&quot; dan &quot;menghasut kejahatan perang&amp;mdash;dengan memeras tukang jagal lalim melalui penjualan senjata besar-besaran&quot;.

Serangan oleh diplomat top Iran itu mengikuti peringatan yang tidak menyenangkan dari Trump, yang pada Minggu menyarankan republik Islam itu akan dihancurkan jika ia menyerang kepentingan AS.
&quot;Jika Iran ingin bertarung, itu akan menjadi akhir resmi Iran. Jangan pernah mengancam Amerika Serikat lagi,&quot; cuit Trump.
Baca:&amp;nbsp;Ayatollah: Iran Tidak Ingin Berperang dengan Amerika Serikat&amp;nbsp;
Baca:&amp;nbsp;Iran Klaim Berhasil Ungkap Jaringan Ratusan Mata-Mata AS
Pada Senin malam, Trump mengatakan dia siap untuk berbicara jika Teheran mengambil langkah pertama.
Komentar terakhir Trump tampaknya ditujukan untuk menekan kembali kekhawatiran bahwa pemerintahannya mendorong perang.
&quot;Kami tidak memiliki indikasi bahwa sesuatu akan terjadi atau akan terjadi,&quot; katanya kepada wartawan di Gedung Putih ketika ditanya tentang ancaman Iran terhadap kepentingan AS, menambahkan, &quot;Kami tidak memiliki indikasi bahwa mereka akan melakukannya.&quot;</description><content:encoded>TEHERAN - Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif membalas ancaman Presiden Amerika Serikat yang mengejek genosida dengan mengatakan hal itu tidak akan mengakhiri Iran.
&quot;Iran telah berdiri tegak selama ribuan tahun sementara semua agresor (penyerang) pergi. Terorisme ekonomi dan ejekan genosida tidak akan 'mengakhiri Iran',&quot; tulis Zarif di Twitter.
&quot;Jangan pernah mengancam orang Iran. Coba hormati&amp;mdash;itu berhasil!&quot; dia menambahkan.
Dalam tweet lain, Zarif menuduh Trump mengizinkan pihaknya untuk &quot;membuang diplomasi&quot; dan &quot;menghasut kejahatan perang&amp;mdash;dengan memeras tukang jagal lalim melalui penjualan senjata besar-besaran&quot;.

Serangan oleh diplomat top Iran itu mengikuti peringatan yang tidak menyenangkan dari Trump, yang pada Minggu menyarankan republik Islam itu akan dihancurkan jika ia menyerang kepentingan AS.
&quot;Jika Iran ingin bertarung, itu akan menjadi akhir resmi Iran. Jangan pernah mengancam Amerika Serikat lagi,&quot; cuit Trump.
Baca:&amp;nbsp;Ayatollah: Iran Tidak Ingin Berperang dengan Amerika Serikat&amp;nbsp;
Baca:&amp;nbsp;Iran Klaim Berhasil Ungkap Jaringan Ratusan Mata-Mata AS
Pada Senin malam, Trump mengatakan dia siap untuk berbicara jika Teheran mengambil langkah pertama.
Komentar terakhir Trump tampaknya ditujukan untuk menekan kembali kekhawatiran bahwa pemerintahannya mendorong perang.
&quot;Kami tidak memiliki indikasi bahwa sesuatu akan terjadi atau akan terjadi,&quot; katanya kepada wartawan di Gedung Putih ketika ditanya tentang ancaman Iran terhadap kepentingan AS, menambahkan, &quot;Kami tidak memiliki indikasi bahwa mereka akan melakukannya.&quot;</content:encoded></item></channel></rss>
