<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Penetapan Rekapitulasi Pilpres, Titiek Soeharto: Kenapa Diumumkan Pagi Buta?</title><description>Kenapa (hasil Pilpres) mengumumkan di pagi buta kalau tidak ada maksud yang tidak jelas?</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/21/605/2058613/soal-penetapan-rekapitulasi-pilpres-titiek-soeharto-kenapa-diumumkan-pagi-buta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/05/21/605/2058613/soal-penetapan-rekapitulasi-pilpres-titiek-soeharto-kenapa-diumumkan-pagi-buta"/><item><title>Soal Penetapan Rekapitulasi Pilpres, Titiek Soeharto: Kenapa Diumumkan Pagi Buta?</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/21/605/2058613/soal-penetapan-rekapitulasi-pilpres-titiek-soeharto-kenapa-diumumkan-pagi-buta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/05/21/605/2058613/soal-penetapan-rekapitulasi-pilpres-titiek-soeharto-kenapa-diumumkan-pagi-buta</guid><pubDate>Selasa 21 Mei 2019 20:42 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/21/605/2058613/soal-penetapan-rekapitulasi-pilpres-titiek-soeharto-kenapa-diumumkan-pagi-buta-0FILTOcoLo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Titiek Soeharto menyambangi massa aksi di depan Gedung Bawaslu (Foto: Dede Kurniawan/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/21/605/2058613/soal-penetapan-rekapitulasi-pilpres-titiek-soeharto-kenapa-diumumkan-pagi-buta-0FILTOcoLo.jpg</image><title>Titiek Soeharto menyambangi massa aksi di depan Gedung Bawaslu (Foto: Dede Kurniawan/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Titiek Soeharto menanggapi penetapan hasil suara pemilihan presiden 2019 yang telah diumumkan oleh KPU RI pada Selasa dini hari.

&amp;ldquo;Kenapa (hasil Pilpres) mengumumkan di pagi buta kalau tidak ada maksud yang tidak jelas?&amp;rdquo; kata Titiek saat ditemui di depan Gedung Bawaslu RI, Selasa (21/5/2019).

Kata Titiek, seharusnya pihak KPU mengumumkan hasil penetapan secara resmi tersebut pada siang hari karena dinilai lebih logis. &amp;ldquo;Seharusnya diumumkan di siang hari karena banyak masyarakat yang sadar atau tidak tidur kan jadi mereka tahu,&amp;rdquo; katanya.


(Baca Juga: Massa Aksi 21 Mei Gelar Salat Tarawih Berjamaah di Depan Bawaslu)

Dengan adanya aksi damai di depan Gedung Bawaslu RI yang diikuti oleh ratusan orang, sambungnya, merupakan bentuk penyampaian pendapat terhadap hasil pemilu.

&amp;ldquo;Ini wujud kita tidak terima. Karena itu, kita adakan aksi damai ini,&amp;rdquo; katanya.

Di sisi lain, Titiek juga menyayangkan sikap aparat keamanan yang dianggap terlalu berlebihan dalam melakukan penjagaan aksi massa.

&amp;ldquo;Massa disambut oleh Kepolisian seperti ini. Seharusnya mereka (polisi) malu karena yang mereka hadapi emak-emak, kayak mau perang,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Titiek Soeharto menanggapi penetapan hasil suara pemilihan presiden 2019 yang telah diumumkan oleh KPU RI pada Selasa dini hari.

&amp;ldquo;Kenapa (hasil Pilpres) mengumumkan di pagi buta kalau tidak ada maksud yang tidak jelas?&amp;rdquo; kata Titiek saat ditemui di depan Gedung Bawaslu RI, Selasa (21/5/2019).

Kata Titiek, seharusnya pihak KPU mengumumkan hasil penetapan secara resmi tersebut pada siang hari karena dinilai lebih logis. &amp;ldquo;Seharusnya diumumkan di siang hari karena banyak masyarakat yang sadar atau tidak tidur kan jadi mereka tahu,&amp;rdquo; katanya.


(Baca Juga: Massa Aksi 21 Mei Gelar Salat Tarawih Berjamaah di Depan Bawaslu)

Dengan adanya aksi damai di depan Gedung Bawaslu RI yang diikuti oleh ratusan orang, sambungnya, merupakan bentuk penyampaian pendapat terhadap hasil pemilu.

&amp;ldquo;Ini wujud kita tidak terima. Karena itu, kita adakan aksi damai ini,&amp;rdquo; katanya.

Di sisi lain, Titiek juga menyayangkan sikap aparat keamanan yang dianggap terlalu berlebihan dalam melakukan penjagaan aksi massa.

&amp;ldquo;Massa disambut oleh Kepolisian seperti ini. Seharusnya mereka (polisi) malu karena yang mereka hadapi emak-emak, kayak mau perang,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
