<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jalanan Depan Bawaslu Belum Dibuka, Kawat Berduri Masih Dipasang</title><description>Jalan MH Thamrin di depan Bawaslu pada pagi ini sudah bersih dari material bentrokan, namun belum dibuka untuk umum.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/23/337/2059379/jalanan-depan-bawaslu-belum-dibuka-kawat-berduri-masih-dipasang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/05/23/337/2059379/jalanan-depan-bawaslu-belum-dibuka-kawat-berduri-masih-dipasang"/><item><title>Jalanan Depan Bawaslu Belum Dibuka, Kawat Berduri Masih Dipasang</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/23/337/2059379/jalanan-depan-bawaslu-belum-dibuka-kawat-berduri-masih-dipasang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/05/23/337/2059379/jalanan-depan-bawaslu-belum-dibuka-kawat-berduri-masih-dipasang</guid><pubDate>Kamis 23 Mei 2019 10:56 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/23/337/2059379/jalanan-depan-bawaslu-belum-dibuka-kawat-berduri-masih-dipasang-H0tiOTEjyx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jalanan depan Gedung Bawaslu belum dibuka untuk umum pasca-Aksi 22 Mei. (Foto: Achmad Fardiansyah/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/23/337/2059379/jalanan-depan-bawaslu-belum-dibuka-kawat-berduri-masih-dipasang-H0tiOTEjyx.jpg</image><title>Jalanan depan Gedung Bawaslu belum dibuka untuk umum pasca-Aksi 22 Mei. (Foto: Achmad Fardiansyah/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Suasana di Jalan MH Thamrin, tepatnya di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia, sudah berangsur kondusif. Di sana juga tampak bersih dari batu-batu dan bekas bom molotov yang dilemparkan peserta Aksi 22 Mei ke arah aparat.
Berdasarkan pantauan Okezone, Kamis (23/5/2019), Jalan MH Thamrin tampak layak dilintasi, namun hingga kini belum dibuka untuk umum. Kawat berduri masih membentang di sepanjang Jalan MH Thamrin.
(Baca juga:   Potret Pasukan Oranye Bersihkan Sampah Sisa Bentrok di Depan Gedung Bawaslu)
 

Sementara suasana di Jalan KH Wahid Hasyim terpantau kondusif, hanya ada beberapa pecahan bekas botol-botol yang diduga bom molotov dan batu-batu masih dapat ditemukan berserakan di jalanan.
Kemudian di Jalan Gereja Santa Gereja Theresia tampak satu unit motor Scoopy hangus dibakar massa. Bangkai motor tersebut diletakkan di depan Gereja Theresia.
(Baca juga:   Situasi di Depan Bawaslu pada Kamis Pagi Ini Terpantau Kondusif)
 
Meski suasana sudah kondusif, ketegangan di wilayah tersebut masih merasa, sehingga tidak satu pun warga berani datang ke sana.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Suasana di Jalan MH Thamrin, tepatnya di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia, sudah berangsur kondusif. Di sana juga tampak bersih dari batu-batu dan bekas bom molotov yang dilemparkan peserta Aksi 22 Mei ke arah aparat.
Berdasarkan pantauan Okezone, Kamis (23/5/2019), Jalan MH Thamrin tampak layak dilintasi, namun hingga kini belum dibuka untuk umum. Kawat berduri masih membentang di sepanjang Jalan MH Thamrin.
(Baca juga:   Potret Pasukan Oranye Bersihkan Sampah Sisa Bentrok di Depan Gedung Bawaslu)
 

Sementara suasana di Jalan KH Wahid Hasyim terpantau kondusif, hanya ada beberapa pecahan bekas botol-botol yang diduga bom molotov dan batu-batu masih dapat ditemukan berserakan di jalanan.
Kemudian di Jalan Gereja Santa Gereja Theresia tampak satu unit motor Scoopy hangus dibakar massa. Bangkai motor tersebut diletakkan di depan Gereja Theresia.
(Baca juga:   Situasi di Depan Bawaslu pada Kamis Pagi Ini Terpantau Kondusif)
 
Meski suasana sudah kondusif, ketegangan di wilayah tersebut masih merasa, sehingga tidak satu pun warga berani datang ke sana.
</content:encoded></item></channel></rss>
