<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>H-8 Lebaran, Volume Kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek Mulai Meningkat</title><description>Dalam 3 hari terakhir, volume kendaraan yang melintas di jalan Tol Jakarta-Cikampek mulai meningkat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/27/338/2061043/h-8-lebaran-volume-kendaraan-di-tol-jakarta-cikampek-mulai-meningkat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/05/27/338/2061043/h-8-lebaran-volume-kendaraan-di-tol-jakarta-cikampek-mulai-meningkat"/><item><title>H-8 Lebaran, Volume Kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek Mulai Meningkat</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/27/338/2061043/h-8-lebaran-volume-kendaraan-di-tol-jakarta-cikampek-mulai-meningkat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/05/27/338/2061043/h-8-lebaran-volume-kendaraan-di-tol-jakarta-cikampek-mulai-meningkat</guid><pubDate>Senin 27 Mei 2019 22:03 WIB</pubDate><dc:creator>Wijayakusuma</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>BEKASI &amp;ndash; Sepekan lebih menjelang Lebaran, volume kendaraan yang melintasi Tol Jakarta-Cikampek mulai meningkat. Jenderal Manager Tol Jakarta-Cikampek, Raddy R Lukman, mengatakan sudah mulai ada peningkatan volume kendaraan arus mudik selama tiga hari terakhir.
&quot;Kalau kita lihat data dalam 3 hari pertama itu kayanya sudah ada yang mulai curi-curi start untuk mudik. Kalau kita lihat di hari ketiga itu awal sudah naik 30.000 ya, dari 24.000. Yang artinya sudah mulai ada peningkatan,&quot; kata Raddy di Bekasi, Senin (27/5/2019).

Penghentian sejumlah proyek pemerintah di Tol Jakarta-Cikampek yang dimulai sejak Sabtu, 25 Mei 2019, juga dinilai efektif memberikan kelancaran arus mudik dan mengurangi kemacetan.
&quot;Sebenarnya tanggal 25 (Mei) kemarin ya sudah berhenti. Tanggal 25 masih ada bersih-bersih menggeser kembali ya MCB, itu mengurangi kemacetan lajur ya. Yang bahunya hilang, yang lajur sedikit hilang, itu kita balikkan ke normal. Karena itu, memang salah satu titik-titik rawan kemacetan. Jadi 25 itu adalah titik terakhir mulai mengembalikan lagi ke normal,&quot; ujarnya.



Untuk memberikan keleluasaan bagi pemudik selama melintas, pihak Jasa Marga juga menerapkan 2x4 lajur sampai KM 38 arah Cikampek.
&quot;Jadi kalau bisa dilihat titik-titik kemacetan dari proyek itu ya ada di KM 10, 14, 21, 22, 28, dan KM 31, jadi digeser ya sehingga bisa membaik. Mungkin hanya ada gangguan kendaraan yang mogok, itu di luar proyek ya. Pekerjaan proyek sudah tidak ada, lebaran jalannya pun sudah seperti semula. Insya Allah sudah lebih baik,&quot; tuturnya.
Pihaknya memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H-5 Lebaran. Untuk itu, Jasa Marga pun telah siap dengan segala perencanaan untuk kelancaran para pemudik.
&quot;Prediksi puncaknya H-5 tanggal 31 Mei, itu diperkirakan 77.000 (volume kendaraan) atau kalau ada one way diperkirakan 80.000-90.000. Insya Allah kita sudah siap untuk bertugas maksimal,&quot; ucapnya.
Sementara itu, Humas Jakarta-Cikampek, Hendra Damanik menuturkan, kondisi arus mudik sampai dengan hari ini masih relatif lancar, dan belum mengalami peningkatan yang signifikan. Beberapa kebijakan pun diberlakukan pihak Jasa Marga untuk memberikan kenyamanan pemudik yang melintasi Tol Jakarta-Cikampek.

&quot;Upaya yang dilakukan Jasa Marga, yakni penghentian pekerjaan proyek elevated, pelarangan kendaraan sumbu tiga keatas untuk beroperasi mulai tanggal 30 Mei, serta melakukan rekayasa lalu lintas diantaranya contraflow dan one way,&quot; ujarnya.

Hendra menjelaskan, konsentrasi pengamanan dilakukan di seluruh  titik, khususnya yang rawan kemacetan. &quot;Semua titik tetap menjadi fokus  utama, tetapi yang menjadi perhatian terutama di rest area karena sering  menjadi sumber kemacetan akibat parkir yang kurang rapi dan tidak  disiplin,&quot; katanya.



Koordinasi dengan pihak kepolisian juga intens dilakukan untuk  pengamanan selama arus mudik dan mengantisipasi adanya kepadatan volume  kendaraan.

Baca Juga : Pemprov DKI Prediksi Puncak Mudik Terjadi pada H-4 Lebaran

&quot;Untuk arus kendaraan dari arah Bekasi menuju Palimanan untuk saat ini masih lancar. Ada 250 petugas yang dikerahkan,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Warga Diminta Beli Tiket Bus ke Petugas Berseragam di Terminal Kampung Rambutan</description><content:encoded>BEKASI &amp;ndash; Sepekan lebih menjelang Lebaran, volume kendaraan yang melintasi Tol Jakarta-Cikampek mulai meningkat. Jenderal Manager Tol Jakarta-Cikampek, Raddy R Lukman, mengatakan sudah mulai ada peningkatan volume kendaraan arus mudik selama tiga hari terakhir.
&quot;Kalau kita lihat data dalam 3 hari pertama itu kayanya sudah ada yang mulai curi-curi start untuk mudik. Kalau kita lihat di hari ketiga itu awal sudah naik 30.000 ya, dari 24.000. Yang artinya sudah mulai ada peningkatan,&quot; kata Raddy di Bekasi, Senin (27/5/2019).

Penghentian sejumlah proyek pemerintah di Tol Jakarta-Cikampek yang dimulai sejak Sabtu, 25 Mei 2019, juga dinilai efektif memberikan kelancaran arus mudik dan mengurangi kemacetan.
&quot;Sebenarnya tanggal 25 (Mei) kemarin ya sudah berhenti. Tanggal 25 masih ada bersih-bersih menggeser kembali ya MCB, itu mengurangi kemacetan lajur ya. Yang bahunya hilang, yang lajur sedikit hilang, itu kita balikkan ke normal. Karena itu, memang salah satu titik-titik rawan kemacetan. Jadi 25 itu adalah titik terakhir mulai mengembalikan lagi ke normal,&quot; ujarnya.



Untuk memberikan keleluasaan bagi pemudik selama melintas, pihak Jasa Marga juga menerapkan 2x4 lajur sampai KM 38 arah Cikampek.
&quot;Jadi kalau bisa dilihat titik-titik kemacetan dari proyek itu ya ada di KM 10, 14, 21, 22, 28, dan KM 31, jadi digeser ya sehingga bisa membaik. Mungkin hanya ada gangguan kendaraan yang mogok, itu di luar proyek ya. Pekerjaan proyek sudah tidak ada, lebaran jalannya pun sudah seperti semula. Insya Allah sudah lebih baik,&quot; tuturnya.
Pihaknya memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H-5 Lebaran. Untuk itu, Jasa Marga pun telah siap dengan segala perencanaan untuk kelancaran para pemudik.
&quot;Prediksi puncaknya H-5 tanggal 31 Mei, itu diperkirakan 77.000 (volume kendaraan) atau kalau ada one way diperkirakan 80.000-90.000. Insya Allah kita sudah siap untuk bertugas maksimal,&quot; ucapnya.
Sementara itu, Humas Jakarta-Cikampek, Hendra Damanik menuturkan, kondisi arus mudik sampai dengan hari ini masih relatif lancar, dan belum mengalami peningkatan yang signifikan. Beberapa kebijakan pun diberlakukan pihak Jasa Marga untuk memberikan kenyamanan pemudik yang melintasi Tol Jakarta-Cikampek.

&quot;Upaya yang dilakukan Jasa Marga, yakni penghentian pekerjaan proyek elevated, pelarangan kendaraan sumbu tiga keatas untuk beroperasi mulai tanggal 30 Mei, serta melakukan rekayasa lalu lintas diantaranya contraflow dan one way,&quot; ujarnya.

Hendra menjelaskan, konsentrasi pengamanan dilakukan di seluruh  titik, khususnya yang rawan kemacetan. &quot;Semua titik tetap menjadi fokus  utama, tetapi yang menjadi perhatian terutama di rest area karena sering  menjadi sumber kemacetan akibat parkir yang kurang rapi dan tidak  disiplin,&quot; katanya.



Koordinasi dengan pihak kepolisian juga intens dilakukan untuk  pengamanan selama arus mudik dan mengantisipasi adanya kepadatan volume  kendaraan.

Baca Juga : Pemprov DKI Prediksi Puncak Mudik Terjadi pada H-4 Lebaran

&quot;Untuk arus kendaraan dari arah Bekasi menuju Palimanan untuk saat ini masih lancar. Ada 250 petugas yang dikerahkan,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Warga Diminta Beli Tiket Bus ke Petugas Berseragam di Terminal Kampung Rambutan</content:encoded></item></channel></rss>
