<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Operasi Ketupat 2019 Dimulai, 157 Ribu Personel Gabungan Dikerahkan</title><description></description><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/28/337/2061137/operasi-ketupat-2019-dimulai-157-ribu-personel-gabungan-dikerahkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/05/28/337/2061137/operasi-ketupat-2019-dimulai-157-ribu-personel-gabungan-dikerahkan"/><item><title>Operasi Ketupat 2019 Dimulai, 157 Ribu Personel Gabungan Dikerahkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/28/337/2061137/operasi-ketupat-2019-dimulai-157-ribu-personel-gabungan-dikerahkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/05/28/337/2061137/operasi-ketupat-2019-dimulai-157-ribu-personel-gabungan-dikerahkan</guid><pubDate>Selasa 28 Mei 2019 07:08 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/28/337/2061137/operasi-ketupat-2019-dimulai-157-ribu-personel-gabungan-dikerahkan-7GEpYwSYdU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/28/337/2061137/operasi-ketupat-2019-dimulai-157-ribu-personel-gabungan-dikerahkan-7GEpYwSYdU.jpg</image><title>ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, Polri resmi memulai Operasi (Ops) Ketupat 2019 diseluruh Indonesia. Proses pengamanan dan penjagaan ini akan digelar hingga berakhirnya pelaksanaan Lebaran 2019.

&quot;Ops Ketupat dimulai tanggal 29 Mei sampai 13 Juni,&quot; kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada Okezone, Jakarta, Selasa (28/5/2019).

Dedi mengungkapkan, ratusan ribu personel pun dikerahkan untuk mengamankan berjalannya Lebaran 2019. Setidaknya, ada 152 ribu lebih diterjunkan dari aparat gabungan dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan dan lainnya.

&quot;157.155 ribu personel itu gabungan TNI, Polri, Dishub, Jasa Marga dan Satpol PP,&quot; ucap Dedi.



Dedi menjelaskan, fokus pengamanan pada Ops Ketupat 2019 ini adalah Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas atau Kamsebtibcar Lantas.

&quot;Fokusnya pada Kamseltibcar Lantas. Petugas akan berjaga selama 24 jam penuh,&quot; tutur Dedi.

Seluruh personel gabungan tersebut akan diletakan dibeberapa titik-titik yang berpotensi mengalami kepadatan ketika berlangsungnya musim Lebaran tiba.

&quot;Pengaman arus mudik lintas jawa, Sumatera, kemudian angkutan udara, angkutan laut, dan angkutan umum KA dan Bus,&quot; ujar Dedi.</description><content:encoded>JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, Polri resmi memulai Operasi (Ops) Ketupat 2019 diseluruh Indonesia. Proses pengamanan dan penjagaan ini akan digelar hingga berakhirnya pelaksanaan Lebaran 2019.

&quot;Ops Ketupat dimulai tanggal 29 Mei sampai 13 Juni,&quot; kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada Okezone, Jakarta, Selasa (28/5/2019).

Dedi mengungkapkan, ratusan ribu personel pun dikerahkan untuk mengamankan berjalannya Lebaran 2019. Setidaknya, ada 152 ribu lebih diterjunkan dari aparat gabungan dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan dan lainnya.

&quot;157.155 ribu personel itu gabungan TNI, Polri, Dishub, Jasa Marga dan Satpol PP,&quot; ucap Dedi.



Dedi menjelaskan, fokus pengamanan pada Ops Ketupat 2019 ini adalah Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas atau Kamsebtibcar Lantas.

&quot;Fokusnya pada Kamseltibcar Lantas. Petugas akan berjaga selama 24 jam penuh,&quot; tutur Dedi.

Seluruh personel gabungan tersebut akan diletakan dibeberapa titik-titik yang berpotensi mengalami kepadatan ketika berlangsungnya musim Lebaran tiba.

&quot;Pengaman arus mudik lintas jawa, Sumatera, kemudian angkutan udara, angkutan laut, dan angkutan umum KA dan Bus,&quot; ujar Dedi.</content:encoded></item></channel></rss>
