<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Polri Kejar Aktor yang Perintahkan Perusuh 22 Mei Bunuh 4 Tokoh Nasional   </title><description>Empat tokoh nasional mendapat ancaman akan dibunuh oleh perusuh Aksi 21-22 Mei 2019.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/28/337/2061345/polri-kejar-aktor-yang-perintahkan-perusuh-22-mei-bunuh-4-tokoh-nasional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/05/28/337/2061345/polri-kejar-aktor-yang-perintahkan-perusuh-22-mei-bunuh-4-tokoh-nasional"/><item><title> Polri Kejar Aktor yang Perintahkan Perusuh 22 Mei Bunuh 4 Tokoh Nasional   </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/28/337/2061345/polri-kejar-aktor-yang-perintahkan-perusuh-22-mei-bunuh-4-tokoh-nasional</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/05/28/337/2061345/polri-kejar-aktor-yang-perintahkan-perusuh-22-mei-bunuh-4-tokoh-nasional</guid><pubDate>Selasa 28 Mei 2019 15:25 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/28/337/2061345/polri-kejar-aktor-yang-perintahkan-perusuh-22-mei-bunuh-4-tokoh-nasional-0psePhQAqd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapolri Jenderal Tito Karnavian (foto: ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/28/337/2061345/polri-kejar-aktor-yang-perintahkan-perusuh-22-mei-bunuh-4-tokoh-nasional-0psePhQAqd.jpg</image><title>Kapolri Jenderal Tito Karnavian (foto: ist)</title></images><description>
JAKARTA - Empat tokoh nasional mendapat ancaman akan dibunuh oleh perusuh Aksi 21-22 Mei 2019. Keempat tokoh yakni Menko Polhukam Wiranto, Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala BIN Budi Gunawan, dan Gories Mere.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, ancaman tersebut terungkap ketika anggotanya menangkap sejumlah perusuh yakni HK, AZ, IR dan TJ.

&quot;Pelaku-pelaku yang disuruh melakukan eksekusi itu tertangkap semua senjatanya sudah siap, kemudian juga masih mengembangkan orang yang menyuruh atau dalang kasus ini,&quot; kata Tito di Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta Pusat, Selasa (28/5/2019).
&amp;nbsp;(Baca juga: Ini 4 Tokoh Nasional yang Jadi Target Pembunuhan Perusuh 22 Mei)
Tak hanya tokoh nasional yang diancam dibunuh, tapi pimpinan salah satu lembaga survei pun mendapatkan ancaman yang sama. &quot;Salah atau pimpinan lembaga survei kami tidak sebutkan,&quot; ucap dia.

&quot;Dasar kami sementara hanya BAP (berita acara pemeriksaan). Hasil pemeriksaan kepada tersangka yang sudah ditangkap jadi bukan pada informasi intelijen beda, kalau informasi bukan prejudicial, ini prejudicial pemeriksaan resmi,&quot; kata dia.
&amp;nbsp;
Sebelumnya, Polri mengungkap satu kelompok perusuh lagi dalam aksi demonstrasi 22 Mei. Tak tanggung-tanggung, kelompok bayaran ini telah berencana membunuh empat orang tokoh nasional.
&amp;nbsp;(Baca juga: Jadi Tersangka Kasus Hoax, Mustofa Nahrawardaya Ajukan Surat Penangguhan Penahanan)
Kadiv Humas Polri Irjen Pol M. Iqbal mengatakan, bahwa pihaknya berhasil menangkap HK yang merupakan pemimpin kelompok ini di Hotel Megaria, Cikini, Jakarta, Selasa 22 Mei sekira pukul 11.30 WIB.

&quot;Tersangka HK alamat di perumahan Cibinong. Perannya leader mencari senpi sekaligus mencari eksekutor dan sekaligus eksekutor serta memmimpin aksi. Yang bersangkutan ada saat 21 Mei. Membawa satu pucuk senpi Taurus. Yang bersangkutan menerima uang Rp150 juta,&quot; kata Iqbal di Kemenko Polhukam, Jakarta, kemarin.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wNS8yOC8xLzExOTc1OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Polisi langsung mengembangkan kasus ini dengan menangkap AZ di Bandara Soetta, Selasa 22 Mei sekira pukul 13.30 WIB. &quot;AZ ini asal Ciputat. Pesannya mencari eksekutor dan menjadi eksekutor,&quot; terang Iqbal.

Selain AZ, polisi juga menangkap IR yang berencana akan menjadi eksekutor. IR ditangkap di pos sekuriti di kawasan Kebon Jeruk sekira pukul 20.00 WIB. IR  juga telah mendapatkan imbalan Rp5 juta.

Kemudian, polisi juga berhasil menangkap TJ di Indomaret Sentul, Bogor pada Jumat 24 Mei 2019. Pelaku asal Cibinong ini berperan sebagai eksekutor dengan menguasai senpi rakitan laras pendek call 22 dan laras panjang call 22.

&quot;TJ juga menerima uang Rp55 juta. TJ positif (narkoba) amfetamin dan metamfetamin. Jadi yang ingin keberaniannya meningkat  ya menggunakan itu,&quot; jelasnya.

Polisi juga turut menggaruk AD di hari yang sama di kawasan Koja, Jakut. AD ini merupakan penjual tiga pucuk senpi rakitan laras panjang dan pendek dengan mahar Rp26 juta. AD juga positif narkoba dengan kandungan amfetamin, metamfetamin, dan benzo,&quot; imbuhnya.

Iqbal menambahkan, polisi juga menangkap seorang perempuan AF alias VV di kawasan Pancoran, Jaksel. AF ini berperan sebagai pemilik dan penjualan senpi rakitan revolver ke HK. &quot;Ini perempuan menerima penjualan Rp50 juta,&quot; jelasnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Empat tokoh nasional mendapat ancaman akan dibunuh oleh perusuh Aksi 21-22 Mei 2019. Keempat tokoh yakni Menko Polhukam Wiranto, Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala BIN Budi Gunawan, dan Gories Mere.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, ancaman tersebut terungkap ketika anggotanya menangkap sejumlah perusuh yakni HK, AZ, IR dan TJ.

&quot;Pelaku-pelaku yang disuruh melakukan eksekusi itu tertangkap semua senjatanya sudah siap, kemudian juga masih mengembangkan orang yang menyuruh atau dalang kasus ini,&quot; kata Tito di Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta Pusat, Selasa (28/5/2019).
&amp;nbsp;(Baca juga: Ini 4 Tokoh Nasional yang Jadi Target Pembunuhan Perusuh 22 Mei)
Tak hanya tokoh nasional yang diancam dibunuh, tapi pimpinan salah satu lembaga survei pun mendapatkan ancaman yang sama. &quot;Salah atau pimpinan lembaga survei kami tidak sebutkan,&quot; ucap dia.

&quot;Dasar kami sementara hanya BAP (berita acara pemeriksaan). Hasil pemeriksaan kepada tersangka yang sudah ditangkap jadi bukan pada informasi intelijen beda, kalau informasi bukan prejudicial, ini prejudicial pemeriksaan resmi,&quot; kata dia.
&amp;nbsp;
Sebelumnya, Polri mengungkap satu kelompok perusuh lagi dalam aksi demonstrasi 22 Mei. Tak tanggung-tanggung, kelompok bayaran ini telah berencana membunuh empat orang tokoh nasional.
&amp;nbsp;(Baca juga: Jadi Tersangka Kasus Hoax, Mustofa Nahrawardaya Ajukan Surat Penangguhan Penahanan)
Kadiv Humas Polri Irjen Pol M. Iqbal mengatakan, bahwa pihaknya berhasil menangkap HK yang merupakan pemimpin kelompok ini di Hotel Megaria, Cikini, Jakarta, Selasa 22 Mei sekira pukul 11.30 WIB.

&quot;Tersangka HK alamat di perumahan Cibinong. Perannya leader mencari senpi sekaligus mencari eksekutor dan sekaligus eksekutor serta memmimpin aksi. Yang bersangkutan ada saat 21 Mei. Membawa satu pucuk senpi Taurus. Yang bersangkutan menerima uang Rp150 juta,&quot; kata Iqbal di Kemenko Polhukam, Jakarta, kemarin.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wNS8yOC8xLzExOTc1OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Polisi langsung mengembangkan kasus ini dengan menangkap AZ di Bandara Soetta, Selasa 22 Mei sekira pukul 13.30 WIB. &quot;AZ ini asal Ciputat. Pesannya mencari eksekutor dan menjadi eksekutor,&quot; terang Iqbal.

Selain AZ, polisi juga menangkap IR yang berencana akan menjadi eksekutor. IR ditangkap di pos sekuriti di kawasan Kebon Jeruk sekira pukul 20.00 WIB. IR  juga telah mendapatkan imbalan Rp5 juta.

Kemudian, polisi juga berhasil menangkap TJ di Indomaret Sentul, Bogor pada Jumat 24 Mei 2019. Pelaku asal Cibinong ini berperan sebagai eksekutor dengan menguasai senpi rakitan laras pendek call 22 dan laras panjang call 22.

&quot;TJ juga menerima uang Rp55 juta. TJ positif (narkoba) amfetamin dan metamfetamin. Jadi yang ingin keberaniannya meningkat  ya menggunakan itu,&quot; jelasnya.

Polisi juga turut menggaruk AD di hari yang sama di kawasan Koja, Jakut. AD ini merupakan penjual tiga pucuk senpi rakitan laras panjang dan pendek dengan mahar Rp26 juta. AD juga positif narkoba dengan kandungan amfetamin, metamfetamin, dan benzo,&quot; imbuhnya.

Iqbal menambahkan, polisi juga menangkap seorang perempuan AF alias VV di kawasan Pancoran, Jaksel. AF ini berperan sebagai pemilik dan penjualan senpi rakitan revolver ke HK. &quot;Ini perempuan menerima penjualan Rp50 juta,&quot; jelasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
