<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemilu 2019: Lebih 40% Caleg Perempuan yang Lolos ke Senayan Terkait 'Dinasti Politik'</title><description>Lebih dari 40 persen caleg perempuan yang lolos ke Senayan terkait dinasti politik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/29/606/2061635/pemilu-2019-lebih-40-caleg-perempuan-yang-lolos-ke-senayan-terkait-dinasti-politik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/05/29/606/2061635/pemilu-2019-lebih-40-caleg-perempuan-yang-lolos-ke-senayan-terkait-dinasti-politik"/><item><title>Pemilu 2019: Lebih 40% Caleg Perempuan yang Lolos ke Senayan Terkait 'Dinasti Politik'</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/29/606/2061635/pemilu-2019-lebih-40-caleg-perempuan-yang-lolos-ke-senayan-terkait-dinasti-politik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/05/29/606/2061635/pemilu-2019-lebih-40-caleg-perempuan-yang-lolos-ke-senayan-terkait-dinasti-politik</guid><pubDate>Rabu 29 Mei 2019 07:39 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi BBC Indonesia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/29/606/2061635/pemilu-2019-lebih-40-caleg-perempuan-yang-lolos-ke-senayan-terkait-dinasti-politik-Ly5Bq5czQn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dyah Roro Esti lolos ke DPR dari Dapil Jatim IX. (Foto: Facebook)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/29/606/2061635/pemilu-2019-lebih-40-caleg-perempuan-yang-lolos-ke-senayan-terkait-dinasti-politik-Ly5Bq5czQn.jpg</image><title>Dyah Roro Esti lolos ke DPR dari Dapil Jatim IX. (Foto: Facebook)</title></images><description>ESTI melakukan berbagai hal untuk menggenjot popularitas dan elektabilitasnya di Dapil IX Jawa Timur, yang mencakup Gresik dan Lamongan.
Namun ia menyatakan bekerja keras untuk konstituennya dan mengakui memiliki satu keuntungan yang tak dipunyai caleg lain: ayahnya adalah petinggi Golkar dan dua kali menjabat anggota DPR.
&quot;Dalam sehari saya bisa menemui warga di tiga sampai lima titik. Dari pagi sampai malam. Itu saya lakukan selama enam bulan.&quot;
&quot;Yang tidak kalah penting, saya punya mentor yang sangat luar biasa, yaitu bapak saya sendiri, Satya Widya Yudha, politikus senior Golkar. Saya belajar dari Beliau tentang cara dan kunci utama untuk menang,&quot; ujar Esti, Selasa (28/05).
Merujuk penelitian Puskapol Universitas Indonesia, caleg perempuan yang lolos ke DPR pada pemilu 2019 mencapai 20,5%, jumlah tertinggi sejak 2004.
Dari seluruh caleg perempuan yang lolos itu, 53% di antaranya merupakan aktivis partai dan pernah mencalonkan diri pada pemilu sebelumnya.
Adapun, 41% dari mereka disebut memiliki latar politik kekerabatan.
Meski ayahnya malang melintang di dunia perpolitikan, Esti menyebut keberhasilannya lolos ke DPR adalah hasil kampanye bermetode &quot;turun ke bawah&quot;. Ia mengambil celah yang kerap diabaikan caleg DPR.
&quot;Popularitas, tingkat disukai, dan elektabilitas mencakup sosialisasi atau turun langsung ke warga. Ini yang ternyata jarang sekali dilakukan caleg DPR di dapil mereka,&quot; kata Esti.
&quot;Saya sangat sering ke lapangan, bahkan saya sampai tinggal di sana. Rumah saya di Surabaya, mondar-mandir ke dapil, sekitar sejam ke Gresik dan Lamongan,&quot; tuturnya.
Berdasarkan perhitungan KPU, Esti yang dalam surat suara bernomor urut 6, meraup 48.377 suara atau yang terbanyak di antara caleg Golkar.
Sementara itu ayahnya, Satya Widya Yudha, yang bertarung di Dapil IX Jatim (Bojonegoro dan Tuban) meraih 66.684 suara. Namun bendahara Golkar itu gagal masuk ke DPR untuk ketiga kalinya.
Lolos dengan modal politik kekerabatan
Dua faktor kunci keterpilihan caleg pada pemilu 2019 adalah nomor urut atas dan politik kekerabatan.
Hurriyah, Wakil Direktur Puskapol UI, menyebut sejumlah caleg yang tidak mendapat nomor urut 1-3 mampu lolos karena memiliki modal politik kekerabatan.
&quot;Tingkat kelolosan caleg perempuan NasDem tinggi, kebanyakan dari nomor urut bawah, tapi punya kekerabatan, entah istri kepala daerah atau anak elite partai,&quot; ucapnya saat dihubungi.
Jika tidak ada revisi hasil pileg, jumlah caleg perempuan NasDem yang melenggang ke Senayan kali ini mencapai 32,2%. Itu adalah capaian tertinggi sekaligus yang pertama sejak kuota 30% caleg perempuan per partai disahkan tahun 2008.

Selain Esti, beberapa politikus muda yang sukses masuk DPR mendatang juga punya kekerabatan dengan elite.
Mereka antara lain Puteri Anetta (25 tahun), putri petinggi Golkar Ade Komaruddin dan Hillary Brigitta (23), anak Elly Lasut Bupati Kepulauan Talaud.
&quot;Caleg kategori ini memanfaatkan sumber daya dan modal sosial. Karena berkerabat dengan elite, mereka mudah mempengaruhi dapil,&quot; kata Hurriyah.
&quot;Mereka tinggal memperkenalkan diri sebagai istri atau anak siapa. Tidak perlu membangun jejaring atau memperkenalkan diri dari nol,&quot; ujarnya.
'Tak bisa dihindari'
Namun hubungan keluarga di antara aktor politik dianggap tidak bisa benar-benar dihindari. Golkar misalnya, mengaku telah membuka lebar pencalonan anggota legislatif, meski beberapa putra-putri elite mereka terjaring karena dinilai memiliki kompetensi.
&quot;Kami sudah berusaha menjaring caleg dari beragam kalangan dan profesi,&quot; kata Hetifah Sjaifudian, Ketua Umum Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG).
&quot;Tapi tidak bisa dihindari, sebagian dari caleg perempuan dapatkan motivasi dan fasilitas dari orang terdekat. Kami tekankan, bukan karena kedekatan itu mereka bisa dipilih,&quot; ujarnya.
&amp;lt;blockquote class=&quot;instagram-media&quot; data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink=&quot;https://www.instagram.com/p/BxpkjsrnA5h/&quot; data-instgrm-version=&quot;12&quot; style=&quot; background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:540px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);&quot;&amp;gt;&amp;lt;div style=&quot;padding:16px;&quot;&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/BxpkjsrnA5h/&quot; style=&quot; background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&amp;gt; &amp;lt;div style=&quot; display: flex; flex-direction: row; align-items: center;&quot;&amp;gt; &amp;lt;div style=&quot;background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;&quot;&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt; &amp;lt;div style=&quot;display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;&quot;&amp;gt; &amp;lt;div style=&quot; background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;&quot;&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt; &amp;lt;div style=&quot; background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;&quot;&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;lt;div style=&quot;padding: 19% 0;&quot;&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt; &amp;lt;div style=&quot;display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;&quot;&amp;gt;&amp;lt;svg width=&quot;50px&quot; height=&quot;50px&quot; viewBox=&quot;0 0 60 60&quot; version=&quot;1.1&quot; xmlns=&quot;https://www.w3.org/2000/svg&quot; xmlns:xlink=&quot;https://www.w3.org/1999/xlink&quot;&amp;gt;&amp;lt;g stroke=&quot;none&quot; stroke-width=&quot;1&quot; fill=&quot;none&quot; fill-rule=&quot;evenodd&quot;&amp;gt;&amp;lt;g transform=&quot;translate(-511.000000, -20.000000)&quot; fill=&quot;#000000&quot;&amp;gt;&amp;lt;g&amp;gt;&amp;lt;path d=&quot;M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631&quot;&amp;gt;&amp;lt;/path&amp;gt;&amp;lt;/g&amp;gt;&amp;lt;/g&amp;gt;&amp;lt;/g&amp;gt;&amp;lt;/svg&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;lt;div style=&quot;padding-top: 8px;&quot;&amp;gt; &amp;lt;div style=&quot; color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;&quot;&amp;gt; View this post on Instagram&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;lt;div style=&quot;padding: 12.5% 0;&quot;&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt; &amp;lt;div style=&quot;display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;&quot;&amp;gt;&amp;lt;div&amp;gt; &amp;lt;div style=&quot;background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);&quot;&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt; &amp;lt;div style=&quot;background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;&quot;&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt; &amp;lt;div style=&quot;background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);&quot;&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;lt;div style=&quot;margin-left: 8px;&quot;&amp;gt; &amp;lt;div style=&quot; background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;&quot;&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt; &amp;lt;div style=&quot; width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)&quot;&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;lt;div style=&quot;margin-left: auto;&quot;&amp;gt; &amp;lt;div style=&quot; width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);&quot;&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt; &amp;lt;div style=&quot; background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);&quot;&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt; &amp;lt;div style=&quot; width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);&quot;&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;p style=&quot; margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;&quot;&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/BxpkjsrnA5h/&quot; style=&quot; color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;&quot; target=&quot;_blank&quot;&amp;gt;#PerempuanParlemen. Perkenalkan, inilah salah satu anggota DPR RI terpilih kebanggaan Perempuan Golkar, Dyah Roro Esti @dyahroroestiwp. Usianya baru 23 tahun. Alumni Imperial College London. Pastinya Esti siap mewarnai parlemen ke depan dengan inovasi dan gagasan kaum milenial. Selain yg muda seperti Esti, tentu ada juga mereka yang senior dan berpengalaman seperti @meutya_hafid, @dewiasmara.id, dan @na_nurularifin (swipe left). Total akan ada 18 politisi perempuan dari Partai Golkar yang siap berkiprah di DPR RI periode 2019-2024.  #pemimpinperempuan  #PerempuanGolkar #KPPG&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt; &amp;lt;p style=&quot; color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;&quot;&amp;gt;A post shared by &amp;lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/hetifah/&quot; style=&quot; color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;&quot; target=&quot;_blank&quot;&amp;gt; Hetifah Sjaifudian&amp;lt;/a&amp;gt; (@hetifah) on &amp;lt;time style=&quot; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;&quot; datetime=&quot;2019-05-19T15:42:52+00:00&quot;&amp;gt;May 19, 2019 at 8:42am PDT&amp;lt;/time&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt;
&amp;lt;script async src=&quot;//www.instagram.com/embed.js&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Hetifah mencontohkan dirinya sendiri. Ia masuk Golkar dengan latar belakang profesional, tanpa modal kekerabatan dengan elite partai.
Hetifah yang kini duduk di Komisi X akan kembali duduk di DPR mendatang.&quot;Golkar bukan berdasarkan hubungan darah. Saya jadi Ketua KPPG, sayap partai, tapi saya bukan anak atau istri ketua umum.&quot;
&quot;Tapi orang terdekat pasti juga diberikan motivasi untuk masuk. Anak  saya misalnya, alumni perguruan tinggi luar negeri, berminat ke politik,  tidak salah kalau saya tawarkan ke Golkar,&quot; tutur Hetifah.
Hurriyah, Wakil Direktur Puskapol UI mengatakan tantangan yang  dihadapi para caleg yang memiliki hubungan kekerabatan ini adalah untuk  menunjukkan bahwa mereka dapat menjaga konstituen mereka.
&quot;Sejauh mana mereka bisa mempertahankan dukungan politik dan merawat  jaringan konstituen bisa jadi tolak ukur lepas dari bayang-bayang  kekerabatan,&quot; ujar Hurriyah.
Dan caleg baru Golkar, Dyah Roro Esti bertekad untuk mengikis beragam  stigma yang muncul terkait politik kekerabatan ini. Ia berharap masuk  ke Komisi VII agar bisa bekerja sesuai keilmuannya.
&quot;Bagus jelek politik, tergantung orang yang menjalankannya. Banyak  politikus baik, yang bekerja. Politikus itu perlu ditonjolkan untuk  mengubah stigma politik kotor,&quot; ujar Esti.</description><content:encoded>ESTI melakukan berbagai hal untuk menggenjot popularitas dan elektabilitasnya di Dapil IX Jawa Timur, yang mencakup Gresik dan Lamongan.
Namun ia menyatakan bekerja keras untuk konstituennya dan mengakui memiliki satu keuntungan yang tak dipunyai caleg lain: ayahnya adalah petinggi Golkar dan dua kali menjabat anggota DPR.
&quot;Dalam sehari saya bisa menemui warga di tiga sampai lima titik. Dari pagi sampai malam. Itu saya lakukan selama enam bulan.&quot;
&quot;Yang tidak kalah penting, saya punya mentor yang sangat luar biasa, yaitu bapak saya sendiri, Satya Widya Yudha, politikus senior Golkar. Saya belajar dari Beliau tentang cara dan kunci utama untuk menang,&quot; ujar Esti, Selasa (28/05).
Merujuk penelitian Puskapol Universitas Indonesia, caleg perempuan yang lolos ke DPR pada pemilu 2019 mencapai 20,5%, jumlah tertinggi sejak 2004.
Dari seluruh caleg perempuan yang lolos itu, 53% di antaranya merupakan aktivis partai dan pernah mencalonkan diri pada pemilu sebelumnya.
Adapun, 41% dari mereka disebut memiliki latar politik kekerabatan.
Meski ayahnya malang melintang di dunia perpolitikan, Esti menyebut keberhasilannya lolos ke DPR adalah hasil kampanye bermetode &quot;turun ke bawah&quot;. Ia mengambil celah yang kerap diabaikan caleg DPR.
&quot;Popularitas, tingkat disukai, dan elektabilitas mencakup sosialisasi atau turun langsung ke warga. Ini yang ternyata jarang sekali dilakukan caleg DPR di dapil mereka,&quot; kata Esti.
&quot;Saya sangat sering ke lapangan, bahkan saya sampai tinggal di sana. Rumah saya di Surabaya, mondar-mandir ke dapil, sekitar sejam ke Gresik dan Lamongan,&quot; tuturnya.
Berdasarkan perhitungan KPU, Esti yang dalam surat suara bernomor urut 6, meraup 48.377 suara atau yang terbanyak di antara caleg Golkar.
Sementara itu ayahnya, Satya Widya Yudha, yang bertarung di Dapil IX Jatim (Bojonegoro dan Tuban) meraih 66.684 suara. Namun bendahara Golkar itu gagal masuk ke DPR untuk ketiga kalinya.
Lolos dengan modal politik kekerabatan
Dua faktor kunci keterpilihan caleg pada pemilu 2019 adalah nomor urut atas dan politik kekerabatan.
Hurriyah, Wakil Direktur Puskapol UI, menyebut sejumlah caleg yang tidak mendapat nomor urut 1-3 mampu lolos karena memiliki modal politik kekerabatan.
&quot;Tingkat kelolosan caleg perempuan NasDem tinggi, kebanyakan dari nomor urut bawah, tapi punya kekerabatan, entah istri kepala daerah atau anak elite partai,&quot; ucapnya saat dihubungi.
Jika tidak ada revisi hasil pileg, jumlah caleg perempuan NasDem yang melenggang ke Senayan kali ini mencapai 32,2%. Itu adalah capaian tertinggi sekaligus yang pertama sejak kuota 30% caleg perempuan per partai disahkan tahun 2008.

Selain Esti, beberapa politikus muda yang sukses masuk DPR mendatang juga punya kekerabatan dengan elite.
Mereka antara lain Puteri Anetta (25 tahun), putri petinggi Golkar Ade Komaruddin dan Hillary Brigitta (23), anak Elly Lasut Bupati Kepulauan Talaud.
&quot;Caleg kategori ini memanfaatkan sumber daya dan modal sosial. Karena berkerabat dengan elite, mereka mudah mempengaruhi dapil,&quot; kata Hurriyah.
&quot;Mereka tinggal memperkenalkan diri sebagai istri atau anak siapa. Tidak perlu membangun jejaring atau memperkenalkan diri dari nol,&quot; ujarnya.
'Tak bisa dihindari'
Namun hubungan keluarga di antara aktor politik dianggap tidak bisa benar-benar dihindari. Golkar misalnya, mengaku telah membuka lebar pencalonan anggota legislatif, meski beberapa putra-putri elite mereka terjaring karena dinilai memiliki kompetensi.
&quot;Kami sudah berusaha menjaring caleg dari beragam kalangan dan profesi,&quot; kata Hetifah Sjaifudian, Ketua Umum Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG).
&quot;Tapi tidak bisa dihindari, sebagian dari caleg perempuan dapatkan motivasi dan fasilitas dari orang terdekat. Kami tekankan, bukan karena kedekatan itu mereka bisa dipilih,&quot; ujarnya.
&amp;lt;blockquote class=&quot;instagram-media&quot; data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink=&quot;https://www.instagram.com/p/BxpkjsrnA5h/&quot; data-instgrm-version=&quot;12&quot; style=&quot; background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:540px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);&quot;&amp;gt;&amp;lt;div style=&quot;padding:16px;&quot;&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/BxpkjsrnA5h/&quot; style=&quot; background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;&quot; target=&quot;_blank&quot;&amp;gt; &amp;lt;div style=&quot; display: flex; flex-direction: row; align-items: center;&quot;&amp;gt; &amp;lt;div style=&quot;background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;&quot;&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt; &amp;lt;div style=&quot;display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;&quot;&amp;gt; &amp;lt;div style=&quot; background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;&quot;&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt; &amp;lt;div style=&quot; background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;&quot;&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;lt;div style=&quot;padding: 19% 0;&quot;&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt; &amp;lt;div style=&quot;display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;&quot;&amp;gt;&amp;lt;svg width=&quot;50px&quot; height=&quot;50px&quot; viewBox=&quot;0 0 60 60&quot; version=&quot;1.1&quot; xmlns=&quot;https://www.w3.org/2000/svg&quot; xmlns:xlink=&quot;https://www.w3.org/1999/xlink&quot;&amp;gt;&amp;lt;g stroke=&quot;none&quot; stroke-width=&quot;1&quot; fill=&quot;none&quot; fill-rule=&quot;evenodd&quot;&amp;gt;&amp;lt;g transform=&quot;translate(-511.000000, -20.000000)&quot; fill=&quot;#000000&quot;&amp;gt;&amp;lt;g&amp;gt;&amp;lt;path d=&quot;M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631&quot;&amp;gt;&amp;lt;/path&amp;gt;&amp;lt;/g&amp;gt;&amp;lt;/g&amp;gt;&amp;lt;/g&amp;gt;&amp;lt;/svg&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;lt;div style=&quot;padding-top: 8px;&quot;&amp;gt; &amp;lt;div style=&quot; color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;&quot;&amp;gt; View this post on Instagram&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;lt;div style=&quot;padding: 12.5% 0;&quot;&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt; &amp;lt;div style=&quot;display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;&quot;&amp;gt;&amp;lt;div&amp;gt; &amp;lt;div style=&quot;background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);&quot;&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt; &amp;lt;div style=&quot;background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;&quot;&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt; &amp;lt;div style=&quot;background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);&quot;&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;lt;div style=&quot;margin-left: 8px;&quot;&amp;gt; &amp;lt;div style=&quot; background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;&quot;&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt; &amp;lt;div style=&quot; width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)&quot;&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;lt;div style=&quot;margin-left: auto;&quot;&amp;gt; &amp;lt;div style=&quot; width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);&quot;&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt; &amp;lt;div style=&quot; background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);&quot;&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt; &amp;lt;div style=&quot; width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);&quot;&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;p style=&quot; margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;&quot;&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/BxpkjsrnA5h/&quot; style=&quot; color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;&quot; target=&quot;_blank&quot;&amp;gt;#PerempuanParlemen. Perkenalkan, inilah salah satu anggota DPR RI terpilih kebanggaan Perempuan Golkar, Dyah Roro Esti @dyahroroestiwp. Usianya baru 23 tahun. Alumni Imperial College London. Pastinya Esti siap mewarnai parlemen ke depan dengan inovasi dan gagasan kaum milenial. Selain yg muda seperti Esti, tentu ada juga mereka yang senior dan berpengalaman seperti @meutya_hafid, @dewiasmara.id, dan @na_nurularifin (swipe left). Total akan ada 18 politisi perempuan dari Partai Golkar yang siap berkiprah di DPR RI periode 2019-2024.  #pemimpinperempuan  #PerempuanGolkar #KPPG&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt; &amp;lt;p style=&quot; color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;&quot;&amp;gt;A post shared by &amp;lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/hetifah/&quot; style=&quot; color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;&quot; target=&quot;_blank&quot;&amp;gt; Hetifah Sjaifudian&amp;lt;/a&amp;gt; (@hetifah) on &amp;lt;time style=&quot; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;&quot; datetime=&quot;2019-05-19T15:42:52+00:00&quot;&amp;gt;May 19, 2019 at 8:42am PDT&amp;lt;/time&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt;
&amp;lt;script async src=&quot;//www.instagram.com/embed.js&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Hetifah mencontohkan dirinya sendiri. Ia masuk Golkar dengan latar belakang profesional, tanpa modal kekerabatan dengan elite partai.
Hetifah yang kini duduk di Komisi X akan kembali duduk di DPR mendatang.&quot;Golkar bukan berdasarkan hubungan darah. Saya jadi Ketua KPPG, sayap partai, tapi saya bukan anak atau istri ketua umum.&quot;
&quot;Tapi orang terdekat pasti juga diberikan motivasi untuk masuk. Anak  saya misalnya, alumni perguruan tinggi luar negeri, berminat ke politik,  tidak salah kalau saya tawarkan ke Golkar,&quot; tutur Hetifah.
Hurriyah, Wakil Direktur Puskapol UI mengatakan tantangan yang  dihadapi para caleg yang memiliki hubungan kekerabatan ini adalah untuk  menunjukkan bahwa mereka dapat menjaga konstituen mereka.
&quot;Sejauh mana mereka bisa mempertahankan dukungan politik dan merawat  jaringan konstituen bisa jadi tolak ukur lepas dari bayang-bayang  kekerabatan,&quot; ujar Hurriyah.
Dan caleg baru Golkar, Dyah Roro Esti bertekad untuk mengikis beragam  stigma yang muncul terkait politik kekerabatan ini. Ia berharap masuk  ke Komisi VII agar bisa bekerja sesuai keilmuannya.
&quot;Bagus jelek politik, tergantung orang yang menjalankannya. Banyak  politikus baik, yang bekerja. Politikus itu perlu ditonjolkan untuk  mengubah stigma politik kotor,&quot; ujar Esti.</content:encoded></item></channel></rss>
