<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rencana Pembunuhan 4 Tokoh Nasional Dinilai untuk Ciptakan Kegaduhan</title><description>Kelompok itu dinilai sengaja mencari kericuhan di sekitaran ring satu Presiden Joko Widodo (Jokowi)</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/30/337/2061989/rencana-pembunuhan-4-tokoh-nasional-dinilai-untuk-ciptakan-kegaduhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/05/30/337/2061989/rencana-pembunuhan-4-tokoh-nasional-dinilai-untuk-ciptakan-kegaduhan"/><item><title>Rencana Pembunuhan 4 Tokoh Nasional Dinilai untuk Ciptakan Kegaduhan</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/05/30/337/2061989/rencana-pembunuhan-4-tokoh-nasional-dinilai-untuk-ciptakan-kegaduhan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/05/30/337/2061989/rencana-pembunuhan-4-tokoh-nasional-dinilai-untuk-ciptakan-kegaduhan</guid><pubDate>Kamis 30 Mei 2019 05:31 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/29/337/2061989/rencana-pembunuhan-4-tokoh-nasional-dinilai-untuk-ciptakan-kegaduhan-Epm034Wajo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Massa aksi 21 Mei bentrok di Jalan Wahid Hasyim, pada Rabu (22/5/2019) dini hari. (Foto : Arif Julianto/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/29/337/2061989/rencana-pembunuhan-4-tokoh-nasional-dinilai-untuk-ciptakan-kegaduhan-Epm034Wajo.jpg</image><title>Massa aksi 21 Mei bentrok di Jalan Wahid Hasyim, pada Rabu (22/5/2019) dini hari. (Foto : Arif Julianto/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pengamat Intelejen Diyauddin berpandangan mengenai rencana pembunuhan empat tokoh nasional oleh kelompok penyusup di aksi kerusuhan 21-22 Mei.
Menurutnya, mereka sengaja mencari kericuhan di sekitaran ring satu Presiden Joko Widodo (Jokowi) sehingga kelompok tersebut nekat melancarkan aksi tersebut.
&amp;ldquo;Dengan mengincar ring 1 Jokowi, kelompok radikal sebenarnya mengharapkan terjadinya kegaduhan atau situasi yang tak terkendali,&amp;rdquo; kata dia kepada Okezone di Jakarta, Kamis (30/5/2019).

Diyauddin menilai, kelompok perusuh tersebut tak berani menjadikan Jokowi sebagai target utamanya. Namun, kelompok itu, menurutnya, akan mengincar orang-orang di sekitar presiden terlebih dahulu.
&amp;ldquo;Mereka tidak akan mungkin menargetkan Jokowi secara langsung karena jika Jokowi yang jadi target, malah akan menimbulkan empati dan dukungan politik ke Jokowi jika ada hal-hal yang terjadi terhadap Jokowi,&amp;rdquo; tuturnya.

&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/05/23/57405/292402_medium.jpg&quot; alt=&quot;Berlangsung hingga Kamis Dini Hari, Aksi 22 Mei di Depan Bawaslu Rusuh&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Selain mengincar empat tokoh nasional itu, Diyauddin menambahkan, kelompok perusuh tersebut menginginkan situasi 22 Mei seperti pada Mei 1998.
&amp;ldquo;Situasi anarkis dan chaos seperti tahun 98. Ini skenario yang mereka coba jalankan,&amp;rdquo; ujarnya.
Sekadar diketahui, Kapolri Jenderal Tito Karnavian akhirnya mengungkap nama-nama tokoh nasional yang diincar kelompok perusuh di aksi 22 Mei. Empat nama itu merupakan sosok jenderal yang sudah menyandang purnawirawan.

Baca Juga : Lemkapi Yakin Rencana Pembunuhan 4 Tokoh Nasional Bukan Rekayasa

Mereka adalah Menko Polhukam Wiranto, Menko Maritim Luhut Panjaitan, Kepala BIN Budi Gunawan, dan eks Kepala BNN Gories Mere.

Baca Juga : 4 Tokoh Nasional Dijadikan Target Pembunuhan, Fadli Zon: Jangan Lebay!

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pengamat Intelejen Diyauddin berpandangan mengenai rencana pembunuhan empat tokoh nasional oleh kelompok penyusup di aksi kerusuhan 21-22 Mei.
Menurutnya, mereka sengaja mencari kericuhan di sekitaran ring satu Presiden Joko Widodo (Jokowi) sehingga kelompok tersebut nekat melancarkan aksi tersebut.
&amp;ldquo;Dengan mengincar ring 1 Jokowi, kelompok radikal sebenarnya mengharapkan terjadinya kegaduhan atau situasi yang tak terkendali,&amp;rdquo; kata dia kepada Okezone di Jakarta, Kamis (30/5/2019).

Diyauddin menilai, kelompok perusuh tersebut tak berani menjadikan Jokowi sebagai target utamanya. Namun, kelompok itu, menurutnya, akan mengincar orang-orang di sekitar presiden terlebih dahulu.
&amp;ldquo;Mereka tidak akan mungkin menargetkan Jokowi secara langsung karena jika Jokowi yang jadi target, malah akan menimbulkan empati dan dukungan politik ke Jokowi jika ada hal-hal yang terjadi terhadap Jokowi,&amp;rdquo; tuturnya.

&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/05/23/57405/292402_medium.jpg&quot; alt=&quot;Berlangsung hingga Kamis Dini Hari, Aksi 22 Mei di Depan Bawaslu Rusuh&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Selain mengincar empat tokoh nasional itu, Diyauddin menambahkan, kelompok perusuh tersebut menginginkan situasi 22 Mei seperti pada Mei 1998.
&amp;ldquo;Situasi anarkis dan chaos seperti tahun 98. Ini skenario yang mereka coba jalankan,&amp;rdquo; ujarnya.
Sekadar diketahui, Kapolri Jenderal Tito Karnavian akhirnya mengungkap nama-nama tokoh nasional yang diincar kelompok perusuh di aksi 22 Mei. Empat nama itu merupakan sosok jenderal yang sudah menyandang purnawirawan.

Baca Juga : Lemkapi Yakin Rencana Pembunuhan 4 Tokoh Nasional Bukan Rekayasa

Mereka adalah Menko Polhukam Wiranto, Menko Maritim Luhut Panjaitan, Kepala BIN Budi Gunawan, dan eks Kepala BNN Gories Mere.

Baca Juga : 4 Tokoh Nasional Dijadikan Target Pembunuhan, Fadli Zon: Jangan Lebay!

</content:encoded></item></channel></rss>
