<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Alasan Kamu Harus Mudik Lewat Pantura</title><description>Saat ini, jalur Pantai Utara (Pantura) bukan lagi menjadi pilihan utama para pemudik sejak tersambungnya jalan tol Trans-Jawa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/06/01/525/2062913/5-alasan-kamu-harus-mudik-lewat-pantura</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/06/01/525/2062913/5-alasan-kamu-harus-mudik-lewat-pantura"/><item><title>5 Alasan Kamu Harus Mudik Lewat Pantura</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/06/01/525/2062913/5-alasan-kamu-harus-mudik-lewat-pantura</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/06/01/525/2062913/5-alasan-kamu-harus-mudik-lewat-pantura</guid><pubDate>Sabtu 01 Juni 2019 21:01 WIB</pubDate><dc:creator>Fathnur Rohman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/06/01/525/2062913/5-alasan-kamu-harus-mudik-lewat-pantura-GnnbhuSpNB.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/06/01/525/2062913/5-alasan-kamu-harus-mudik-lewat-pantura-GnnbhuSpNB.jpg</image><title></title></images><description>CIREBON - Saat ini, jalur Pantai Utara (Pantura) bukan lagi menjadi pilihan utama para pemudik sejak tersambungnya jalan tol Trans-Jawa. Bahkan, jalur Pantura sudah beralih fungsi sebagai jalur alternatif, ketika arus lalulintas di jalan tol Trans-Jawa sedang mengalami kepadatan.

Menurut Vice Presidential Director PT Lintas Marga Sedaya, Firdaus Azis selaku pengelola Tol Cipali mengungkapkan, salah satu faktor yang mengakibatkan peningkatan volume kendaraan di Tol Cipali adalah, banyaknya masyarakat yang penasaran dan ingin mencoba berkendara di jalan tol Trans-Jawa.

&quot;Peningkatan jumlah kendaraan terjadi karena banyak faktor, diantaranya euforia terhadap Trans-Jawa yang sudah tersambung sejak Desember 2018. Pemudik ingin mencoba tol yang baru,&quot; jelasnya kepada wartawan, pada Kamis (30/5/2019).

Akan tetapi, meski jalur Pantura sudah tidak lagi menjadi pilihan utama pemudik, nyatanya jalur Pantura masih memiliki beberapa keunggulan, dibandingkan jalan tol Trans-Jawa. Khususnya pada musim mudik lebaran 2019.

Berikut ini, Okezone telah merangkum 5 keunggulan saat mudik melalui jalur Pantura, dibandingkan dengan mudik melalui jalan tol Trans-Jawa.

1. Mudah Berburu Kuliner dan Oleh-Oleh Khas Pantura



Dibeberapa rest area di tol Trans-Jawa, memang banyak tersedia menu-menu kuliner atau oleh-oleh khas Pantura. Namun, ketika para pemudik lebih memilih melintas di jalur Pantura, para pemudik bisa menemukan toko oleh-oleh, atau rumah makan yang menjamur di sepanjang jalur Pantura.

Kuliner atau oleh-oleh khas Pantura seperti telur asin dari Brebes, sirup tjampolay dan  kerupuk mlarat dari Cirebon, serta yang lainnya, bisa langsung dibeli tanpa harus mampir ke rest area.

Selain itu, para pemudik juga bisa melihat keramahan-keramahan masyarakat sepanjang jalur Pantura, ketika membeli oleh-oleh atau mencicipi kuliner khas Pantura.

2. Dekat dengan Objek Wisata



Tempat wisata seperti Gua Sunyaragi, Cirebon Waterland, serta  Keraton-Keraton di Cirebon dan lainnya, bisa langsung dikunjungi oleh  para pemudik saat melintas di jalur Pantura. Selain dekat, tempat-tempat  tersebut lokasinya berada di sebrang jalan, di jalur Pantura. Jadi  pemudik hanya perlu menyalakan lampu sen, untuk bersiap-siap berhenti di  tempat wisata.

Hal tersebut tentu sangat berbeda jika para pemudik melintas di jalan  tol Trans-Jawa. Mereka terpaksa harus keluar jalan tol terlebih dahulu,  ketika akan mengunjungi tempat wisata seperti Gua Sunyaragi, Cirebon  Waterland, serta Keraton-Keraton di Cirebon dan lainnya.

3. Tersedia Banyak Jalur Alternatif

Di sepanjang jalur Pantura memang terdapat beberapa titik kemacetan.  Akan tetapi, banyak juga jalur-jalur alternatif yang bisa menjadi  pilihan pemudik. Sebut saja jalur alternatif via Ciledug. Para pemudik  yang ingin menghindari kemacetan di jalur utama pantura, bisa melewati  jalur tersebut.

Sementara, jika di jalan tol Trans-Jawa, apabila pemudik terjebak  kemacetan di jalan tol, maka pemudik hanya bisa menunggu, atau terpaksa  keluar jalan tol untuk melintas ke jalur Pantura.

4. Bisa Berhenti di Mana Saja

Saat melintas di jalan tol Trans-Jawa, para pemudik tidak   diperbolehkan berhenti di bahu jalan tol untuk beristitahat. Pemudik   hanya bisa berhenti di rest area yang ada di jalan tol saja.

Sedangkan, untuk pemudik yang melintas di jalur Pantura, banyak   tempat-tempat istirahat 'Dadakan' yang bermunculan. Selain itu, pemudik   juga bisa berhenti di pinggir jalan untuk beristirahat sejenak.  Biasanya  tidak jarang pemudik saling bertegur sapa dengan pemudik lain,  meski  belum saling mengenal.

5. Banyak Hal Unik yang Ditemukan di Jalur Pantura



Di sepanjang jalur Pantura, pemandangan seperti pemudik yang   menepelkan kertas bertuliskan kata-kata unik pada bagian belakang   motornya, atau yang lainnya, bisa sangat mudah ditemukan. Hal ini   tentunya bisa menjadi hiburan tersendiri, bagi pemudik lainnya yang   melihat.

Sementara, jika melewati jalur tol Trans-Jawa, pemudik tidak bisa menemukan keunikan-keunikan itu.

Nah, itu tadi merupakan 5 keunggulan mudik melalui jalur Pantura, dibandingkan dengan jalan tol Trans-Jawa.

Sebenarnya pemudik bisa bebas memilih, untuk melintas di jalur   Pantura atau jalan tol Trans-Jawa. Namun yang paling terpenting dari   semua itu, pemudik harus tetap berhati-hati saat berkendara. Mengingat,   tujuan utama pulang ke kampung halaman adalah untuk bisa berkempul   bersama keluarga.

</description><content:encoded>CIREBON - Saat ini, jalur Pantai Utara (Pantura) bukan lagi menjadi pilihan utama para pemudik sejak tersambungnya jalan tol Trans-Jawa. Bahkan, jalur Pantura sudah beralih fungsi sebagai jalur alternatif, ketika arus lalulintas di jalan tol Trans-Jawa sedang mengalami kepadatan.

Menurut Vice Presidential Director PT Lintas Marga Sedaya, Firdaus Azis selaku pengelola Tol Cipali mengungkapkan, salah satu faktor yang mengakibatkan peningkatan volume kendaraan di Tol Cipali adalah, banyaknya masyarakat yang penasaran dan ingin mencoba berkendara di jalan tol Trans-Jawa.

&quot;Peningkatan jumlah kendaraan terjadi karena banyak faktor, diantaranya euforia terhadap Trans-Jawa yang sudah tersambung sejak Desember 2018. Pemudik ingin mencoba tol yang baru,&quot; jelasnya kepada wartawan, pada Kamis (30/5/2019).

Akan tetapi, meski jalur Pantura sudah tidak lagi menjadi pilihan utama pemudik, nyatanya jalur Pantura masih memiliki beberapa keunggulan, dibandingkan jalan tol Trans-Jawa. Khususnya pada musim mudik lebaran 2019.

Berikut ini, Okezone telah merangkum 5 keunggulan saat mudik melalui jalur Pantura, dibandingkan dengan mudik melalui jalan tol Trans-Jawa.

1. Mudah Berburu Kuliner dan Oleh-Oleh Khas Pantura



Dibeberapa rest area di tol Trans-Jawa, memang banyak tersedia menu-menu kuliner atau oleh-oleh khas Pantura. Namun, ketika para pemudik lebih memilih melintas di jalur Pantura, para pemudik bisa menemukan toko oleh-oleh, atau rumah makan yang menjamur di sepanjang jalur Pantura.

Kuliner atau oleh-oleh khas Pantura seperti telur asin dari Brebes, sirup tjampolay dan  kerupuk mlarat dari Cirebon, serta yang lainnya, bisa langsung dibeli tanpa harus mampir ke rest area.

Selain itu, para pemudik juga bisa melihat keramahan-keramahan masyarakat sepanjang jalur Pantura, ketika membeli oleh-oleh atau mencicipi kuliner khas Pantura.

2. Dekat dengan Objek Wisata



Tempat wisata seperti Gua Sunyaragi, Cirebon Waterland, serta  Keraton-Keraton di Cirebon dan lainnya, bisa langsung dikunjungi oleh  para pemudik saat melintas di jalur Pantura. Selain dekat, tempat-tempat  tersebut lokasinya berada di sebrang jalan, di jalur Pantura. Jadi  pemudik hanya perlu menyalakan lampu sen, untuk bersiap-siap berhenti di  tempat wisata.

Hal tersebut tentu sangat berbeda jika para pemudik melintas di jalan  tol Trans-Jawa. Mereka terpaksa harus keluar jalan tol terlebih dahulu,  ketika akan mengunjungi tempat wisata seperti Gua Sunyaragi, Cirebon  Waterland, serta Keraton-Keraton di Cirebon dan lainnya.

3. Tersedia Banyak Jalur Alternatif

Di sepanjang jalur Pantura memang terdapat beberapa titik kemacetan.  Akan tetapi, banyak juga jalur-jalur alternatif yang bisa menjadi  pilihan pemudik. Sebut saja jalur alternatif via Ciledug. Para pemudik  yang ingin menghindari kemacetan di jalur utama pantura, bisa melewati  jalur tersebut.

Sementara, jika di jalan tol Trans-Jawa, apabila pemudik terjebak  kemacetan di jalan tol, maka pemudik hanya bisa menunggu, atau terpaksa  keluar jalan tol untuk melintas ke jalur Pantura.

4. Bisa Berhenti di Mana Saja

Saat melintas di jalan tol Trans-Jawa, para pemudik tidak   diperbolehkan berhenti di bahu jalan tol untuk beristitahat. Pemudik   hanya bisa berhenti di rest area yang ada di jalan tol saja.

Sedangkan, untuk pemudik yang melintas di jalur Pantura, banyak   tempat-tempat istirahat 'Dadakan' yang bermunculan. Selain itu, pemudik   juga bisa berhenti di pinggir jalan untuk beristirahat sejenak.  Biasanya  tidak jarang pemudik saling bertegur sapa dengan pemudik lain,  meski  belum saling mengenal.

5. Banyak Hal Unik yang Ditemukan di Jalur Pantura



Di sepanjang jalur Pantura, pemandangan seperti pemudik yang   menepelkan kertas bertuliskan kata-kata unik pada bagian belakang   motornya, atau yang lainnya, bisa sangat mudah ditemukan. Hal ini   tentunya bisa menjadi hiburan tersendiri, bagi pemudik lainnya yang   melihat.

Sementara, jika melewati jalur tol Trans-Jawa, pemudik tidak bisa menemukan keunikan-keunikan itu.

Nah, itu tadi merupakan 5 keunggulan mudik melalui jalur Pantura, dibandingkan dengan jalan tol Trans-Jawa.

Sebenarnya pemudik bisa bebas memilih, untuk melintas di jalur   Pantura atau jalan tol Trans-Jawa. Namun yang paling terpenting dari   semua itu, pemudik harus tetap berhati-hati saat berkendara. Mengingat,   tujuan utama pulang ke kampung halaman adalah untuk bisa berkempul   bersama keluarga.

</content:encoded></item></channel></rss>
