<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Musik Gamelan yang Hibur Pemudik di Jalur Pantura</title><description>Kami tidak hanya menghibur dan berbeda dengan posko mudik lain, tetapi juga melestarikan dan memasyarakatkan kesenian daerah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/06/04/525/2063646/ada-musik-gamelan-yang-hibur-pemudik-di-jalur-pantura</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/06/04/525/2063646/ada-musik-gamelan-yang-hibur-pemudik-di-jalur-pantura"/><item><title>Ada Musik Gamelan yang Hibur Pemudik di Jalur Pantura</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/06/04/525/2063646/ada-musik-gamelan-yang-hibur-pemudik-di-jalur-pantura</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/06/04/525/2063646/ada-musik-gamelan-yang-hibur-pemudik-di-jalur-pantura</guid><pubDate>Selasa 04 Juni 2019 15:08 WIB</pubDate><dc:creator>Fathnur Rohman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/06/04/525/2063646/ada-musik-gamelan-yang-hibur-pemudik-di-jalur-pantura-yL9fTh45Tn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Musik gamelan hibur pemudik yang melintasi Jalur Pantura (Foto: Fathnur/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/06/04/525/2063646/ada-musik-gamelan-yang-hibur-pemudik-di-jalur-pantura-yL9fTh45Tn.jpg</image><title>Musik gamelan hibur pemudik yang melintasi Jalur Pantura (Foto: Fathnur/Okezone)</title></images><description>CIREBON - Setiap jamnya, lantunan musik dari gamelan renteng berusia ratusan tahun, selalu mengiringi perjalanan pemudik yang melintas di depan Posko Mudik Kalijaga, di jalur Pantura Cirebon.

Gamelan renteng ini, sengaja dimainkan oleh Paguyuban Laskar Macan Ali Kesultanan Cirebon, untuk menyambut dan menghibur para pemudik yang melintasi jalur Pantura Cirebon.



Ketua Paguyuban Laskar Macan Ali, Prabu Diaz mengatakan, sebagai tuan rumah, sudah sepantasnya jika para pemudik disambut dengan cara khusus saat melintas di Cirebon. Selain itu, menurutnya hal tersebut juga bisa memperkenalkan gamelan renteng kepada para pemudik.

&quot;Kami tidak hanya menghibur dan berbeda dengan posko mudik lain, tetapi juga melestarikan dan memasyarakatkan kesenian daerah,&amp;rdquo; ucapnya saat berbincang dengan Okezone, Selasa (4/6/2019).

Sementara itu, para pemudik juga bisa ikut memainkan gamelan saat istirahat di posko tersebut, meski irama yang dimainkan tidak sama. Menurut Diaz, dengan adanya gamelan renteng ini, para pemudik yang merasa jenuh, bisa segar kembali ketika hendak melakukan perjalannya.

(Baca Juga: Jamaah Muslimin Hizbullah Rayakan Idul Fitri 1440 Hijriah Hari Ini)


&quot;Mereka istirahat di sini juga bisa ikut main. Kami tidak memungut biaya sama sekali,&quot; sambungnya.

Gamelan renteng berusia ratusan tahun tersebut, biasanya dimainkan pada pukul 11.00 WIB hingga masuk waktu Imsak. Bahkan nantinya di hari lebaran, mereka tetap menampilkan kesenian gamelan untuk para pemudik. Hanya saja, pada hari lebaran nanti akan dimulai sejak pukul 13.00 WIB.</description><content:encoded>CIREBON - Setiap jamnya, lantunan musik dari gamelan renteng berusia ratusan tahun, selalu mengiringi perjalanan pemudik yang melintas di depan Posko Mudik Kalijaga, di jalur Pantura Cirebon.

Gamelan renteng ini, sengaja dimainkan oleh Paguyuban Laskar Macan Ali Kesultanan Cirebon, untuk menyambut dan menghibur para pemudik yang melintasi jalur Pantura Cirebon.



Ketua Paguyuban Laskar Macan Ali, Prabu Diaz mengatakan, sebagai tuan rumah, sudah sepantasnya jika para pemudik disambut dengan cara khusus saat melintas di Cirebon. Selain itu, menurutnya hal tersebut juga bisa memperkenalkan gamelan renteng kepada para pemudik.

&quot;Kami tidak hanya menghibur dan berbeda dengan posko mudik lain, tetapi juga melestarikan dan memasyarakatkan kesenian daerah,&amp;rdquo; ucapnya saat berbincang dengan Okezone, Selasa (4/6/2019).

Sementara itu, para pemudik juga bisa ikut memainkan gamelan saat istirahat di posko tersebut, meski irama yang dimainkan tidak sama. Menurut Diaz, dengan adanya gamelan renteng ini, para pemudik yang merasa jenuh, bisa segar kembali ketika hendak melakukan perjalannya.

(Baca Juga: Jamaah Muslimin Hizbullah Rayakan Idul Fitri 1440 Hijriah Hari Ini)


&quot;Mereka istirahat di sini juga bisa ikut main. Kami tidak memungut biaya sama sekali,&quot; sambungnya.

Gamelan renteng berusia ratusan tahun tersebut, biasanya dimainkan pada pukul 11.00 WIB hingga masuk waktu Imsak. Bahkan nantinya di hari lebaran, mereka tetap menampilkan kesenian gamelan untuk para pemudik. Hanya saja, pada hari lebaran nanti akan dimulai sejak pukul 13.00 WIB.</content:encoded></item></channel></rss>
