<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketum PP Muhammadiyah: Kehidupan yang Terbuka Butuh Benteng Akhlak Mulia</title><description>Puasa yang bertujuan mencapai derajat takwa membuahkan akhlak mulia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/06/06/510/2063995/ketum-pp-muhammadiyah-kehidupan-yang-terbuka-butuh-benteng-akhlak-mulia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/06/06/510/2063995/ketum-pp-muhammadiyah-kehidupan-yang-terbuka-butuh-benteng-akhlak-mulia"/><item><title>Ketum PP Muhammadiyah: Kehidupan yang Terbuka Butuh Benteng Akhlak Mulia</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/06/06/510/2063995/ketum-pp-muhammadiyah-kehidupan-yang-terbuka-butuh-benteng-akhlak-mulia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/06/06/510/2063995/ketum-pp-muhammadiyah-kehidupan-yang-terbuka-butuh-benteng-akhlak-mulia</guid><pubDate>Kamis 06 Juni 2019 00:02 WIB</pubDate><dc:creator>krjogja.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/06/05/510/2063995/ketum-pp-muhammadiyah-kehidupan-yang-terbuka-butuh-benteng-akhlak-mulia-8moiwz3Mx4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/06/05/510/2063995/ketum-pp-muhammadiyah-kehidupan-yang-terbuka-butuh-benteng-akhlak-mulia-8moiwz3Mx4.jpg</image><title>Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (Okezone)</title></images><description>WATES - Puasa yang bertujuan mencapai derajat takwa membuahkan akhlak mulia. Di tengah suasana kehidupan yang serba terbuka saat ini, diperlukan benteng akhlak mulia sebagai perisai dan pencerah akal budi.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr H Haedar Nashir MSi menyatakan itu dalam khutbah Idul Fitri 1440 H, Rabu (05/06/2019), di Alun-alun Wates. Salat Idul Fitri diikuti Bupati Kulonprogo dr H Hasto Wardoyo SpOG(K) dan Wabup Drs H Sutedjo beserta ribuan warga.
&amp;nbsp;Baca juga: Amankan Ibu Kota saat Lebaran, TNI-Polri Tuai Apresiasi
&quot;Media sosial selain bermanfaat sebagai media interaksi yang cepat dan mudah,  pada saat yang sama menjadikan penggunanya seolah bebas berujar apa saja. Hubungan sosial menjadi lebih keras, sehingga hilang rasa damai, ketenteraman, dan keadaban,&quot; katanya.

Dalam kehidupan kemasyarakatan dan kebangsaan mulai terasa adanya peluruhan nilai-nilai utama yang bersumber pada agama, Pancasila, dan kebudayaan luhur Indonesia. Politik uang, permusuhan,  kebencian, ghibah, provokasi, dan menghalalkan segala cara seakan legal dalam kehidupan politik di tubuh bangsa ini. Karenanya diperlukan pencerahan akal budi sebagai aktualisasi takwa buah dari puasa khususnya bagi kaum muslimin.
&amp;nbsp;Baca juga: Gubernur Sulsel: Lebaran Tahun Ini Sangat Tertib
&quot;Jadikan puasa dengan segala rangkaian ibadah Ramadan dan Idul Fitri sebagai jalan ruhani untuk mencerahkan akal budi berbingkai akhlak mulia untuk menebar rahmat bagi semesta alam sejalan misi kerisalahan Nabi untuk &quot;menyempurnakan akhlak mulia&quot; dan menebar &quot; rahmatan lil alamin&quot; dalam kehidupan semesta,&quot; ujar Haedar.</description><content:encoded>WATES - Puasa yang bertujuan mencapai derajat takwa membuahkan akhlak mulia. Di tengah suasana kehidupan yang serba terbuka saat ini, diperlukan benteng akhlak mulia sebagai perisai dan pencerah akal budi.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr H Haedar Nashir MSi menyatakan itu dalam khutbah Idul Fitri 1440 H, Rabu (05/06/2019), di Alun-alun Wates. Salat Idul Fitri diikuti Bupati Kulonprogo dr H Hasto Wardoyo SpOG(K) dan Wabup Drs H Sutedjo beserta ribuan warga.
&amp;nbsp;Baca juga: Amankan Ibu Kota saat Lebaran, TNI-Polri Tuai Apresiasi
&quot;Media sosial selain bermanfaat sebagai media interaksi yang cepat dan mudah,  pada saat yang sama menjadikan penggunanya seolah bebas berujar apa saja. Hubungan sosial menjadi lebih keras, sehingga hilang rasa damai, ketenteraman, dan keadaban,&quot; katanya.

Dalam kehidupan kemasyarakatan dan kebangsaan mulai terasa adanya peluruhan nilai-nilai utama yang bersumber pada agama, Pancasila, dan kebudayaan luhur Indonesia. Politik uang, permusuhan,  kebencian, ghibah, provokasi, dan menghalalkan segala cara seakan legal dalam kehidupan politik di tubuh bangsa ini. Karenanya diperlukan pencerahan akal budi sebagai aktualisasi takwa buah dari puasa khususnya bagi kaum muslimin.
&amp;nbsp;Baca juga: Gubernur Sulsel: Lebaran Tahun Ini Sangat Tertib
&quot;Jadikan puasa dengan segala rangkaian ibadah Ramadan dan Idul Fitri sebagai jalan ruhani untuk mencerahkan akal budi berbingkai akhlak mulia untuk menebar rahmat bagi semesta alam sejalan misi kerisalahan Nabi untuk &quot;menyempurnakan akhlak mulia&quot; dan menebar &quot; rahmatan lil alamin&quot; dalam kehidupan semesta,&quot; ujar Haedar.</content:encoded></item></channel></rss>
