<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada Ombak Besar, Warga Dilarang Mandi di Laut</title><description>Masyarakat Kabupaten Kebumen memiliki tradisi pergi ke pantai pada waktu lebaran.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/06/06/512/2064088/waspada-ombak-besar-warga-dilarang-mandi-di-laut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/06/06/512/2064088/waspada-ombak-besar-warga-dilarang-mandi-di-laut"/><item><title>Waspada Ombak Besar, Warga Dilarang Mandi di Laut</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/06/06/512/2064088/waspada-ombak-besar-warga-dilarang-mandi-di-laut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/06/06/512/2064088/waspada-ombak-besar-warga-dilarang-mandi-di-laut</guid><pubDate>Kamis 06 Juni 2019 20:06 WIB</pubDate><dc:creator>krjogja.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/06/06/512/2064088/waspada-ombak-besar-warga-dilarang-mandi-di-laut-KFNmeLcxVS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Mandi di Laut (foto: Sukmawan/KRJogja) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/06/06/512/2064088/waspada-ombak-besar-warga-dilarang-mandi-di-laut-KFNmeLcxVS.jpg</image><title>Ilustrasi Mandi di Laut (foto: Sukmawan/KRJogja) </title></images><description>KEBUMEN - Masyarakat Kabupaten Kebumen memiliki tradisi pergi ke pantai pada waktu lebaran. Bahkan, ada anggapan tidak lengkap lebarannya jika belum ke pantai.

Tidak heran jika semua pantai dipadati wisatawan. Sayangnya, banyak yang tidak mengindahkan keselamatan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Lebaran Kedua, Kebun Binatang Ragunan &quot;Diserbu&quot; Pengunjung&amp;nbsp;
Mereka mandi di laut, bermain dengan ombak meski sangat membahayakan jiwa karena bisa tergulung ombak. Terlebih lagi, pantai selatan terkenal dengan ombaknya yang sangat besar.
&amp;nbsp;
&quot;Kami imbau masyarakat yang akan berekreasi ke pantai, tidak mandi di laut karena sangat berbahaya. Sudah banyak korban meninggal akibat terseret ombak,&quot; tutur Kapolres Kebumen AKBP Robertho Pardede, Rabu 5 Juni 2019.

Kapolres yang memantau situasi Kamtibmas di Hari Raya Idul Fitri, juga menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk tetap waspada dengan tidak mengenakan perhiasan berlebihan saat berwisata.

Larangan mandi di laut, selain disampaikan melalui pengeras suara, juga disampaikan melalui spanduk yang dipasang di tempat-tempat strategis di semua objek wisata pantai.
Baca Juga:&amp;nbsp;Objek Wisata Dipadati Pengunjung, Polisi Kerahkan Ratusan Personel Urai Kepadatan</description><content:encoded>KEBUMEN - Masyarakat Kabupaten Kebumen memiliki tradisi pergi ke pantai pada waktu lebaran. Bahkan, ada anggapan tidak lengkap lebarannya jika belum ke pantai.

Tidak heran jika semua pantai dipadati wisatawan. Sayangnya, banyak yang tidak mengindahkan keselamatan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Lebaran Kedua, Kebun Binatang Ragunan &quot;Diserbu&quot; Pengunjung&amp;nbsp;
Mereka mandi di laut, bermain dengan ombak meski sangat membahayakan jiwa karena bisa tergulung ombak. Terlebih lagi, pantai selatan terkenal dengan ombaknya yang sangat besar.
&amp;nbsp;
&quot;Kami imbau masyarakat yang akan berekreasi ke pantai, tidak mandi di laut karena sangat berbahaya. Sudah banyak korban meninggal akibat terseret ombak,&quot; tutur Kapolres Kebumen AKBP Robertho Pardede, Rabu 5 Juni 2019.

Kapolres yang memantau situasi Kamtibmas di Hari Raya Idul Fitri, juga menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk tetap waspada dengan tidak mengenakan perhiasan berlebihan saat berwisata.

Larangan mandi di laut, selain disampaikan melalui pengeras suara, juga disampaikan melalui spanduk yang dipasang di tempat-tempat strategis di semua objek wisata pantai.
Baca Juga:&amp;nbsp;Objek Wisata Dipadati Pengunjung, Polisi Kerahkan Ratusan Personel Urai Kepadatan</content:encoded></item></channel></rss>
