<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dongkrak Pariwisata, Kadin Dukung Masuknya Maskapai Asing ke Indonesia</title><description>Dukungan masuknya maskapai asing ke Indonesia datang dari Kamar Dagang dan lndustri (Kadin) Indonesia. Dukungan itu sendiri diperkirakan bisa mendongkrak sektor pariwisata Tanah Air.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/06/07/1/2064219/dongkrak-pariwisata-kadin-dukung-masuknya-maskapai-asing-ke-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/06/07/1/2064219/dongkrak-pariwisata-kadin-dukung-masuknya-maskapai-asing-ke-indonesia"/><item><title>Dongkrak Pariwisata, Kadin Dukung Masuknya Maskapai Asing ke Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/06/07/1/2064219/dongkrak-pariwisata-kadin-dukung-masuknya-maskapai-asing-ke-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/06/07/1/2064219/dongkrak-pariwisata-kadin-dukung-masuknya-maskapai-asing-ke-indonesia</guid><pubDate>Jum'at 07 Juni 2019 08:36 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/06/07/1/2064219/dongkrak-pariwisata-kadin-dukung-masuknya-maskapai-asing-ke-indonesia-HQHjJnEuKa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: dok.Humas Kemenpar</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/06/07/1/2064219/dongkrak-pariwisata-kadin-dukung-masuknya-maskapai-asing-ke-indonesia-HQHjJnEuKa.jpg</image><title>Foto: dok.Humas Kemenpar</title></images><description>JAKARTA - Dukungan masuknya maskapai asing ke Indonesia datang dari Kamar Dagang dan lndustri (Kadin) Indonesia. Dukungan itu sendiri diperkirakan bisa mendongkrak sektor pariwisata Tanah Air.

Sebab itu, Ketua Umum Kadin, Rosan Roeslani memandang positif rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendatangkan maskapai asing tersebut. Alasan lainnya adalah selain bisa menekan mahalnya harga tiket pesawat, juga mendatangkan pendapatan negara.

&quot;Pemerintah kita kan sedang mendorong pariwisata, dan kita kan tahu, ke depan pendapatan terbesar Indonesia itu dari tourism. Kalau asing masuk ya pasti akan banyak melihat potensi 265 juta orang, dan yang traveling itu kan sangat banyak, jadi itu positif buat saya,&quot; kata Rosan, Kamis (6/6/2019).

Terkait maskapai yang bakal masuk, dia mengharapkan agar masyarakat tidak perlu terlalu meributkan negara asal maskapai asing tersebut. Sebab yang terpenting adalah manfaat yang akan ditimbulkan bagi perekonomian Indonesia.

&quot;Kita mestinya jangan melihat itu dari negara mananya, oh dari China, oh dari mana. Jangan, yang penting semuanya bisa membawa azas manfaat terbesar bagi Indonesia. Itu saja,&quot; tegas Rosan.

Menurutnya, yang tak penting dari kehadiran masakapai asing tersebut adalah terciptanya kompetisi bisnis antar maskapai. Meski begitu persaingan itu nantinya tetap harus menjadikan keselamatan jadi prioritas.

Rosan menambahkan, sebetulnya sudah ada maskapai asing yang beroperasi di Indonesia, yakni Air Asia. Sayangnya pangsa pasar Air Asia masih tergolong kecil.

&quot;Sebetulnya semua sudah ada juga seperti Air Asia, sudah ada. Saya rasa kalau yang banyak masuk airline lebih baguslah, makin bisa masyarakat makin bisa afford,&quot; kata dia.

Sebelumnya dikabarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusulkan agar maskapai asing bisa masuk Indonesia guna menciptakan persaingan pasar yang lebih sehat.

Nah, menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, saran Jokowi itu  bagus. Sebab, dengan bertambahnya pemain, maka industri penerbangan bisa bersaing lebih baik.

Hal ini sesuai dengan teori ekonomi, supply dan demand. Semakin banyak tersedianya pilihan maka semakin beragam harga yang ditawarkan, termasuk tersedianya harga ekonomis.

&quot;Saran Presiden untuk maskapai asing, itu saran yang baik karena bukan asingnya, tetapi kompetisinya. Kompetisi itu kalau ada, maka ada keseimbangan baru demand and supply. Harga akan jadi lebih fair. Kalau supply sedikit, demand banyak, harga tinggi,&quot; jelas Menpar Arief Yahya.

Namun, mantan Dirut Telkom ini menyarankan maskapai asing tak hanya membuka penerbangan pada rute gemuk saja, melainkan juga ke daerah perintis. Maka dari itu, harga juga akan lebih terjangkau.

&quot;Mereka tidak boleh masuk Indonesia ke rute dalam Jawa saja, tapi harus juga rute ke daerah perintis, khususnya daerah yang sedang berkembang baik pariwisata maupun perekonomiannya,&quot; pungkasnya.&amp;nbsp;(ADV)</description><content:encoded>JAKARTA - Dukungan masuknya maskapai asing ke Indonesia datang dari Kamar Dagang dan lndustri (Kadin) Indonesia. Dukungan itu sendiri diperkirakan bisa mendongkrak sektor pariwisata Tanah Air.

Sebab itu, Ketua Umum Kadin, Rosan Roeslani memandang positif rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendatangkan maskapai asing tersebut. Alasan lainnya adalah selain bisa menekan mahalnya harga tiket pesawat, juga mendatangkan pendapatan negara.

&quot;Pemerintah kita kan sedang mendorong pariwisata, dan kita kan tahu, ke depan pendapatan terbesar Indonesia itu dari tourism. Kalau asing masuk ya pasti akan banyak melihat potensi 265 juta orang, dan yang traveling itu kan sangat banyak, jadi itu positif buat saya,&quot; kata Rosan, Kamis (6/6/2019).

Terkait maskapai yang bakal masuk, dia mengharapkan agar masyarakat tidak perlu terlalu meributkan negara asal maskapai asing tersebut. Sebab yang terpenting adalah manfaat yang akan ditimbulkan bagi perekonomian Indonesia.

&quot;Kita mestinya jangan melihat itu dari negara mananya, oh dari China, oh dari mana. Jangan, yang penting semuanya bisa membawa azas manfaat terbesar bagi Indonesia. Itu saja,&quot; tegas Rosan.

Menurutnya, yang tak penting dari kehadiran masakapai asing tersebut adalah terciptanya kompetisi bisnis antar maskapai. Meski begitu persaingan itu nantinya tetap harus menjadikan keselamatan jadi prioritas.

Rosan menambahkan, sebetulnya sudah ada maskapai asing yang beroperasi di Indonesia, yakni Air Asia. Sayangnya pangsa pasar Air Asia masih tergolong kecil.

&quot;Sebetulnya semua sudah ada juga seperti Air Asia, sudah ada. Saya rasa kalau yang banyak masuk airline lebih baguslah, makin bisa masyarakat makin bisa afford,&quot; kata dia.

Sebelumnya dikabarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusulkan agar maskapai asing bisa masuk Indonesia guna menciptakan persaingan pasar yang lebih sehat.

Nah, menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, saran Jokowi itu  bagus. Sebab, dengan bertambahnya pemain, maka industri penerbangan bisa bersaing lebih baik.

Hal ini sesuai dengan teori ekonomi, supply dan demand. Semakin banyak tersedianya pilihan maka semakin beragam harga yang ditawarkan, termasuk tersedianya harga ekonomis.

&quot;Saran Presiden untuk maskapai asing, itu saran yang baik karena bukan asingnya, tetapi kompetisinya. Kompetisi itu kalau ada, maka ada keseimbangan baru demand and supply. Harga akan jadi lebih fair. Kalau supply sedikit, demand banyak, harga tinggi,&quot; jelas Menpar Arief Yahya.

Namun, mantan Dirut Telkom ini menyarankan maskapai asing tak hanya membuka penerbangan pada rute gemuk saja, melainkan juga ke daerah perintis. Maka dari itu, harga juga akan lebih terjangkau.

&quot;Mereka tidak boleh masuk Indonesia ke rute dalam Jawa saja, tapi harus juga rute ke daerah perintis, khususnya daerah yang sedang berkembang baik pariwisata maupun perekonomiannya,&quot; pungkasnya.&amp;nbsp;(ADV)</content:encoded></item></channel></rss>
