<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Ratusan Wisatawan Ambruk Tersengat Ubur Ubur di Pantai Parangtritis   </title><description>106 wisatawan tersengat ubur-ubur selama libur Idul Fitri 1440 Hijriah sejak sebelum dan sesudah Lebaran.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/06/07/510/2064383/ratusan-wisatawan-ambruk-tersengat-ubur-ubur-di-pantai-parangtritis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/06/07/510/2064383/ratusan-wisatawan-ambruk-tersengat-ubur-ubur-di-pantai-parangtritis"/><item><title> Ratusan Wisatawan Ambruk Tersengat Ubur Ubur di Pantai Parangtritis   </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/06/07/510/2064383/ratusan-wisatawan-ambruk-tersengat-ubur-ubur-di-pantai-parangtritis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/06/07/510/2064383/ratusan-wisatawan-ambruk-tersengat-ubur-ubur-di-pantai-parangtritis</guid><pubDate>Jum'at 07 Juni 2019 19:39 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/06/07/510/2064383/ratusan-wisatawan-ambruk-tersengat-ubur-ubur-di-pantai-parangtritis-riqb5Bg1by.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto Ilustrasi Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/06/07/510/2064383/ratusan-wisatawan-ambruk-tersengat-ubur-ubur-di-pantai-parangtritis-riqb5Bg1by.jpg</image><title>Foto Ilustrasi Okezone</title></images><description>
BANTUL - Tim Pencarian dan Pertolongan atau SAR wilayah Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat 106 wisatawan tersengat ubur-ubur selama libur Idul Fitri 1440 Hijriah sejak sebelum dan sesudah Lebaran.

Koordinator SAR Pantai Parangtritis Bantul Ali Sutanto di Posko SAR Parangtritis, mengatakan jumlah wisatawan yang tersengat ubur-ubur atau binatang menyerupai gelembung itu terdata sejak Senin (3/6) sampai Kamis (6/6) di Pantai Parangtritis dan Depok.

&quot;Semua korban sengatan dapat kami tangani setelah dibawa ke posko, akan tetapi di hari Selasa (4/6) ada beberapa korban agak sesak napas dan terpaksa dibawa ke Rumah Sakit Rachma Husada Bantul,&quot; katanya.

Ia mengatakan bahwa sengatan ubur-ubur tersebut memang tidak terlalu membahayakan bagi korban, akan tetapi bagian perut korban terasa panas, dan bagi yang tidak kuat atau punya riwayat sesak nafas bisa berakibat kambuh.
&amp;nbsp;
Pengobatan terhadap korban sengatan ubur-ubur, kata dia, biasanya diolesi minyak untuk meredakan panas dan istirahat beberapa waktu, di posko SAR tersebut disediakan relawan dan obat-obatan untuk pertolongan pertama pada korban.

Sementara itu data 106 korban sengatan ubur-ubur tersebut rinciannya sebanyak 80 wisatawan yang berkunjung ke Pantai Parangtritis dan 26 wisatawan Pantai Depok atau pantai sebelah barat Parangtritis.

&quot;Untuk hari Jumat (7/6) sampai petang tidak ada laporan (korban sengatan). Ini karena cuacanya yang tidak ada angin dan tidak dingin. Biasanya (ubur-ubur) itu keluar ke permukaan laut kalau ada sinar matahari dan ada angin,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Dia juga mengatakan, kondisi alam yang cenderung mendung atau langit tertutup awan ini menjadi penyebab hewan itu tidak naik ke permukaan, berbeda dengan hari sebelumnya (Kamis, 6/6) yang panas, namun berhembus angin dingin.

&quot;Tidak bisa dipastikan, karena selama masih ada cuaca dingin dan angin kencang pasti ada (ubur-ubur muncul). Informasinya di daerah Pantai Glagah, Kulon Progo, agak banyak, mungkin terbawa arus ke barat,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>
BANTUL - Tim Pencarian dan Pertolongan atau SAR wilayah Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat 106 wisatawan tersengat ubur-ubur selama libur Idul Fitri 1440 Hijriah sejak sebelum dan sesudah Lebaran.

Koordinator SAR Pantai Parangtritis Bantul Ali Sutanto di Posko SAR Parangtritis, mengatakan jumlah wisatawan yang tersengat ubur-ubur atau binatang menyerupai gelembung itu terdata sejak Senin (3/6) sampai Kamis (6/6) di Pantai Parangtritis dan Depok.

&quot;Semua korban sengatan dapat kami tangani setelah dibawa ke posko, akan tetapi di hari Selasa (4/6) ada beberapa korban agak sesak napas dan terpaksa dibawa ke Rumah Sakit Rachma Husada Bantul,&quot; katanya.

Ia mengatakan bahwa sengatan ubur-ubur tersebut memang tidak terlalu membahayakan bagi korban, akan tetapi bagian perut korban terasa panas, dan bagi yang tidak kuat atau punya riwayat sesak nafas bisa berakibat kambuh.
&amp;nbsp;
Pengobatan terhadap korban sengatan ubur-ubur, kata dia, biasanya diolesi minyak untuk meredakan panas dan istirahat beberapa waktu, di posko SAR tersebut disediakan relawan dan obat-obatan untuk pertolongan pertama pada korban.

Sementara itu data 106 korban sengatan ubur-ubur tersebut rinciannya sebanyak 80 wisatawan yang berkunjung ke Pantai Parangtritis dan 26 wisatawan Pantai Depok atau pantai sebelah barat Parangtritis.

&quot;Untuk hari Jumat (7/6) sampai petang tidak ada laporan (korban sengatan). Ini karena cuacanya yang tidak ada angin dan tidak dingin. Biasanya (ubur-ubur) itu keluar ke permukaan laut kalau ada sinar matahari dan ada angin,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Dia juga mengatakan, kondisi alam yang cenderung mendung atau langit tertutup awan ini menjadi penyebab hewan itu tidak naik ke permukaan, berbeda dengan hari sebelumnya (Kamis, 6/6) yang panas, namun berhembus angin dingin.

&quot;Tidak bisa dipastikan, karena selama masih ada cuaca dingin dan angin kencang pasti ada (ubur-ubur muncul). Informasinya di daerah Pantai Glagah, Kulon Progo, agak banyak, mungkin terbawa arus ke barat,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
