<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Isu AHY Dapat Jatah Menteri Dinilai Bisa Jadi Faktor Perpindahan Koalisi Partai Demokrat</title><description>Kepentingan politik menjadi hal yang penting dan utama ketika memutuskan untuk mendukung atau berkoalisi oleh kekuatan politik lainnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/06/10/605/2064810/isu-ahy-dapat-jatah-menteri-dinilai-bisa-jadi-faktor-perpindahan-koalisi-partai-demokrat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/06/10/605/2064810/isu-ahy-dapat-jatah-menteri-dinilai-bisa-jadi-faktor-perpindahan-koalisi-partai-demokrat"/><item><title>Isu AHY Dapat Jatah Menteri Dinilai Bisa Jadi Faktor Perpindahan Koalisi Partai Demokrat</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/06/10/605/2064810/isu-ahy-dapat-jatah-menteri-dinilai-bisa-jadi-faktor-perpindahan-koalisi-partai-demokrat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/06/10/605/2064810/isu-ahy-dapat-jatah-menteri-dinilai-bisa-jadi-faktor-perpindahan-koalisi-partai-demokrat</guid><pubDate>Senin 10 Juni 2019 06:07 WIB</pubDate><dc:creator>Sarah Hutagaol</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/06/09/605/2064810/isu-ahy-dapat-jatah-menteri-dinilai-bisa-jadi-faktor-perpindahan-koalisi-partai-demokrat-1zjNITojNk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">AHY di Istana (Roro: Fakhrizal Fakhri/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/06/09/605/2064810/isu-ahy-dapat-jatah-menteri-dinilai-bisa-jadi-faktor-perpindahan-koalisi-partai-demokrat-1zjNITojNk.jpg</image><title>AHY di Istana (Roro: Fakhrizal Fakhri/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepentingan politik menjadi hal yang penting dan utama ketika memutuskan untuk mendukung atau berkoalisi oleh kekuatan politik lainnya. Hal itu pun disampaikan oleh pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing kepada Okezone.
Kepentingan politik itu pula yang akan menjadi salah satu faktor utama untuk Partai Demokrat berpindah koalisi kepada kubu 01, yakni pasangan Joko Widodo-Ma&amp;rsquo;ruf Amin atau tetap bertahan di koalisi Prabowo-Sandiaga.
&amp;ldquo;Kepentingan politik adalah menjadi sesuatu yang utama. Kalau demokrat beralih dengan mendukung Jokowi, saya kira bisa saja. Tetapi tidak suatu kepastian. Karena ini persoalan kepentingan,&amp;rdquo; ujar Emrus kepada Okezone, belum lama ini.
&amp;ldquo;Apakah kepentingan partai Demokrat dapat terwujud kalau berkoalisi dengn Jokowi. Kalau kepentingannya terwujud ya berkoalisi, tapi kalau tidak terwujud bisa saja mereka tetap di koalisi Prabowo atau tidak kedua-duanya,&amp;rdquo; paparnya.
Baca Juga: BPN Sebut Demokrat Lagi Cawe-cawe Minta Dirangkul Kubu Jokowi

Meskipun hingga saat ini belum bisa dipastikan kemana arah dukungan Partai Demokrat, namun Emrus mempekirakan adanya kemungkinan yang besar untuk Partai Demokrat beralih koalisi kepada Jokowi-Ma&amp;rsquo;ruf berdasarkan dinamika politik sekarang ini.
Tanda-tanda dimanika tersebut terlihat dari kunjungan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) beserta keluarga ke Jokowi, hingga ke Ketua Umum Partai PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.
&amp;ldquo;Nah kalau saya berpendapat dari dinamika sekarang ini, ada kecenderungan besar Demokrat berkoalisi atau mendukung pemerintah Jokowi,&amp;rdquo; ucap Emrus.
Emrus pun menilai kalau salah satu faktor kepentingan politik yang saat ini ingin diraih oleh Partai Demokrat adalah menjadikan AHY sebagai salah satu menteri di dalam Kabinet Indonesia Kerja jikalau Jokowi kembali menjadi Presiden Republik Indonesia untuk 5 tahun mendatang.
&amp;ldquo;Kemudian andaikan AHY menjadi salah satu menteri di kabinet Jokowi, peluang bagi AHY untuk running di 2024. Karena jabatan menteri itu kan pengaruhnya secara nasional, kalau dia menjabat di salah satu kementerian dan berhasil, saya kira dia akan mempunyai credit point untuk running  menjadi calon presiden atau wakil presiden,&amp;rdquo; bebernya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepentingan politik menjadi hal yang penting dan utama ketika memutuskan untuk mendukung atau berkoalisi oleh kekuatan politik lainnya. Hal itu pun disampaikan oleh pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing kepada Okezone.
Kepentingan politik itu pula yang akan menjadi salah satu faktor utama untuk Partai Demokrat berpindah koalisi kepada kubu 01, yakni pasangan Joko Widodo-Ma&amp;rsquo;ruf Amin atau tetap bertahan di koalisi Prabowo-Sandiaga.
&amp;ldquo;Kepentingan politik adalah menjadi sesuatu yang utama. Kalau demokrat beralih dengan mendukung Jokowi, saya kira bisa saja. Tetapi tidak suatu kepastian. Karena ini persoalan kepentingan,&amp;rdquo; ujar Emrus kepada Okezone, belum lama ini.
&amp;ldquo;Apakah kepentingan partai Demokrat dapat terwujud kalau berkoalisi dengn Jokowi. Kalau kepentingannya terwujud ya berkoalisi, tapi kalau tidak terwujud bisa saja mereka tetap di koalisi Prabowo atau tidak kedua-duanya,&amp;rdquo; paparnya.
Baca Juga: BPN Sebut Demokrat Lagi Cawe-cawe Minta Dirangkul Kubu Jokowi

Meskipun hingga saat ini belum bisa dipastikan kemana arah dukungan Partai Demokrat, namun Emrus mempekirakan adanya kemungkinan yang besar untuk Partai Demokrat beralih koalisi kepada Jokowi-Ma&amp;rsquo;ruf berdasarkan dinamika politik sekarang ini.
Tanda-tanda dimanika tersebut terlihat dari kunjungan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) beserta keluarga ke Jokowi, hingga ke Ketua Umum Partai PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.
&amp;ldquo;Nah kalau saya berpendapat dari dinamika sekarang ini, ada kecenderungan besar Demokrat berkoalisi atau mendukung pemerintah Jokowi,&amp;rdquo; ucap Emrus.
Emrus pun menilai kalau salah satu faktor kepentingan politik yang saat ini ingin diraih oleh Partai Demokrat adalah menjadikan AHY sebagai salah satu menteri di dalam Kabinet Indonesia Kerja jikalau Jokowi kembali menjadi Presiden Republik Indonesia untuk 5 tahun mendatang.
&amp;ldquo;Kemudian andaikan AHY menjadi salah satu menteri di kabinet Jokowi, peluang bagi AHY untuk running di 2024. Karena jabatan menteri itu kan pengaruhnya secara nasional, kalau dia menjabat di salah satu kementerian dan berhasil, saya kira dia akan mempunyai credit point untuk running  menjadi calon presiden atau wakil presiden,&amp;rdquo; bebernya.</content:encoded></item></channel></rss>
