<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertemuan G20, Menteri LHK Paparkan Pembangunan Rendah Karbon di Indonesia</title><description>Selain Menteri LHK Siti Nurbaya, hadir juga Menteri ESDM Ignasius Jonan selaku Ketua Delegasi bidang energi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/06/15/337/2066825/pertemuan-g20-menteri-lhk-paparkan-pembangunan-rendah-karbon-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/06/15/337/2066825/pertemuan-g20-menteri-lhk-paparkan-pembangunan-rendah-karbon-di-indonesia"/><item><title>Pertemuan G20, Menteri LHK Paparkan Pembangunan Rendah Karbon di Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/06/15/337/2066825/pertemuan-g20-menteri-lhk-paparkan-pembangunan-rendah-karbon-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/06/15/337/2066825/pertemuan-g20-menteri-lhk-paparkan-pembangunan-rendah-karbon-di-indonesia</guid><pubDate>Sabtu 15 Juni 2019 17:28 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/06/15/337/2066825/pertemuan-g20-menteri-lhk-paparkan-pembangunan-rendah-karbon-di-indonesia-4kGbITyNUG.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/06/15/337/2066825/pertemuan-g20-menteri-lhk-paparkan-pembangunan-rendah-karbon-di-indonesia-4kGbITyNUG.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar selaku Ketua Delegasi Indonesia untuk bidang lingkungan hidup dalam pertemuan G20 Ministerial Meeting on Energy Transitions and Global Environment for Sustainable Development di Karuizawa menegaskan, komitmen dan langkah sistematis Indonesia pada sektor lingkungan hidup dan energi.

&amp;ldquo;Bagi Indonesia, hak untuk mendapatkan lingkungan hidup yang sehat dan baik adalah hak yang dijamin oleh Undang-undang Dasar, melalui mandat untuk pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan dimana pada saat yang sama menjamin pertumbuhan ekonomi. Pelaksanaan mandat tesebut diwujudkan melalui berbagai kebijakan dan program aksi,&amp;rdquo; ujar Siti Nurbaya, Sabtu (15/6/2019).

Dalam pertemuan tersebut, selain Menteri LHK Siti Nurbaya, hadir juga Menteri ESDM Ignasius Jonan selaku Ketua Delegasi bidang energi. Dalam forum G20 ini ada dua topik yakni lingkungan hidup dan transisi energi yang kemudian disatukan dalam Joint Session. Setelah joint session, masing-masing sektor, Menteri LHK dan Menteri ESDM masuk dalam session terpisah.



Pertemuan Tingkat Menteri G20 yang berlangsung di Kruizawa 15-16 Juni 2019 tersebut menginterasikan pembahasan isu lingkungan hidup dan isu energi merupakan gagasan Pemerintah Jepang, selaku Presiden G20, mengusung tema &amp;ldquo;a virtuous cycle of environment and growth&amp;rdquo; dan mengangkat elemen inovasi energi, sampah plastik di laut serta adaptasi dan kerentanan infrastruktur terhadap perubahan iklim.

Terkait perubahan iklim, NDC Indonesia tidak hanya berkomitmen untuk menurunkan emisi Gas Rumah Kaca, namun secara paralel dan seimbang juga mengupayakan ketahanan nasional melalui adaptasi terhadap dampak perubahan iklim.  Berbagai program aksi melalui pengelolaan yang kolaboratif dengan para pemangku kepentingan, transformasi menuju pendekatan lansekap dalam pengelolaan sumberdaya hutan, perhutanan sosial, promosi efisiensi energi, serta pengelolaan sampah dengan pendekatan ekonomi sirkular.

Lebih lanjut, Menteri Siti Nurbaya menggarisbawahi bahwa harmoni antara pembangunan ekonomi dan lingkungan hidup adalah pondasi dasar konstitusi Indonesia. Untuk itu, Indonesia telah mengeluarkan Kebijakan Pembangunan Rendah Karbon dan Ekonomi pada bulan Maret tahun ini serta mengarusutamakan aspek perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan kedalam rencana pembangunan dan anggaran nasional.



Terkait energi, 2050 China akan meninggalkan batubara secara total, sedangkan Jerman tahun 2038. Sama dengan Inggris, Jerman mentargetkan Zero Emission pada 2050.   Dalam konteks ini Indonesia sebagai negara kepulauan mendorong diversifikasi atau keanekaragaman energi yang dapat diakses masyarakat di kawasan yang terisolir dan pulau-pulau kecil.

Hal ini sedang dibahas dan didiskusikan oleh KLHK dan Kementerian ESDM untuk mendapatkan pilihan energi dengan harga terjangkau masyarakat sesuai dengan UU. Sementara itu Menteri ESDM Ignsius Jonan selaku Ketua delegasi Eenergi dalam  Joint Session Meeting, menegaskan bahwa prinsip &amp;ldquo;no one left behind&amp;rdquo; sangat penting dalam transisi energi dan pembangunan berkelanjutan, mengingat transformasi energi perlu dilakukan secara cermat karena menyangkut kemampuan dan keterjangkauan masyarakat.

&amp;ldquo;Ada faktor nilai dan harga yang harus dipertimbangkan terkait dengan beban anggaran negara dan harga produk, dalam hal ini energi listrik,&amp;rdquo; kata Ignasius Jonan.

Pada tingkat menteri dan tingkat eselon 1, KLHK dan ESDM secara intensif melakukan diskusi tentang hal ini. Menteri LHK Siti Nurbaya juga akan mendalami lagi RUEN  (Rencana Umum Energi Nasional) serta strategi dan kebijakan dalam dokumen-dokumen kerja Dewan Energi Nasional.
Kelestarian Lingkungan Hidup

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya  menyatakan, aspek lingkungan telah menjadi perhatian besar dari  pemerintahan Joko Widodo, terlebih menuju 100 tahun Indonesia merdeka.  KLHK, menurut Menteri Siti, telah dan sedang melakukan upaya korektif  pembangunan lingkungan kehutanan dengan memandang setiap kebijakan dan  regulasi sebagai pengejawantahan dariUndang-undang Dasar (UUD) 1945.

&amp;ldquo;UUD 1945 Pasal 28 menyatakan bahwa setiap orang berhak hidup  sejahtera  lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan   lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan  kesehatan,&amp;rdquo; tegas Menteri Siti.

Lebih lanjut, Menteri Siti menyatakan bahwa keberlanjutan pengelolaan  sumber daya alam dan pembangunan ekonomi juga dimandatkan oleh Pasal 33  dan 34. Mandat-mandat mandat itu tercermin dalam kebijakan dan tindakan  KLHK.

Penegasan Menteri Siti Nurbaya tersebut dikemukakan menanggapi  permintaan President Economic Research Institute for ASEAN and East Asia  (ERIA), Prof. Hidetoshi Nishimura yang meminta Kementerian Lingkungan  Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang diminta untuk memainkan peran pentingnya  pada kerja sama &amp;ldquo;Indonesia - Japan 2045 : A Joint Project of Two  Maritime Democracies&amp;rdquo; sela-sela acara Welcome Dinner pada pertemuan G20  Ministerial Meeting on Energy Transitions and Global Environment for  Sustainable Growthyang diselenggarakan di Kota Karuizawa, Prefektur  Nagano, Jepang, 14 &amp;ndash; 16 Juni 2019.

Proyek kerja sama Indonesia - Japan 2045 : A Joint Project of Two  Maritime Democracies memiliki tiga tujuan utama. Pertama, untuk  menegakkan demokrasi dan menjadi pemain global maritim.

Kedua, berada pada lima ekonomi top dunia. Ketiga, untuk mencapai  kualitas hidup yang tinggi pasca-Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG)  2030. Strategi yang dikembangkan untuk mengatasi tantangan-tantangan  pembangunan saat ini diharapkan berkontribusi untuk memenuhi target  bersama yang telah ditetapkan Indonesia dan Jepang pada kesempatan  peringatan 100 tahun kemerdekaan Indonesia,pada tahun 2045.

Terdapat 10 tantangan yang diidentifikasi oleh Komite Eksekutif  Proyek 2045. Para ahli yang tergabung dalam Komite Eksekutif percaya  bahwa untuk mengatasi 10 tantangan tersebut danmencapai  target yang  diinginkan, kualitas sumber daya manusia dan kemajuan teknologi digital  harus diprioritaskan, ketahanan untuk bencana alam ditingkatkan, dan  konektivitas diperluas dan dimantapkan.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar selaku Ketua Delegasi Indonesia untuk bidang lingkungan hidup dalam pertemuan G20 Ministerial Meeting on Energy Transitions and Global Environment for Sustainable Development di Karuizawa menegaskan, komitmen dan langkah sistematis Indonesia pada sektor lingkungan hidup dan energi.

&amp;ldquo;Bagi Indonesia, hak untuk mendapatkan lingkungan hidup yang sehat dan baik adalah hak yang dijamin oleh Undang-undang Dasar, melalui mandat untuk pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan dimana pada saat yang sama menjamin pertumbuhan ekonomi. Pelaksanaan mandat tesebut diwujudkan melalui berbagai kebijakan dan program aksi,&amp;rdquo; ujar Siti Nurbaya, Sabtu (15/6/2019).

Dalam pertemuan tersebut, selain Menteri LHK Siti Nurbaya, hadir juga Menteri ESDM Ignasius Jonan selaku Ketua Delegasi bidang energi. Dalam forum G20 ini ada dua topik yakni lingkungan hidup dan transisi energi yang kemudian disatukan dalam Joint Session. Setelah joint session, masing-masing sektor, Menteri LHK dan Menteri ESDM masuk dalam session terpisah.



Pertemuan Tingkat Menteri G20 yang berlangsung di Kruizawa 15-16 Juni 2019 tersebut menginterasikan pembahasan isu lingkungan hidup dan isu energi merupakan gagasan Pemerintah Jepang, selaku Presiden G20, mengusung tema &amp;ldquo;a virtuous cycle of environment and growth&amp;rdquo; dan mengangkat elemen inovasi energi, sampah plastik di laut serta adaptasi dan kerentanan infrastruktur terhadap perubahan iklim.

Terkait perubahan iklim, NDC Indonesia tidak hanya berkomitmen untuk menurunkan emisi Gas Rumah Kaca, namun secara paralel dan seimbang juga mengupayakan ketahanan nasional melalui adaptasi terhadap dampak perubahan iklim.  Berbagai program aksi melalui pengelolaan yang kolaboratif dengan para pemangku kepentingan, transformasi menuju pendekatan lansekap dalam pengelolaan sumberdaya hutan, perhutanan sosial, promosi efisiensi energi, serta pengelolaan sampah dengan pendekatan ekonomi sirkular.

Lebih lanjut, Menteri Siti Nurbaya menggarisbawahi bahwa harmoni antara pembangunan ekonomi dan lingkungan hidup adalah pondasi dasar konstitusi Indonesia. Untuk itu, Indonesia telah mengeluarkan Kebijakan Pembangunan Rendah Karbon dan Ekonomi pada bulan Maret tahun ini serta mengarusutamakan aspek perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan kedalam rencana pembangunan dan anggaran nasional.



Terkait energi, 2050 China akan meninggalkan batubara secara total, sedangkan Jerman tahun 2038. Sama dengan Inggris, Jerman mentargetkan Zero Emission pada 2050.   Dalam konteks ini Indonesia sebagai negara kepulauan mendorong diversifikasi atau keanekaragaman energi yang dapat diakses masyarakat di kawasan yang terisolir dan pulau-pulau kecil.

Hal ini sedang dibahas dan didiskusikan oleh KLHK dan Kementerian ESDM untuk mendapatkan pilihan energi dengan harga terjangkau masyarakat sesuai dengan UU. Sementara itu Menteri ESDM Ignsius Jonan selaku Ketua delegasi Eenergi dalam  Joint Session Meeting, menegaskan bahwa prinsip &amp;ldquo;no one left behind&amp;rdquo; sangat penting dalam transisi energi dan pembangunan berkelanjutan, mengingat transformasi energi perlu dilakukan secara cermat karena menyangkut kemampuan dan keterjangkauan masyarakat.

&amp;ldquo;Ada faktor nilai dan harga yang harus dipertimbangkan terkait dengan beban anggaran negara dan harga produk, dalam hal ini energi listrik,&amp;rdquo; kata Ignasius Jonan.

Pada tingkat menteri dan tingkat eselon 1, KLHK dan ESDM secara intensif melakukan diskusi tentang hal ini. Menteri LHK Siti Nurbaya juga akan mendalami lagi RUEN  (Rencana Umum Energi Nasional) serta strategi dan kebijakan dalam dokumen-dokumen kerja Dewan Energi Nasional.
Kelestarian Lingkungan Hidup

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya  menyatakan, aspek lingkungan telah menjadi perhatian besar dari  pemerintahan Joko Widodo, terlebih menuju 100 tahun Indonesia merdeka.  KLHK, menurut Menteri Siti, telah dan sedang melakukan upaya korektif  pembangunan lingkungan kehutanan dengan memandang setiap kebijakan dan  regulasi sebagai pengejawantahan dariUndang-undang Dasar (UUD) 1945.

&amp;ldquo;UUD 1945 Pasal 28 menyatakan bahwa setiap orang berhak hidup  sejahtera  lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan   lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan  kesehatan,&amp;rdquo; tegas Menteri Siti.

Lebih lanjut, Menteri Siti menyatakan bahwa keberlanjutan pengelolaan  sumber daya alam dan pembangunan ekonomi juga dimandatkan oleh Pasal 33  dan 34. Mandat-mandat mandat itu tercermin dalam kebijakan dan tindakan  KLHK.

Penegasan Menteri Siti Nurbaya tersebut dikemukakan menanggapi  permintaan President Economic Research Institute for ASEAN and East Asia  (ERIA), Prof. Hidetoshi Nishimura yang meminta Kementerian Lingkungan  Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang diminta untuk memainkan peran pentingnya  pada kerja sama &amp;ldquo;Indonesia - Japan 2045 : A Joint Project of Two  Maritime Democracies&amp;rdquo; sela-sela acara Welcome Dinner pada pertemuan G20  Ministerial Meeting on Energy Transitions and Global Environment for  Sustainable Growthyang diselenggarakan di Kota Karuizawa, Prefektur  Nagano, Jepang, 14 &amp;ndash; 16 Juni 2019.

Proyek kerja sama Indonesia - Japan 2045 : A Joint Project of Two  Maritime Democracies memiliki tiga tujuan utama. Pertama, untuk  menegakkan demokrasi dan menjadi pemain global maritim.

Kedua, berada pada lima ekonomi top dunia. Ketiga, untuk mencapai  kualitas hidup yang tinggi pasca-Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG)  2030. Strategi yang dikembangkan untuk mengatasi tantangan-tantangan  pembangunan saat ini diharapkan berkontribusi untuk memenuhi target  bersama yang telah ditetapkan Indonesia dan Jepang pada kesempatan  peringatan 100 tahun kemerdekaan Indonesia,pada tahun 2045.

Terdapat 10 tantangan yang diidentifikasi oleh Komite Eksekutif  Proyek 2045. Para ahli yang tergabung dalam Komite Eksekutif percaya  bahwa untuk mengatasi 10 tantangan tersebut danmencapai  target yang  diinginkan, kualitas sumber daya manusia dan kemajuan teknologi digital  harus diprioritaskan, ketahanan untuk bencana alam ditingkatkan, dan  konektivitas diperluas dan dimantapkan.</content:encoded></item></channel></rss>
